Menuju konten utama
Hari Natal 2018

Legenda & Sejarah Sinterklas: Dambaan Anak-anak di Malam Natal

Sinterklas digambarkan sebagai sosok orang tua baik hati yang selalu ditunggu oleh anak-anak di malam Natal.

Legenda & Sejarah Sinterklas: Dambaan Anak-anak di Malam Natal
Seorang berkostum Sinterklas yang ditunggu anak-anak setiap Natal. ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho

tirto.id - Sinterklas atau Santa Claus berawal dari legenda atau cerita rakyat di sejumlah negara di Eropa. Meskipun begitu, sosok Sinterklas yang kerap diidentikkan dengan malam Natal memiliki sejarah yang berangkat dari kisah nyata. Seorang uskup yang hidup pada abad ke-4 Masehi bernama Saint Nicholas diyakini sebagai representasi sang Santa.

Orang mengira Sinterklas datang dari Kutub Utara. Namun, dikutip dari Ensiklopedi Gereja (2005) karya Adolf Heuken, Saint Nicholas adalah seorang uskup dari Myra, kota kecil yang pernah menjadi bagian dari Imperium Romawi, tepatnya di wilayah Turki sekarang.

Saint Nicholas sangat menyayangi anak-anak dan selalu membantu orang yang sedang kesusahan sehingga ia dianggap bak orang suci. Gerry Bowler dalam buku Santa Claus: A Biography (2007) mengungkapkan, Saint Nicholas dikenal sebagai pembawa hadiah-hadiah ajaib karena dua kisah dalam hidupnya, terlepas apakah cerita itu benar atau hanya dongeng belaka.

Dikisahkan, Uskup Nicholas pernah menyelamatkan tiga perempuan muda dari kehidupan kelam. Ia diam-diam memberikan emas dalam jumlah besar kepada ayah ketiga gadis yang sama-sama miskin itu. Emas tersebut bisa digunakan membiayai pernikahan ketiga gadis tersebut sehingga mereka batal menjadi pekerja prostitusi.

Kisah lainnya adalah ketika Saint Nicholas memasuki sebuah penginapan yang pemiliknya baru saja membunuh tiga anak laki-laki. Konon, ia bisa membuat menghidupkan ketiga bocah tersebut. Kisah inilah yang membuat Saint Nicholas disebut sebagai pelindung anak-anak.

Cerita kebaikan Saint Nicholas terus terawat sepanjang abad, bahkan hingga hari ini. Sosok inilah yang kemudian dicitrakan sebagai Santa Claus atau Sinterklas dengan wujud orang tua berjanggut putih yang murah senyum, berpakaian merah, dan kehadirannya yang selalu dinanti anak-anak di malam Natal.

Santa Claus atau Sinterklas masih punya beberapa nama panggilan, ada yang menyebut Kris Kringle, juga Father Christmas. Menurut Heuken (2005), figur Sinterklas yang membawa hadiah pada malam Natal itu merupakan sekularisasi tokoh Saint Nicholas yang sebenarnya.

Baca juga artikel terkait NATAL atau tulisan lainnya dari Maria Ulfa

tirto.id - Sosial budaya
Penulis: Maria Ulfa
Editor: Iswara N Raditya