Menuju konten utama

Mengukur Kekuatan Agus Yudhoyono Hadapi Debat

Pasangan cagub-cawagub Agus Yudhoyono dan Sylviana Murni melakukan konsolidasi menjelang debat. Tim pemenangan sudah menyiapkan strategi agar pasangan ini bisa memenangkan debat.

Mengukur Kekuatan Agus Yudhoyono Hadapi Debat
Calon Gubernur DKI Jakarta Agus Harimurti Yudhoyono (kedua kanan) didampingi istrinya Annisa Pohan (kanan) menyapa pendukungnya saat menghadiri Tausiyah dan Kajian Muslimah #JakartaUntukRakyat di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta, Rabu (9/11). Dalam sambutannya Agus mengatakan akan lebih meningkatkan peran wanita untuk memajukan Jakarta apabila ia terpilih nanti. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/ama/16

tirto.id - Pasangan calon gubernur nomor urut 1 Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni terus melakukan konsolidasi internal jelang debat Pilkada DKI Jakarta, Jumat (13/1/2017). Pasangan yang diusung koalisi Cikeas itu all-out untuk meraih kemenangan dan dan memanfaatkan sarana debat untuk meningkatkan elektabilitas Agus-Sylvi.

Juru bicara tim pemenangan Agus-Sylvi Rico Rustombi mengatakan jagoan mereka tidak melakukan kegiatan kampanye gerilya seperti biasa. Ia bercerita, Agus akan lebih berfokus pada kegiatan-kegiatan ringan serta diskusi dengan tim pemenangan untuk menghadapi debat Pilkada DKI Jakarta di Hotel Bidakara.

"Hari ini hanya internal, sarapan pagi, diskusi dengan tim kecil tentang debat nanti malam," tutur Rico kepada Tirto, Jumat (13/1/2017).

Tim kecil ini merupakan bagian dari tim khusus debat Agus-Sylvi. Mereka bertugas memberikan masukan-masukan bagi Agus-Sylvi dalam menghadapi debat Pilkada. Misalnya membantu Agus-Sylvi menyelaraskan program unggulan dengan tema debat. Tim ini juga mempersiapkan sejumlah pertanyaan yang menjadi kunci untuk memenangkan Agus-Sylvi. Selain itu, tim juga membantu Agus-Sylvi untuk memanfaatkan waktu debat dengan memberikan pertanyaan yang mampu memenangkan pasangan Koalisi Cikeas itu.

"Setiap segmen kan ada durasi waktu. Nah, ini menyelaraskan strategi bagaimana menjawab atau melontarkan pertanyaan dalam waktu singkat," kata Rico.

Rico mengaku persiapan menghadapi debat sudah dilakukan sehari sebelumnya dalam rapat konsolidasi internal tim sukses, Kamis (12/1/2017). Salah satu tema yang dibahas dalam rapat adalah konsolidasi internal dan evaluasi capaian-capaian selama gerilya kampanye. Beberapa hasil rapat menjadi rumusan tim sukses untuk membuat daftar pertanyaan dalam debat nanti malam.

Dosen Politik Universitas Negeri Jakarta Ubedilah Badrun melihat tim Agus-Sylvi mampu memainkan strategi kampanye dengan baik. Salah satunya dengan tidak mengikutsertakan Agus-Sylvi dalam debat yang tidak resmi diselenggarakan KPUD DKI Jakarta. Menurut Ubedilah hal ini menunjukkan tim kampanye Agus-Sylvi sangat berhati-hati dalam menghadapi Pilkada DKI Jakarta.

Sejauh ini Ubedillah melihat Agus memperkuat citra dirinya sebagai seorang militer yang santun dan cerdas. Hal itu terlihat dari beragam pernyataan Agus yang selalu menggunakan data di depan publik. Ia pun melihat, ketidakikutsertaan Agus dalam debat sebelum debat KPU sebagai langkah untuk meningkatkan skill Agus dalam berdebat pada debat resmi KPU.

"Saya membacanya apa yang dilakukan oleh Agus tidak mau debat selain di jadwal KPU adalah strategi untuk menyiapkan diri pada debat yang sebenarnya," ujar Ubedilah kepada Tirto, Jumat (13/1/2017).

Ia mengingatkan bahwa tim sukses Agus-Sylvi merupakan tim sukses Presiden SBY dalam memenangkan pemilihan presiden. Sebagai anak mantan presiden, tim sukses Agus terlihat sangat bermain dengan metode pencitraan. Ubedilah berpendapat, Agus-Sylvi dapat melakukan 'surprise attack' kepada para kompetitor dengan memainkan citra awal Agus yang dinilai takut dalam berdebat.

"Jadi apa yang dilakukan Agus adalah strategi untuk dikesankan bahwa Agus tidak bisa berdebat. Akan tetapi, nanti malam dia akan memberikan kejutan-kejutan, mungkin menunjukkan kapasitasnya sebagai seorang gubernur dan itu disiapkan oleh tim," tutur Ubedilah.

Ubedilah yakin, Agus dapat meraup banyak keuntungan apabila sukses dalam debat Pilkada DKI Jakarta yang digelar di Hotel Bidakara. Ia dapat menarik para swing voters apabila suami Annisa Pohan itu mampu tampil santun, cerdas, dan solutif.

Dosen komunikasi politik Universitas Airlangga Suko Widodo memberikan pandangan yang sedikit berbeda dengan Ubedilah. Suko menilai, ketidakinginan Agus ikut debat tidak resmi sebagai langkah yang lebih baik dalam membangun landasan citra politik.

"Kalau dalam tradisi politik, sebelum pemilihan, memang dia harus memenuhi rasa mengenalkan diri ke masyarakat, menjelaskan itu. Itu proses biasa di dalam politik. Memang itu tahapan yang harus dia lakukan," ujar Suko kepada tirto.

Menurut Suko, Agus masih mempunyai masalah dalam berkomunikasi dengan publik sebelum debat Pilkada DKI. Ia menilai Agus masih menggunakan pendekatan komunikasi instruktif, yakni bahasa-bahasa bersifat arahan atau himbauan daripada pendekatan persuasif. Selain itu, Agus juga masih terlihat canggung di depan publik.

"Saya lihat masih ada kegagapan sedikit dari Agus di dalam cara-cara menyampaikan informasi," tutur Suko.

Menurut Suko, Agus harus mulai meninggalkan gaya komunikasi militer apabila ingin memenangkan Pilkada, terutama dalam acara debat nanti malam. Warna instruktif masih terlihat dari sejumlah pemilihan diksi dan kelancaran Agus dalam menyampaikan informasi. Suko optimis Agus dapat memenangkan debat hingga Pilkada DKI Jakarta apabila anak Presiden SBY itu mampu mengeluarkan diksi dan tidak canggung di depan publik.

"Jadi kalau Pak Agus mau memoles sedikit style komunikasinya, saya kira peluangnya cukup besar juga," tutur Suko.

"Agus harus mampu memanfaatkan momentum debat-debat itu menyiapkan sungguh-sungguh agar orang tahustyle dia yang sesungguhnya," tutup Suko.

Baca juga artikel terkait AGUS-SYLVIANA atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Politik
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Jay Akbar