Luhut Bantah Menhub Budi Karya Gagal Turunkan Harga Tiket Pesawat

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 8 Mei 2019
Luhut Binsar Panjaitan membantah anggapan bahwa Menhub Budi Karya Sumadi gagal menurunkan harga tiket pesawat.
tirto.id - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan membantah tudingan sejumlah pihak yang menilai pemerintah gagal menurunkan harga tiket pesawat.

Luhut juga membela Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang sedang menuai kritik karena dinilai gagal menekan tarif pesawat sampai muncul tagar #PecatBudiKarya di media sosial.

Menurut Luhut, mantan direktur utama angkasa pura II tersebut sejauh ini sudah bekerja dengan baik sebagai menteri perhubungan.

“Enggak, enggak [gagal] lah. Pak Budi itu kan paten, bagus kok,” kata Luhut dalam acara afternoon tea with Menko Luhut di Gedung Menko Kemaritiman, Jakarta pada Rabu (8/5/2019).


Luhut juga memastikan harga tiket pesawat akan turun. Dia mengklaim tarif batas atas (TBA) tiket pesawat sudah turun. “Kan sudah turun harga [batas] atas 15 persen,” ucap Luhut.

Luhut menambahkan Kementerian BUMN dan Garuda Indonesia juga sudah siap menurunkan harga tiket pesawat yang dioperasikan oleh maskapai pelat merah itu.

“Ya tadi dibilang turun. Garuda juga bilang yes. Si Rini [menteri BUMN] juga sudah bilang tuh,” ucap Luhut.


Menurut Luhut, untuk menekan harga tiket pesawat, pemerintah juga memastikan avtur tidak lagi dijual oleh Pertamina saja. Dengan demikian, harga avtur dapat lebih kompetitif karena ada pelaku swasta masuk.

Dia juga menilai masalah harga avtur di Indonesia tidak bisa disamakan dengan di Singapura. Sebab, kata Luhut, harga avtur di Singapura dipengaruhi biaya impor minyaknya yang lebih murah daripada Indonesia.

“Kita mau jangan beda jauh dengan Singapura. Singapura saja, impor [tapi] harga minyaknya lebih murah dari kita,” ucap Luhut.


Baca juga artikel terkait HARGA TIKET PESAWAT atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Addi M Idhom