tirto.id - Demo kembali dikabarkan digelar hari ini, 29 Agustus 2025 di sejumlah wilayah. Ini merupakan aksi lanjutan dari Demo Buruh, 28 Agustus 2025 lalu.
Demo lanjutan ini merupakan imbas dari aksi Demo Buruh yang menewaskan seorang pengemudi ojol,Affan Kurniawan (21), karena dilindas mobil rantis Brimob. Publik, baik secara langsung maupun melalui media sosial, turut melayangkan kecaman dan menyerukan aksi yang digelar hari ini.
Jika pada Demo Buruh kemarin massa aksi fokus pada tuntutan menolak sistem outsourcing hingga mengesahkan RUU Perampasan Aset, kali ini tuntutan ditambah. Di antaranya, meminta terduga pelaku pelindasan diadili; menuntut reformasi menyeluruh di tubuh POLRI; dan mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mundur atau diganti.
Kumpulan Slogan Demo 29 Agustus 2025 Bisa Diunggah di Medsos
Aksi lanjutan 29 Agustus 2025 ini salah satunya digelar di Jakarta. Selain itu, di beberapa wilayah, seperti Bandung, Malang, Surabaya, juga menggelar aksi yang sama.
Masyarakat dapat mengikuti aksi ini di daerah masing-masing. Namun, tidak hanya secara langsung, publik juga tetap dapat bersuara melalui media sosial (medsos). Berikut ini kumpulan slogan demo 29 Agustus 2025 yang bisa diunggah di medsos.
- “Menolak kekerasan aparat!”
- “Kanjuruhan belum tuntas!”
- “Polisi pembunuh!”
- “Rakyat ingin revolusi”
- “Bubarkan POLRI!”
- “Reformasi atau bubarkan POLRI”
- “Jangan sok Israel, ini Indonesia!”
- “Di kota ini, polisi bukanlah solusi. Mereka justru bagian dari masalah.” –Robocop, 1987
- “Who do you call when police murders?”
- “Affan Kurniawan dibunuh polisi. Ingat-ingat!”
- “Diam ditindas, aksi dilindas.”
- “Kemarin Kanjuruhan, kemarin lagi Gamma, sekarang Affan. Besok, bisa jadi kita.”
- “Forever ACAB, all cops are bastards!”
- “Terbentur, terbentur, terbentuk? Boekan. Terbentur, tertindas, terlindas.
- “Lanjut kuliah, oke. Ga lanjut juga oke. Asal ga jadi polisi.”
- “Yang tidak terjadi kepadamu, bukan berarti tidak mengancammu. Forever 1312!”
- “All cops are killers.”
- “Peringatan! Polisi membunuhmu.”
- “Mereka bukan meninggal, tapi dibunuh.”
- “Segera tanggung jawab, aparat keparat!”
- “Yang hitam bukan hanya September, tapi setiap bulan.”
- “Yang harusnya dilindas itu polisi tidur.”
- “Jalanan seharusnya menjadi ruang perjuangan, bukan liang kematian. Kami mengecam kekerasan yang melindas suara rakyat.”
- “Masih bisa joget, bapak-ibu terhormat?”
- “Aparat melindas yang tertindas.”
- “We paid taxes not just to die.”
- “Rapatkan barisan, lawan ketidakadilan dan penindasan.”
- “Hand in hand, we rise and resist.”
- “Hati-hati banyak polisi brutal.”
- “Polisi bukan teman kita!”
- “Public enemy itu bernama polisi.”
- “Solidaritas satu aspal, satu jalanan. Affan Kurniawan dilindas dan dibunuh polisi.”
- “Adili aparat pelindas Affan Kurniawan!”
- “Darurat kekerasan negara.”
- “Adili pembunuh rakyat!”
- “Polisi pembunuh masyarakat.”
- “Tidak ada kabar baik di negeri ini.”
- “Bangsa yang besar, besar dosanya.”
- “Mobil polisi dibeli menggunakan uang rakyat, tapi malah dipakai untuk melindas.”
Pembaca yang ingin mengetahui informasi lebih banyak mengenai kekerasan polisi dalam menangani demonstrasi dapat mengakses kumpulan artikel sejenis melalui tautan berikut ini.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Wisnu Amri Hidayat
Masuk tirto.id





























