Menuju konten utama

Mendikti Diminta Bentuk Satgas Percepatan Riset Jadi Produk

Dalam pembentukan satgas ini, Kemendikti akan berkoordinasi dan bersinergi dengan BRIN.

Mendikti Diminta Bentuk Satgas Percepatan Riset Jadi Produk
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto memberikan keterangan di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (28/11/2025). ANTARA/Mentari Dwi Gayati/aa.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Prabowo Subianto meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, untuk membentuk sebuah satuan tugas (Satgas) akademisi yang terdiri dari guru besar, dosen, dan peneliti.

Brian menjelaskan program-program kerja Kabinet Merah Putih sering kali membutuhkan sumbangsih inovasi. Latar belakang itulah yang kemudian membuat Prabowo berinisiatif untuk membentuk satgas akademisi.

"Intinya, beberapa topik, program besar, program nasional, program strategis nasional, atau program kerja nasional perlu pemikiran sumbangsih inovasi riset. Kemudian, dibentuklah satgas yang terdiri dari seluruh peneliti maupun guru besar dari lintas kampus untuk mendukung percepatan program-program prioritas nasional," katanya kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (7/7/2026).

Tidak hanya peneliti dari universitas-universitas yang ada di Indonesia saja, para peneliti BRIN juga nantinya akan dirangkul ke dalam satgas ini.

"Kita sama-sama juga, BRIN juga masuk. Di BRIN kan juga ada beberapa topik-topik riset," tambahnya.

Melalui pembentukan satgas ini, Brian berharap realisasi program prioritas nasional bisa berjalan dengan lebih cepat.

Karena itu, agar penelitian tidak terlalu luas, nantinya para akademisi akan dikelompokkan untuk membahas topik-topik tertentu yang pada akhirnya dapat berguna untuk mendorong percepatan program prioritas nasional.

“Intinya itu adalah untuk percepatan. Jadi, beberapa orang guru besar, peneliti, BRIN, dan perguruan tinggi itu nantinya akan bekerja sama dalam satu topik supaya tidak terlalu luas," tutur dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua BRIN Arif Satria menjelaskan dalam pembentukan satgas ini Kemendikti selalu berkoordinasi dan bersinergi dengan BRIN. Sebab, dalam pembentukan satgas akademisi BRIN bertugas menyusun peta jalan (road map) riset.

“Peta jalan riset Indonesia 2026-2045 disusun bersama antara BRIN dengan Mendikti Saintek yang akan di-launching nanti pada bulan Agustus, pada saat hari teknologi," ungkapnya.

Berbekal roadmap tersebut, para akademisi yang tergabung dalam satgas dapat mempertajam tema-tema riset strategis yang sudah ada. Kemudian, setelah berjalannya waktu, riset akan dilakukan bersama antara Satgas Akademisi dan perguruan-perguruan tinggi di Indonesia.

"BRIN punya talent yang baik, punya fasilitas yang baik. Kampus juga punya talent yang baik. Ini harus kita sinergikan supaya tidak ada overlap riset," tutur Arif.

Baca juga artikel terkait INOVASI atau tulisan lainnya dari Qonita Azzahra

tirto.id - Flash News
Reporter: Qonita Azzahra
Penulis: Qonita Azzahra
Editor: Fadrik Aziz Firdausi