Mengenal TERA, Calon Rumah Manusia di Mars yang Bisa Disewa

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 12 September 2019
Dibaca Normal 1 menit
TERA merupakan rumah yang dirancang untuk manusia tinggal di Mars.
tirto.id - Manusia yang ingin menjajal bagaimana rasanya tinggal di Mars bisa menyewa hunian TERA. Rumah buatan perusahaan arsitektur AI SpaceFactory ini merupakan pemenang penghargaan NASA yang dirancang untuk kehidupan di Mars.

CNBC mewartakan, para pengunjung bisa menghabiskan malam di TERA, sebuah habitat ramah lingkungan yang dibuat dengan teknologi luar angkasa. Pengunjung diminta untuk membayar biaya 175 dolar AS-500 dolar AS.

Pada Agustus, AI SpaceFactory meluncurkan kampanye Indiegogo demi mengumpulkan uang untuk membangun TERA. AI SpaceFactory merancang versi asli habitat, yang disebut Marsha, untuk kontes habitat planet cetak-3D dari NASA dan memenangkan peringkat pertama.

Satu-satunya perbedaan antara dua habitat itu adalah Marsha dibangun secara eksklusif menggunakan serat dari jenis batuan yang berlimpah di Mars yang disebut basal, sedangkan TERA menggunakan bahan lain yang ada di Bumi, seperti fiberglass. Sebagian besar bahan yang digunakan untuk membangun TERA bersifat biodegradable dan dapat didaur ulang.

AI SpaceFactory berharap suatu hari bisa membuat proyek yang terkait TERA untuk penggunaan komersial di Bumi dan hasilnya digunakan untuk mendanai proyek di luar angkasa.

AI SpaceFactory mengatakan misinya adalah untuk menghilangkan penggunaan material seperti beton, yang berdampak negatif bagi lingkungan.

TERA berbentuk kabin dua lantai yang terletak di hutan dengan pemandangan Sungai Hudson. Di dalam TERA, lantai dasar akan menjadi ruang tamu, dilengkapi dengan kamar mandi dan shower, tempat untuk mempersiapkan makanan dan ruang tamu dengan area tempat duduk yang terlipat ke teras.

Lantai kedua, yang dapat diakses dengan tangga kayu, akan menjadi loteng untuk tempat tidur dan dapat berfungsi ganda sebagai area makan dan berkumpul, menurut Indiegogo milik Al SpaceFactory.

Kepala arsitek dan teknologi ruang angkasa SpaceFactory Jeffrey Montes mengatakan pada CNBC Make It, mereka "belum tahu" dengan tanggal resmi pembukaan Tera karena ini adalah proyek percontohan dan masih ada banyak hal yang belum diketahui untuk mengembangkan apa yang ia sebut sebagai dunia. 3D-habitat pertama yang menggunakan termoplastik.

Pada Mei lalu, Marsha dari Al SpaceFactory memenangkan hadiah untuk peringkat pertama senilai $500 dalam kontes habitat 3D NASA. Tim AI SpaceFactory membangun prototipe Marsha setinggi 15 kaki menggunakan printer 3D lebih dari 30 jam dan tiga hari tanpa bantuan manusia.

Dikutip dari situs web AI SpaceFactory, TERA terletak di bagian utara New York, sepanjang Sungai Hudson. TERA disediaan untuk pengunjung yang ingin mengalami kehidupan seperti di Mars.

Tidak seperti bangunan lain, desain dan material yang teruji oleh NASA dapat dikembalikan ke Bumi pada akhir masanya.

TERA dibangun dari teknologi pencetakan 3D yang sama dan bahan kompos yang dirancang untuk kehidupan jangka panjang dan berkelanjutan di Mars. Seperti pendahulunya (Martianhabitat MARSHA pemenang penghargaan NASA), TERA dibangun dari komposit basalt biopolimer 3D, bahan yang dikembangkan dari tanaman seperti jagung dan tebu.

Bahan tersebut telah diuji dan divalidasi oleh NASA, 50 persen lebih kuat dan lebih tahan lama dari beton. Bahan ini memiliki potensi untuk menjadi pengganti beton tradisional dan baja. Di masa depan, manusia dapat menghilangkan limbah industri dari bahan-bahan yang tidak dapat didaur ulang. Hal itu bisa mengubah cara manusia membangun di Bumi dan menyelamatkan planet.

SpaceFactory menuliskan, setiap kunjungan ke TERA akan berkontribusi pada misi ilmiah dan berkelanjutan TERA: menekankan perlunya teknologi terbarukan untuk menyelamatkan planet, sambil meneliti apa yang dibutuhkan untuk memungkinkan kehidupan di planet baru.

Semua pengetahuan yang diperoleh dengan membangun TERA akan memberi umpan balik pada desain dan konstruksi untuk kehidupan di luar Bumi, yang pada akhirnya memungkinkan kehidupan manusia di Mars.


Baca juga artikel terkait PLANET atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight