STOP PRESS! Diduga Bawa Ganja, Penyanyi Iwa K Ditangkap Polisi di Soetta

Menteri Ingatkan Risiko Kanker Serviks di Hari Kartini

Menteri Ingatkan Risiko Kanker Serviks di Hari Kartini
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise [foto/bandungnewsphoto.com]
21 April, 2017 dibaca normal 1 menit
Yohana menjelaskan, dengan melakukan deteksi dini, setidaknya dapat menemukan kelainan dalam stadium pre-kanker, sehingga yang bersangkutan dapat dilakukan terapi.
tirto.id - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan setiap perempuan mempunyai risiko terkena kanker serviks. Untuk itu ia mengajak perempuan untuk ikut uji IVA guna mendeteksi kanker serviks.

"Setiap perempuan tanpa memandang usia dan latar belakang, berisiko terkena kanker serviks atau leher rahim," kata Yohana saat perayaan Hari Kartini di Sawahlunto, Sumatera Barat, Jumat (21/4/2017), seperti dikutip dari Antara.

Yohana menjelaskan, dengan melakukan deteksi dini, setidaknya dapat menemukan kelainan dalam stadium pre-kanker, sehingga yang bersangkutan dapat dilakukan terapi.

Dia juga menjelaskan, tingginya kasus kanker serviks di negara berkembang karena disebabkan oleh terbatasnya akses screening dan pengobatan, sehingga mayoritas penderita yang datang berobat sudah dalam stadium lanjut.

Untuk diketahui, menurut data WHO tahun 2013, insiden kanker terus meningkat, dari 12,7 juta kasus tahun 2008 menjadi 14,1 juta kasus tahun 2012, sedangkan jumlah kematian juga meningkat dari 7,6 juta orang tahun 2008 menjadi 8,2 juta pada tahun 2012.

Selain itu, kanker juga menjadi penyebab kematian nomor 2 di dunia sebesar 13 persen setelah penyakit kardiovaskular.

Sementara untuk di Indonesia, prevalensi penyakit kanker juga cukup tinggi, berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2013, prevalensi tumor/kanker di Indonesia adalah 1,4 per 1000 penduduk, atau sekitar 330 ribu orang. Kanker tertinggi di Indonesia pada perempuan adalah kanker payudara dan kanker leher rahim.

Kondisi tersebut menunjukkan banyak perempuan di negara berkembang seperti Indonesia, kurang mendapatkan informasi dan akses pelayanan terhadap penyakit kanker.

Perempuan yang terkena kanker biasanya ditandai dengan kualitas hidup yang menurun. Penyakit ini akan menambah panjang deretan masalah yang dihadapi dalam upaya meningkatkan kualitas hidup perempuan Indonesia. Padahal kemungkinan besar mereka masih memiliki tanggung jawab ekonomi dan sosial terhadap keluarga dan masyarakat.

Melihat seluruh data itu pula, Yohana mengajak seluruh masyarakat, terutama perempuan untuk aktif menyebarkan informasi kanker serviks.

"Melalui kesempatan ini, Saya mengajak kepada seluruh masyarakat, utamanya kaum perempuan untuk dapat berperan aktif dalam menyebarkan informasi terkait kanker serviks serta membangun sistem deteksi dini berbasis masyarakat melalui IVA Test. sehingga terhindar dari penyakit tersebut, karena kanker serviks dapat dicegah jika tahu caranya," kata Yohana.

Oleh karena itu, kata dia sangat penting juga untuk memberdayakan masyarakat luas agar dapat mencegah dan menghadapi penyakit ini.

Baca juga artikel terkait HARI KARTINI atau tulisan menarik lainnya Alexander Haryanto
(tirto.id - ale/ale)

Keyword