Pandemi COVID-19

Mobil Masker BNPB ke Pangandaran, Sasar Nelayan hingga Pasar Ikan

Oleh: Abdul Aziz - 20 September 2021
Dibaca Normal 1 menit
Mobil Masker BNPB ke Pangandaran menyambangi 10 kecamatan serta menyasar kampung nelayan hingga pasar ikan.
tirto.id - Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat menyambangi 10 kecamatan di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, guna membagikan alat perlindungan kesehatan berupa masker ke sejumlah komunitas di wilayah setempat.

Tenaga Ahli Ketua Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Brigjen Pol (Purn) Imam Pramukarno mengatakan, pihaknya berangkat menuju Pangandaran via Tol Padaleunyi (Padalarang-Cileunyi) dan memutar arah Nagrek, Malangbong, Ciamis.

"Tiba di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangandaran untuk apel dulu," kata Imam dalam keterangan tertulis Jumat, 17 September 2021.

Imam mengatakan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mengerahkan 40 relawan menuju wilayah Kabupaten Pangandaran yang memiliki luas 168.509 hektare dan pantai sepanjang 91 kilometer melalui Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat (GMM).

Imam mengatakan 20 unit mobil masker masing-masing membawa 10.000 masker serta mengangkut para relawan yang dilepas dari titik pemberangkatan di Sekretariat Satgas COVID-19, Gedung Is Plaza, Jakarta Pusat, Jumat (17/9/2021).

Menurut dia, tim bergerak menuju objek pembagian masker di kampung nelayan, pedagang kaki lima kuliner nelayan, tempat ibadah, sekolah (SD/SMP/SMA), pangkalan ojek, pasar tradisional dan pasar ikan.

Imam mengatakan angka kepatuhan masyarakat Pangandaran dalam menjalankan protokol kesehatan masih dianggap rendah bila dibandingkan wilayah kabupaten dan kotamadya di Provinsi Jawa Barat.

"Pada Februari 2021, Pangandaran tercatat sebagai wilayah paling tidak taat prokes karena itu dilakukan kegiatan GMM khusus di wilayah BPBD Ciamis/Pangandaran," ujar Imam.

Mobil Masker BNPB Safari ke Sejumlah Lokasi

Gerakan Mobil Masker untuk Masyarakat sebelumnya telah menjelajah ke sepanjang Pantai Utara (Pantura) Pulau Jawa. Setidaknya 60 relawan (40 dari Satgas di Jakarta dan 20 dari BPBD) dengan mengendarai 20 mobil triton milik BNPB dilepas oleh Tenaga Ahli Kasatgas Penanganan COVID-19 Bigjen Pol Imam Pramukarno di Sekretariat Satuan Tugas Penanganan COVID-19 Pusat, Gedung Is Plaza, Jakarta Pusat, Kamis (2/09/2021).

Para relawan membagikan masker di kota-kota penting wilayah Pantura mulai dari Kota Cirebon, Kota Tegal, Kabupaten Brebes, Kabupaten Pemalang, dan Kota Pekalongan.

"Kami akan memberikan empat masker kain kepada setiap orang di titik-titik yang sudah kami tentukan. Yang jelas, titik-titik ini merupakan daerah yang berpotensi kerumunan," ujar Imam, dalam rilis yang diterima Tirto, Kamis (2/9/2021).

Menurut Imam, berdasarkan data, Jalur Pantura merupakan wilayah zona merah yang kerawanan kasus Covidnya termasuk tinggi. Karena itu, selama tiga hari mulai Kamis, 2 September hingga Sabtu, 4 September, para relawan akan membagikan masker gratis.

Saat itu, para relawan dibekali 80 ribu masker dan disiapkan juga cadangan masker yang dibawa dengan satu unit mobil mox dengan kapasitas 100.000 masker. Mobil ini diupayakan mendekat daerah sasaran.

Titik-titik pembagian masker belum berubah, masih ditujukan kepada para pedagang kaki lima kuliner atau PKL Kuliner, pedagang pasar tradisional, dan tempat-tempat ibadah. Di beberapa wilayah yang ada ojek online, pembagian masker ini juga dilakukan.

Selain membagikan masker, para relawan juga mengedukasi masyarakat tentang bagaimana menjalankan protokol kesehatan terutama dalam menggunakan masker. "Ini tidak mudah, butuh keberanian, ketrampilan dan latihan," ujar Imam.

Karena itu, sebelum berangkat, para relawan mendapatkan training dan briefing bagaimana mereka seharusnya memberikan masker dan bagaimana mengajak masyarakat agar mau menjalankan protokol kesehatan serta menggunakan masker.

Banner BNPB Info Lengkap Seputar Covid19
Banner BNPB. tirto.id/Fuad

Baca juga artikel terkait GERAKAN MOBIL MASKER atau tulisan menarik lainnya Abdul Aziz
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Abdul Aziz
Editor: Agung DH
DarkLight