Lionel Messi Lebih Besar dari Barcelona

Oleh: Mutaya Saroh - 17 Februari 2017
Di mata Javier Mascherano, Lionel Messi lebih besar dibandingkan dengan Barcelona. Hal itu mematahkan pepatah kuno yang menyebutkan klub lebih besar ketimbang "satu pemain".
tirto.id - Di mata Javier Mascherano, Lionel Messi lebih besar dibandingkan dengan Barcelona. Hal itu mematahkan pepatah kuno yang menyebutkan klub lebih besar ketimbang "satu pemain". Pernyataan Mascherano itu mengemuka ketika Barcelona menderita kekalahan dari Paris Saint-Germain dalam laga leg pertama Liga Champions pekan ini.

Banyak pihak menyebutkan bahwa peluang Barcelona menipis untuk menebus kekalahan dalam laga leg kedua, sebagaimana dikutip dari laman ESPN.

"(Messi) pemain unik dan tak tergantikan," kata Mascherano kepada majalah Barcelona.

Seperti dilansir dari Antara, Jumat (17/2/2017) ia menambahkan, "Messi pemain unik. Dengan begitu kita sedang berbincang mengenai pemain terbaik sepanjang perjalanan sejarah, bagi klub ini, dan bagi olah raga."

"Banyak orang penting datang kemudian meninggalkan klub dalam beberapa tahun belakangan ini, hanya saja fans tetap setia bersama klub. Toh tim masih eksis dan mampu meraih kemenangan," kata Macherano yang merupakan pemain sepak bola asal Argentina.

"Tidak. Klub memang lebih besar dari pemain dan dari manajer manapun. Ini tidak berlaku bagi Leo (Messi). Ini kenyataannya, dan anda harus menerimanya," tegas Mascherano,

Messi akan berusia 30 tahun pada tahun ini. Klub kini berada dalam tekanan berkaitan dengan pembatasan gaji di Liga Spanyol. Barcelona mengeluarkan dana tidak kecil, manakala merekrut Luis Suarez dan Neymar.

Klub-klub Spanyol kini hanya dibolehkan berbelanja pemain sebanyak 70 persen dari total pendapatan klub. Belakangan, banyak klub di Liga Spanyol mengalami "pendarahan" dalam pembiayaan setelah menggelontorkan banyak uang untuk membeli pemain.

Baca juga artikel terkait LIONEL MESSI atau tulisan menarik lainnya Mutaya Saroh
(tirto.id - Olahraga)

Reporter: Mutaya Saroh
Penulis: Mutaya Saroh
Editor: Mutaya Saroh