Menuju konten utama

Mahfud Sebut Pengkritik di Medsos Tidak Wakili Pendapat Publik

Mahfud menyebut pemerintah mendengarkan kritik publik yang berkembang di medsos. Akan tetapi tidak semua kritik tersebut mewakili fakta di lapangan.

Mahfud Sebut Pengkritik di Medsos Tidak Wakili Pendapat Publik
Menkopolhukam Mahfud MD memberikan keterangan kepada media terkait penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Selasa (4/7/2023). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa.

tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menyebut pengkritik di media sosial kerap berbicara tanpa fakta. Mayoritas pengkritik di medsos disebut warga yang pernah tinggal di DKI Jakarta dan berada sebagai oposisi.

Mahfud menyinggung tingkat kepercayaan publik terhadap pemerintah tertinggi sepanjang periode kedua Presiden Jokowi. Ia mengutip data survei Litbang Kompas yang menyatakan kepercayaan publik terhadap pemerintah tembus 74,3 persen.

"Tingkat kepercayaan kepada pemerintah sekarang ini mencapai angka tertinggi sepanjang pemerintahan Jokowi periode kedua," ucap Mahfud saat memberi sambutan acara syukuran dan penyerahan hadiah Lomba Kompolnas di Jakarta, Senin 21 Agustus 2023.

Mahfud lantas merinci angka politik dan keamanan berada pada skor 79,3 persen atau lebih tinggi daripada kinerja pemerintah. Kemudian, angka persepsi penegakan hukum naik dari 49,1 persen di awal 2019 menjadi 61,9 persen.

Mahfud mengklaim bahwa pemerintah bekerja secara sungguh-sungguh. Akan tetapi, ia melihat masih ada kritik yang muncul di media sosial. Pemerintah pun mendengar kritik tersebut. Namun, ia menyebut kritik di medsos kerap tidak mewakili fakta.

"Kalau kita melihat medsos ada kritik yang luar biasa itu kita dengarkan dan catat, tetapi medsos itu biasanya kalau kritik tidak mewakili fakta dan pendapat publik karena yang main medsos itu biasa kelas menengah ke atas," tuturnya.

"Kadangkala buzzer-buzzernya itu pengkritik kerasnya, kadangkala ada orang yang memang sudah hidup di Jakarta agak oposisi terhadap pemerintah sehingga memberi kesan selalu jelek padahal ini hasil potret dan semua lembaga survei hampir sama tingkat kepuasaan masyarakat terhadap pemerintah, terhadap penegakan hukum dan terhadap keamanan dan politik itu baik," sambung Mahfud.

Mahfud malah menyebut angka survei dengan poin di atas 7 sudah baik. Ia pun menilai bahwa angka tersebut mirip dengan survei lain.

"Malah kalau diatas 7 itu kan sebetulnya sudah sangat baik karena kalau di atas 7 itu kan sebenarnya sudah termasuk sangat baik kalau sebuah survei kepercayaan dan kepuasan masyarakat," pungkas Mahfud.

Baca juga artikel terkait MAHFUD MD atau tulisan lainnya dari Andrian Pratama Taher

tirto.id - Politik
Reporter: Andrian Pratama Taher
Penulis: Andrian Pratama Taher
Editor: Fahreza Rizky