Mengenal Pemberdayaan Komunitas: Konsep Dasar, Prinsip & Tujuannya

Oleh: Mulia Budi - 17 Februari 2021
Dibaca Normal 2 menit
Pemberdayaan komunitas dilakukan supaya kelompok atau komunitas yang diberdayakan dapat memiliki kekuatan dan mampu bertindak.
tirto.id - Pemberdayaan masyarakat dikenal juga dengan istilah pemberdayaan komunitas, yaitu suatu upaya untuk meningkatkan harkat dan martabat manusia secara individu maupun dalam kelompok sosial.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia versi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), pemberdayaan sendiri berasal dari kata dasar “daya” yang berarti kekuatan, kemampuan untuk melakukan sesuatu atau kemampuan untuk bertindak.

Kata tersebut memperoleh awalan -ber menjadi “berdaya”, yang berarti berkekuatan atau berkemampuan.

Artinya adalah pemberdayaan komunitas dilakukan supaya kelompok atau komunitas yang diberdayakan dapat memiliki kekuatan dan mampu bertindak.

Dengan kata lain, pemberdayaan menjadi sebuah proses untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian masyarakat dalam rangka perbaikan mutu hidup.

Dilansir dari jurnal online UIN Raden Intan Lampung, pemberdayaan merujuk pada peningkatan kemampuan kelompok rentan atau kelompok lemah, supaya mereka memiliki kekuatan dalam memenuhi kebutuhan dasarnya.

Di antaranya mencapai kebebasan dari kelaparan, bebas dari kebodohan dan kesakitan, bebas mengemukakan pendapat.

Mampu menjangkau sumber-sumber produktif untuk memperoleh barang dan jasa yang diperlukan, serta meningkatkan pendapatan.

Tak hanya itu, diharapkan juga kelompok rentan mampu berpartisipasi dalam proses pembangunan dan berbagai keputusan yang mempengaruhi mereka.

Konsep Dasar Pemberdayaan

Dilansir dari Modul Pelatihan Guru Sosiologi SMA, konsep pemberdayaan sendiri sejalan dengan Community Development, yaitu proses pembangunan jejaring interaksi.

Hal itu dilakukan untuk mengembangkan kualitas hidup masyarakat, dengan cara meningkatkan kapasitas semua anggota komunitas, kemudian melakukan pembangunan berkelanjutan.

Terdapat dua kecenderungan dalam proses pemberdayaan, yaitu pemberdayaan primer dengan menekankan pada pemberian sebagian kekuatan, atau kemampuan sehingga individu dapat berdaya.

Kecenderungan kedua, adalah pemberdayaan sekunder dengan menekankan pada pemberian dorongan atau motivasi kepada individu.

Diharapkan, komunitas dapat memiliki kemampuan untuk menentukan apa yang menjadi pilihan hidupnya melalui proses dialog.

Suatu pemberdayaan dilakukan karena munculnya pemahaman adanya ketidakberdayaan komunitas, yaitu masyarakat tidak memiliki kekuatan (powerless).

Selain itu, faktor penyebab lain di luar ketiadaan daya adalah adanya ketimpangan, meliputi ketimpangan struktural, ketimpangan kelompok, dan ketimpangan personal.

Meningkatkan kemampuan atau kekuatan dari sebuah komunitas bukanlah hal mudah, sehingga pemberdayaan harus dilakukan secara terus-menerus dan berkesinambungan.

Keberhasilan pemberdayaan tidak hanya berfokus pada tercapainya program, melainkan juga terhadap tingginya partisipasi atau keterlibatan dari komunitas itu sendiri.



Tujuan dan Prinsip Pemberdayaan Komunitas


Arah dari pemberdayaan adalah meminimalkan kesenjangan sosial, dengan cara membentuk masyarakat berdaya.

Artinya, masyarakat itu dibangun menjadi masyarakat yang paham, mengetahui peluang, berani mengambil keputuasan, mampu mencari dan menangkap informasi sehingga dapat bertindak sesuai situasi.

Dengan demikian, pengembangan dan penggunaan bakat atau kemampuan terpendam dalam setiap individu dapat berjalan dengan baik.

Mengutip dari Modul Pembelajaran SMA tahun 2016 yang dikeluarkan Kemendikbud, terdapat beberapa tujuan pemberdayaan komunitas (Mardikanto, 2015).

Di antaranya perbaikan kehidupan, perbaikan aksesabilitas, perbaikan pendidikan, perbaikan tindakan, perbaikan kelembagaan, perbaikan usaha, perbaikan pendapatan, perbaikan lingkungan, dan perbaikan masyarakat.

Berikut ini merupakan empat ruang lingkup pemberdayaan komunitas.

  1. Bina manusia, yaitu hal paling mendasar yang perlu diperhatikan untuk memperbaiki kualitas hidup. Perlu dilakukan pengembangan kapasistas individu, seperti pengembangan karakter dan peningkatan kapasitas di dunia kerja.
  2. bina usaha, yaitu proses pengembangan dalam bidang ekonomi seperti pembentukan badan usaha, pengembangan jaringan usaha, serta manajemen finansial.
  3. Bina lingkungan, yaitu proses pengembangan dalam bidang lingkungan, seperti perawatan serta pelestarian lingkungan.
  4. Bina kelembagaan, yaitu proses pengembangan yang mengarah pada pranata sosial dan organisasi sosial.

Dalam upaya menciptakan masyarakat yang berdaya, maka pemberdayaan komunitas memiliki beberapa prinsip, antara lain:

  • Penyadaran, yaitu upaya menyadarkan masyarakat untuk mampu menganalisis. Meliputi apa kekuatan yang dimiliki, apa yang menjadi kelemahan, peluang atau manfaat yang bisa digunakan, serta masalah atau ancaman yang mungkin terjadi.
  • Pelatihan, yaitu upaya melatih masyarakat untuk mengembangkan berbagai ketrampilan yang dimiliki. Pelatihan tersebut berperan sebagai pendamping, untuk memastikan masyarakat dapat mencapai tujuan pemberdayaan.
  • Pengorganisasian, yaitu upaya melatih masyarakat untuk memiliki struktur sosial dalam sebuah lembaga yang disepakati bersama. Dengan demikian, pembagian kerja akan jelas dan setiap tugas dapat terorganisir dengan rapi.
  • Pengembangan kekuatan, yaitu upaya meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berjalan bersama sebagai sebuah kesatuan. Sehingga, masing-masing dapat merasa memiliki kekuatan untuk berani bertindak kembali.
  • Membangun dinamika, berarti membangun keterlibatan atau partisipasi setiap anggota komunitas. Masyarakat itu sendiri yang nantinya akan memutuskan, serta melaksanakan berbagai program yang juga disepakati bersama.


Baca juga artikel terkait SOSIOLOGI atau tulisan menarik lainnya Mulia Budi
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Mulia Budi
Penulis: Mulia Budi
Editor: Maria Ulfa
DarkLight