Meski Ekonomi Kontraksi, Telekomunikasi Tumbuh 10 % di Q2 2020

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 5 Agustus 2020
Pertumbuhan positif tertinggi di Q2 2020 dicapai oleh sektor informasi dan komunikasi yang menyumbang 4,66 persen struktur PDB.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal II (Q2) 2020 minus 5,23 persen. Dari berbagai lapangan usaha yang terkontraksi, sebagian tetap tumbuh dan didominasi oleh sektor jasa.

Pertumbuhan positif tertinggi di Q2 2020 dicapai oleh sektor informasi dan komunikasi yang menyumbang 4,66 persen struktur PDB. Pertumbuhannya mencapai 10,88 persen tertinggi dari seluruh sektor lapangan usaha di Q2 2020. Pertumbuhannya juga melampaui Q2 2019 yang hanya 9,6 persen.

“Ini terjadi karena peningkatan belanja iklan televisi dan media digital, traffic internet. Adanya peningkatan pelanggan internet dan TV interaktif berbayar,” ucap Kepala BPS Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Rabu (5/8/2020).

Selain itu, pertumbuhan positif juga dicapai jasa keuangan yang menyumbang 4,44 persen struktur PDB. Pertumbuhan Q2 2020 mencapai 1,03 persen melambat dari Q2 2019 4,49 persen.

Lalu ada jasa pendidikan yang masih tumbuh positif 1,21 persen melambat dari Q2 2019 6,31 persen. Sektor ini menyumbang 3,54 persen dari PDB. Pertumbuhan positif juga dicapai jasa kesehatan 1,71 persen melambat dari Q2 2019 9,13 persen.

Di luar jasa, sektor yang masih tumbuh positif adalah pertanian. Pertumbuhannya mencapai 2,19 persen melambat dari Q2 2019 5,33 persen.

Sektor yang menyumbang 15,46 persen PDB ini didukung oleh pergeseran musim panen raya yang jatuh di Q2 2020. Di sisi lain sektor ini juga didukung peningkatan produk perkebunan dari luar negeri terutama olahan kelapa sawit.

Sisanya sektor yang masih tumbuh positif adalah pengadaan air 4,56 persen dan real estate 2,3 persen. Keduanya melambat dari Q2 2019 yang mencapai 8,33 persen dan 5,71 persen.


Baca juga artikel terkait TELEKOMUNIKASI atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Reja Hidayat
DarkLight