Menuju konten utama

Korut dan Korsel akan Berdialog Pertama Kalinya Setelah Dua Tahun

Perundingan Korut dan Korsel itu akan menjadi yang pertama sejak Desember 2015 dan akan berlangsung di sebuah desa di zona demiliterisasi (DMZ).

Korut dan Korsel akan Berdialog Pertama Kalinya Setelah Dua Tahun
Korea Selatan dan tentara AS di desa gencatan senjata Panmunjom di Zona Demiliterisasi (DMZ) membagi dua Korea. FOTO/REUTERS

tirto.id - Korea Utara telah menyetujui tawaran Korea Selatan untuk mengadakan pembicaraan minggu depan, dalam pertemuan tingkat tinggi pertama kalinya antara kedua negara selama lebih dari dua tahun.

Perundingan itu akan menjadi yang pertama sejak Desember 2015 dan akan berlangsung di sebuah desa yang berada di zona demiliterisasi (DMZ) antara kedua negara. Pertemuan ini muncul di tengah kekhawatiran internasional mengenai rudal balistik Pyongyang dan program nuklirnya.

Pembicaraan awal diperkirakan akan berfokus pada kemungkinan partisipasi Korea Utara di Olimpiade Musim Dingin bulan depan di kota Pyeongchang, Korea Selatan.

"Prioritasnya adalah partisipasi Korea Utara dalam Olimpiade Musim Dingin PyeongChang," kata seorang pejabat tingkat tinggi tanpa menyebut nama di kantor kepresidenan Cheong Wa Dae, Jumat (5/1/2018).

Namun keduanya juga akan berbicara tentang perbaikan keseluruhan hubungan setelah satu tahun Korea Utara meningkatkan ketegangan di semenanjung Korea dengan serangkaian peluncuran rudal dan uji coba nuklir keenam dan paling kuat.

"Saya yakin akan ada diskusi terkait peningkatan hubungan dengan Korea Utara setelah partisipasi mereka di Olimpiade selesai," tambah pejabat tersebut, seperti dilansir kantor berita Yonhap.

Pyongyang memberi tahu Seoul bahwa mereka telah menerima tawaran perundingan di desa gencatan senjata di Panmunjom pada Jumat pagi, menurut kementerian unifikasi Korea Selatan.

"Kedua pihak memutuskan untuk membahas masalah tingkat kerja dengan bertukar dokumen," kata Baik Tae-hyun, juru bicara kementerian, dalam sebuah konferensi pers, seperti dilansir The Guardian.

Korea Utara sebelumnya telah sepakat untuk mengadakan dialog antar-Korea pada Selasa (2/1/2018) untuk membahas pengiriman delegasinya ke Olimpiade PyeongChang yang akan diselenggarakan dari 9-25 Februari.

Pada Kamis (4/1/2018), Presiden Korea Selatan Moon Jae-in dan rekannya, Presiden AS Donald Trump setuju untuk menunda latihan militer gabungan reguler mereka sampai Olimpiade Musim Dingin itu berakhir. Ini dimaksudkan untuk mendorong partisipasi Korea Utara dan mengurangi ketegangan selama pertandingan olahraga tersebut.

Korea Utara menganggap latihan militer bersama sebagai latihan untuk invasi dan sering menyebut AS sebagai penghalang bagi pencairan hubungan antar-Korea.

Dalam percakapan teleponnya dengan Trump, presiden Korea Selatan tersebut menegaskan bahwa dialog antar-Korea hanya akan membantu upaya persekutuan mereka untuk menyingkirkan senjata nuklir Korea Utara.

"Kami akan segera berkonsultasi dengan Amerika Serikat dalam proses dialog Korea Utara-Korea Selatan dan kami yakin bahwa dialog akan membantu menciptakan suasana untuk dialog antara AS dan Korea Utara dalam menyelesaikan masalah nuklir Korea Utara," kata Moon seperti dikutip Yonhap.

Baca juga artikel terkait KONFLIK KOREA atau tulisan lainnya dari Yuliana Ratnasari

tirto.id - Politik
Reporter: Yuliana Ratnasari
Penulis: Yuliana Ratnasari
Editor: Yuliana Ratnasari