Massa di TPS Megawati Soraki Prabowo-Sandiaga

Oleh: Dieqy Hasbi Widhana - 17 April 2019
Ada orang yang memilih pasangan Prabowo-Sandiaga di TPS 062 daerah Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tempat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memilih. Ini diketahui saat panitia melakukan penghitungan.
tirto.id - Ada orang yang memilih pasangan Prabowo-Sandiaga di TPS 062 daerah Kebagusan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, tempat Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memilih. Ini diketahui saat panitia melakukan penghitungan.

Tiga surat suara pertama dicoblos pada bagian Jokowi-Ma'ruf. Surat keempatlah yang berisi dukungan untuk Prabowo-Sandiaga.

Saat itulah massa bersorak dengan nada negatif.

"Woo..."

"Huu..."

"Whoo.."

Demikian kata warga.

Di TPS ini pemungutan suara selesai pukul 13.00. Penghitungan baru dimulai satu jam kemudian. Ada 286 orang yang terdaftar dalam DPT di TPS ini.

Megawati sendiri tetap berada di dalam rumah ketika penghitungan dimulai.

Dalam Pilpres 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin diusung oleh koalisi PDI-P, Partai NasDem, PKB, Partai Golkar, PPP, Partai Hanura, PKPI, dan PSI.

Di antara partai-partai pengusung paslon 01 tersebut, PDI-P mendapatkan 18,95 persen suara, diikuti Partai Golkar dengan 14,75 persen suara pada Pemilu 2014.

Sementara PSI dan Partai Perindo adalah dua partai baru tampil pada Pemilu 2019.

Di kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, ada lima partai pengusung. Empat di antaranya sudah berpartisipasi pada Pemilu 2014, yaitu Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS. Satu partai lain adalah pendatang baru pada Pemilu 2019, yaitu Partai Berkarya.

Berdasarkan aturan pemilu dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 pasal 222, pasangan capres dan cawapres dalam Pipres 2019 diusung oleh partai atau gabungan partai politik yang memiliki 20 persen jumlah kursi DPR atau mempunyai 25% suara sah nasional pada Pemilu 2014.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Dieqy Hasbi Widhana
(tirto.id - Hard News)


Penulis: Dieqy Hasbi Widhana
Editor: Gilang Ramadhan