Mengenal Tren Wisata Saat Pandemi: Staycation dan Road Trip

Oleh: Yuda Prinada - 23 Desember 2020
Dibaca Normal 1 menit
Mengenal tren wisata saat Pandemi COVID-19: Staycation dan Road Trip.
tirto.id - Wisata staycation dan road trip menjadi tren di masa Pandemi COVID-19, hal ini karena orang-orang bisa tetap berwisata dan menikmati perjalanan liburan bersama keluarga meski harus menaati protokol kesehatan.

Dilansir dari Antaranews, Nia Niscaya, Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mengungkapkan, perubahan tren perjalanan merujuk pada protokol kesehatan dan ini merupakan hal yang diutamakan.

"Kemenparekraf/ Baparekraf juga mengusung kampanye InDOnesia CARE/ I DO CARE yang bertujuan untuk memastikan seluruh industri pariwisata telah melaksanakan protokol-protokol kebersihan, kesehatan, keamanan dan lingkungan lestari (CHSE) di seluruh alur perjalanan wisatawan di destinasi," ujar Nia.

Seiring canggihnya teknologi, permintaan akan kebutuhan wisata melalui aplikasi pun meningkat drastis. Tentunya, masalah sektor pariwisata yang sebelumnya sempat menurun pada masa awal pandemi COVID-19, dapat teratasi dengan staycation dan road trip.

Pengertian Staycation


Awalnya, tren wisata ini merupakan gabungan dari kata stay dan vacation yang berasal dari bahasa Inggris. Kemudian, digabung menjadi staycation yang diartikan sebagai liburan di rumah atau bepergian ke tempat-tempat wisata yang masih dalam jangkauan lokal.

Menurut Youmatter, pengertian tersebut tentu memiliki penyebab yang tidak lain adalah krisis pasar di Amerika Serikat yang terjadi pada 2008. Kehidupan ekonomi menurun hingga menyebabkan sektor pariwisata tidak laku seperti biasanya.

Namun, dengan keterbatasan ini mereka akhirnya menemukan tren wisata baru yang bisa diaplikasikan juga di masa pandemi COVID-19 ini.

Seminimal mungkin, mereka melakukan perjalanan wisata di daerah sekitar rumahnya atau biasa disebut wisata lokal.

Dengan staycation, Anda dapat menghemat waktu dan uang serta memajukan kehidupan ekonomi dari sektor pariwisata yang sempat menurun di masa awal pandemi.


Selain itu, tren wisata ini juga dapat mengurangi pencemaran lingkungan yang terjadi akibat Efek Rumah Kaca yang ditimbulkan dari kendaraan ketika bepergian.

Pengertian Road Trip


Berbeda dengan staycation, road trip adalah sebuah perjalanan wisata yang dilakukan oleh seseorang menggunakan kendaraan pribadi. Baik itu daerah pariwisata lokal maupun di luarnya, road trip mencakup keduanya.

Namun, biasanya road trip dilakukan hanya sekadar di daerah lokal karena lebih terjangkau oleh kendaraan pribadi dibanding tempat-tempat yang harus menyeberang pulau.

Tentunya, sebelum melakukan perjalanan road trip Anda harus mempersiapkan kendaraan agar tetap dalam performa terbaiknya.

Dilansir dari Driving Test, terdapat enam anjuran mengenai persiapan yang harus diperhatikan sebelum melakukan road trip perdana.

  • Pertama, usahakan tentukan tujuan wisata yang letaknya tidak terlalu jauh.
  • Kedua, pilih rute yang membuat perjalanan Anda menyenangkan, misalnya melewati bagian pegunungan, pantai, atau persawahan yang memberikan nilai tambah sebelum sampai tujuan.
  • Ketiga, pilih kendaraan yang sesuai untuk perjalanan jauh, kecil namun kuat. Usahakan jangan menggunakan kendaraan yang besar karena dapat menghambat perjalanan.
  • Keempat, tune up mobil Anda dan beberapa unsur lain seperti oli dan lampu. Alasannya agar mobil tidak mengalami masalah di jalan yang nantinya malah merepotkan perjalanan.
  • Kelima, jangan lupa untuk beristirahat beberapa jam sekali. Tentu, istirahat diperlukan dalam sebuah perjalanan, terutama bagi sang supir.
  • Keenam, isi perjalanan dengan hal menyenangkan. Mungkin, para penumpang akan menunggu supir untuk mengendarai sampai tujuan wisata. Namun, perjalanan yang sesungguhnya adalah ketika menuju tempat yang Anda rencanakan. Berilah pemanis seperti memutar musik, main teka-teki, dan lain-lain.


Baca juga artikel terkait TREN WISATA PANDEMI COVID-19 atau tulisan menarik lainnya Yuda Prinada
(tirto.id - Gaya Hidup)

Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Dhita Koesno
DarkLight