Menuju konten utama

Menkeu Sebut Jumlah Nasabah LPEI Masih Sangat Kecil

"Kesempatan besar untuk LPEI semakin berfungsi dan berkiprah untuk perkuat ekspor dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan," ujar Sri.

Menkeu Sebut Jumlah Nasabah LPEI Masih Sangat Kecil
Menteri Keuangan Sri Mulyani menjadi pembicara utama di hadapan para pengusaha Indonesia dalam seminar di Jakarta, Jumat (14/9/2018). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

tirto.id - Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, jumlah nasabah Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) saat ini masih sangat sedikit, yakni sekitar 1.200. Untuk itu, ia meminta LPEI terus meningkatkan jumlah nasabahnya.

"Nasabah 1.200 kecil, harusnya bisa lebih tinggi di bidang jaminan. [...] Dimana bisa dapatkan perusahaan yang lebih dari 1.200, bukan hanya satu juta nasabah," ujar Sri Mulyani di Kementerian Keuangan Jakarta pada Senin (24/9/2018).

Menkeu mengatakan, saat ini pergerakan ekspor lebih lambat daripada impor. Untuk itu, ia berharap keberadaan LPEI bisa terus memperkuat ekspor dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Pasalnya,

"Ekspor kita bergeraknya lebih lambat ketimbang impornya. Impor kita di atas 20 persen. Kesempatan besar untuk LPEI semakin berfungsi dan berkiprah untuk perkuat ekspor dan ekonomi Indonesia secara keseluruhan," ujar Sri.

Menurut Sri, pertumbuhan perdagangan nasional memang turun sejak krisis tahun 2008-2009. Selain itu, beradasarkan data BPS Agustus 2018, neraca perdagangan masih mengalami defisit, yakni sebesar 1,02 miliar dolar AS.

Sehingga, ia meminta LPEI tidak hanya bekerja sama dengan kementerian/lembaga terkait, tapi juga memperkuat kerja sama dengan akademisi untuk meningkatkan strategi dalam mengembangkan dan memperkuat ekspor.

Selain itu, ia juga meminta LPEI untuk menghargai peran aktif mahasiswa dalam memikirkan solusi peningkatan ekspor atau ekonomi dalam negeri secara keseluruhan.

"Sangat mudah mengidentifikasi masalah, masalah ini, Indonesia belum begini-begitu. Ada mahasiswa yang datang kemarin memberikan rekomendasi masalah perekonomian Indonesia. Saya apresiasi cocern mereka ke arah itu," ujar Sri.

Menurut Sri Mulyani, hal itu dapat sejalan dengan langkah-langkah kebijakan fiskal yang dilakukan pemerintah, salah satunya pembatasan peningkatan Pajak Penghasilan (PPh) 22 impor untuk 1.147 pos tarif.

"Kemenkeu siap menggunakan seluruh instrumen yang ada, perpajakan, belanja negara, transfer daerah, dan pelayanan yang lainnya untuk membuat ekspor dalam negeri lebih kuat. Arahan presiden sudah sangat jelas untuk mendorong ekspor ke non-tradisional market. Sinergi harus terus menerus dilakukan, kita tidak boleh mengenal puas," pungkas Sri.

Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Ekonomi
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Alexander Haryanto