tirto.id - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak memimpin upacara pelepasan tiga jenazah prajurit TNI yang gugur dalam misi perdamaian di Lebanon.
Maruli bertindak sebagai Inspektur Upacara dalam apel yang digelar di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Sabtu (4/4/2026) malam.
Berdasarkan pantauan Tirto di lokasi, tampak pihak keluarga juga hadir dalam upacara tersebut. Adapun peti jenazah ketiga prajurit dibalut dengan bendera Merah Putih.
Upacara dimulai pada pukul 19.22 dengan prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada pihak negara yang diwakili oleh Maruli.
"Saya, Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, jabatan Kepala Staf Angkatan Darat, atas nama negara, bangsa, dan Tentara Nasional Indonesia menerima jenazah Mayor Infanteri Anumerta Julmi Aditya Iskandar, Sertu Anumerta Muhammad Nur Ikhwan, Kopda Anumerta Farizal Romadon," kata Maruli.Setelah menjalani upacara pelepasan, nantinya ketiga jenazah itu akan diterbangkan kampung halaman masing-masing."Selanjutnya jenazah almarhum akan diberangkatkan ke tempat pemakamannya untuk dimakamkan secara militer," ucapnya.
Penghormatan Terakhir bagi Pahlawan Perdamaian

Kepulangan ketiga prajurit TNI yang gugur dalam misi UNIFIL di Lebanon Selatan menjadi momen duka mendalam bagi bangsa.
Jenazah tiba di Ruang VVIP Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (4/4/2026). Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung memberikan belasungkawa kepada keluarga ahli waris dan memberikan penghormatan di depan peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih.
Adapun identitas prajurit yang gugur dan menerima kenaikan pangkat luar biasa (Anumerta) tersebut adalah: Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
Setelah sesi takziah bersama Presiden, prosesi dilanjutkan dengan upacara pelepasan militer yang dipimpin oleh KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak. Jenazah kemudian diterbangkan menuju rumah duka di Bandung dan Yogyakarta melalui Lanud Halim Perdanakusuma.

Sebelum dipulangkan ke Indonesia, pihak UNIFIL telah menggelar upacara militer di Beirut, Lebanon (2/4). Sebagai bentuk penghargaan tertinggi PBB, Force Commander UNIFIL menyematkan Scarf PBB di atas peti jenazah ketiga prajurit sebagai pengakuan atas dedikasi mereka menjaga perdamaian dunia.
Penulis: Naufal Majid
Editor: Rina Nurjanah
Masuk tirto.id
































