tirto.id - Lirik lagu Mengheningkan Cipta sering menjadi bagian penting dalam momen penghormatan di Indonesia. Lagu ini menggugah rasa hormat dan mengenang jasa para pahlawan. Meski sering didengar, cerita di balik liriknya jarang diketahui banyak orang.
Lagu ini lahir dari seorang pencipta yang ingin menanamkan kesadaran sejarah. Melalui nada dan kata, lagu ini mengajak pendengar untuk berhenti sejenak dan mengenang. Pesan dalam lagu terasa kuat dan menyentuh.
Makna teks lagu Mengheningkan Cipta yang benar lebih dari sekadar seruan untuk diam dan hening. Ia mengajak merenung tentang pengorbanan dan arti kemerdekaan. Lagu ini menjadi pengingat pentingnya mengenang masa lalu.
Lirik lagu Mengheningkan Cipta Ciptaan Siapa?
Jika kamu bertanya siapa pencipta lagu Mengheningkan Cipta, lagu ini merupakan karya musisi Truno Prawit, seorang komponis asal Solo yang lahir pada 1915. Ia dikenal aktif sebagai bagian dari staf musik di lingkungan Keraton Surakarta.
Truno Prawit Mengheningkan Cipta, menghadirkan penghormatan mendalam bagi para pahlawan bangsa.
Sepanjang hidupnya, ia menggubah beberapa lagu, di antaranya “Mars Diponegoro”, “Rasa Kebangsaan”, “Hari Pahlawan”, “Bersatulah”, dan lain sebagainya.
Lirik dan Chord Lagu Mengheningkan Cipta
Berikut ini adalah lirik dan chord dari lagu “Mengheningkan Cipta”, yang biasa dibawakan dalam upacara kenegaraan. Namun, ada simpang siur mengenai apakah lirik lagu Mengheningkan Cipta yang benar memuji atau memuja.
Selain itu, sebagian orang juga mempertanyakan bagian awal lagu apakah yang benar lirik mengheningkan cipta dengar atau dengan. Perbedaan kecil ini sering menimbulkan kebingungan, terutama saat lagu dinyanyikan dalam upacara resmi.
Lagu ini mengandung penghormatan mendalam kepada para pahlawan bangsa yang telah gugur. Adapun lirik lagu Mengheningkan Cipta yang benar ada di bawah ini. Selain itu, juga disuguhkan chord lagu Mengheningkan Cipta sebagai berikut:
C
Dengan seluruh
F G C
Angkasa raya memuji
F Em Dm C G
Pahlawan negara
C
Nan gugur remaja
F G C
Di ribaan bendera
Dm F G C
Bela nusa bangsa
G C
Kau ku kenang wahai
F Dm D7 G
bunga putra bangsa
C G
Harga.. Jasa..
C B Am G F
Kau cahya pelita
G
Bagi Indonesia
C G C
Merdeka
Notasi Angka Lagu Mengheningkan Cipta
Berikut ini merupakan notasi lagu Mengheningkan Cipta dalam bentuk notasi angka, yang biasa digunakan untuk memainkan lagu tersebut dengan alat musik seperti pianika atau recorder. Notasi lengkapnya disajikan sebagai berikut:
5 | 3 • 4 • 5 | 5 • |
Dengan seluruh
3 1’ | 1’ 7 1’ 6 | 5 • 3 |
Angkasa raya memuji
5 4 3 2 1 | 2 •• |
Pahlawan negara
5 | 3 • 4 5 | 5 • 3 |
Nan gugur remaja
1’ | 1’ 7 1’ 6 5 • 3 |
Diribaan bendera
4 | 3 2 1 2 | 1 • |
Bela nusa bangsa
1 | 2 • 3 1 |
Kau ku kenang
5 • 3 |
Wahai
1’ | 6 6 5 4# | 5 •• |
Bunga putra bangsa
5 | 1’ •• 5 | 2’ |
Harga, jasa
5 | 3’ 2’ 1’ 7 | 1’ |
Kau cahya pelita
7 6 | 5 3 4 2 ||
Bagi Indonesia
3 •• | 2 •• | 1 • ||
Merdeka.
Mengheningkan Cipta Menceritakan tentang Apa?
Lagu "Mengheningkan Cipta" selalu diputar dalam upacara kenegaraan sebagai bentuk penghormatan terhadap para pahlawan yang gugur demi kemerdekaan Indonesia. Melodi lagu ini menyampaikan rasa syukur sekaligus mengenang perjuangan yang telah dilalui bangsa. Lagu tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga semangat dan nilai-nilai perjuangan.
Karya ini diciptakan oleh Truno Prawit, seorang komponis asal Solo yang juga dikenal lewat lagu-lagu nasional lainnya. Lagu ini pertama kali diperkenalkan secara resmi pada upacara Hari Pahlawan tahun 1958 di Ambon oleh Presiden Soekarno. Sejak itu, lagu ini menjadi bagian penting dari tradisi upacara resmi di berbagai daerah.
Saat lagu dimainkan, peserta upacara diminta mengheningkan cipta sebagai wujud penghormatan dan doa bagi para pahlawan. Pertanyaan seperti “apa isi lagu Mengheningkan Cipta” kerap muncul, karena keheningan yang tercipta membawa suasana khidmat dan penuh makna.
Lagu ini tidak hanya sebagai penghormatan, tapi juga pengingat bahwa kemerdekaan harus terus dijaga dengan penuh rasa tanggung jawab.
Secara makna, dalam lirik “Nan gugur remaja diribaan bendera” dan “Bela nusa bangsa”, menunjukkan bahwa pahlawan adalah orang yang gugur demi menegakkan bendera negara dan demi membela nusa-bangsa Indonesia.
Melalui lirik tersebut, ia ingin menyampaikan, sosok “pahlawan sejati” adalah seseorang yang gagah dan berani, serta rela mengorbankan apa pun untuk sebuah kebenaran, yakni membela nusa dan bangsa.
Begitu juga halnya pada dua lirik di akhir lagu, “Kau Cahya pelita” dan “Bagi Indonesia merdeka”. Dua penggalan lirik tersebut menggambarkan bahwa para pahlawan bagaikan lampu yang memberikan cahaya dan dengan cahaya lampu tersebut, mereka mampu menuntun Indonesia menjadi negara yang merdeka.
Pembaca yang ingin mempelajari informasi lainnya tentang Lagu Nasional dapat mengunjungi tautan di bawah ini.
Penulis: Ahmad Efendi
Editor: Alexander Haryanto
Penyelaras: Yulaika Ramadhani & Satrio Dwi Haryono
Masuk tirto.id






































