Menkominfo Sebut Penolakan WNI dari Hubei di Natuna Akibat Hoaks

Reporter: Andrian Pratama Taher, tirto.id - 3 Feb 2020 14:36 WIB
Menkominfo menduga penolakan warga Natuna terhadap WNI yang berasal dari Wuhan, Hubei, terjadi karena adanya hoaks.
tirto.id -
Menkominfo Jhonny G. Plate menduga penolakan warga Natuna terhadap WNI yang berasal dari Wuhan, Hubei, terjadi lantaran adanya kabar bohong atau hoaks.

Sebab, ia mengklaim, pemerintah tak pernah terlambat untuk melakukan sosialisasi kepada warga Natuna terkait datanggnya sejumlah WNI dari Wuhan.

"Informasi itu cepat tindakannya. Yang lebih cepat lagi itu adalah hoaksnya yang berjalan. Sebelum informasi datang, itu sudah beredar hoaks-nya. Ini kan pengambilan keputusan dilakukan dalam waktu yang singkat," kata Plate saat ditemui di Kemenkominfo, Jakarta, Senin (3/2/2020).

Di damping itu, menurut Plate, ada pula kemungkinan Pemerintah Daerah (Pemda) tak menyampaikan informasi dengan tepat terkait kedatangan para WNI tersebut.

Sehingga, ketakakuratan informasi itu menjadi hoaks yang meresahkan masyarakat dan memicu kericuhan.
"Kita memaklumi bahwa memang ada kekhawatiran itu. Tetapi dari sisi pemerintahnya, pilihan tempat yang paling tepat dan paling baik itu adalah di Natuna dibandingkan tempat tempat yang lain. Itu sudah dihitung semua," kata Plate.
Kendati demikian, lanjut politikus Nasdem tersebut, Pemda kini telah menjalankan tugas sosialiasi dan langsung turun menemui warga serta menjelaskan alasan pemilihan Natuna untuk tempat evakuasi WNI dari Hubei.
Pemda dan Pemrintah Pusat juga telah mensosialisasikan masyarakat setempat terkait virus corona serta langkah-langkah medis pencegahannya.

"Sudah disampaikan kepada pemerintah daerah dan tokoh-tokoh masyarakat di daerah sehingga sudah mulai memahami dan penolakannya sudah mulai rendah dan berkurang," kata Plate.
"Jangan menyebar dan mengakibatkan masalah baru yang tidak perlu. Ini pencegahan Jangan sampai virusnya masuk di Indonesia. Itu intinya," tegas Plate.



Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Andrian Pratama Taher
(tirto.id - Sosial Budaya)

Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Hendra Friana

DarkLight