Kontroversi Kim Ji-young, Born 1982 & Kisah yang Harus Diceritakan

Oleh: Nuraini Ika - 28 Oktober 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kim Ji-young, Born 1982, film yang diadaptasi dari novel berjudul sama, tak luput dari kontroversi karena tema yang diangkat. Berikut penjelasannya.
tirto.id - Kim Ji-young, Born 1982 adalah film Korea yang diadaptasi dari novel berjudul sama. Film ini tak luput dari kontroversi karena tema yang diangkat. Resmi rilis di negaranya pada Rabu (23/10/2019), film ini akan tayang di Indonesia pada 20 November 2019.

Novel “Kim Ji-young, Born 1982” karya Cho Nam-ju sejak awal dirilis pada Oktober 2016 sempat menuai pro dan kontra lantaran mengangkat isu feminisme yang masih dianggap tabu di Korea Selatan.

Beberapa idol Korea seperti Irene Red Velvet dan artis Seo Ji Hye juga mendapat hujatan lewat media sosial lantaran membuat postingan terkait buku itu.

"Dia harus tahu bahwa sebagian besar penggemarnya adalah laki-laki," kata seorang pengguna media sosial.

"Dia sebenarnya sudah menyatakan sebagai seorang feminis, dan aku bukan lagi penggemarnya,” ujar penggemar Irene di media sosial, demikian sebagaimana diwartakan The Korea Herald.

Terkait kontroversi tersebut, Kim Do-Young yang duduk di kursi sutradara film Kim Ji-young, Born 1982 menegaskan kisah dalam novel itu harus diceritakan.

"Sebagai seorang ibu dari dua anak, seorang putri dan perempuan yang tinggal di masyarakat, banyak sekali bagian (di dalam novel) yang bisa saya rasakan," ujarnya, kembali mengutip The Korea Herald.

Kim Do-Young menambahkan, "mengingat novelnya memperlihatkan sejumlah topik diskusi bagi masyarakat, ada tekanan soal apakah saya bisa menciptakan sebuah film dan menjaga nilai orisinilnya, apalagi ini film besar pertama saya. Tetapi, saya pikir kisahnya penting untuk dikatakan, dan yang harus diceritakan.”

Dilansir Soompi, saat menghadiri konferensi pers film tersebut, artis Jung Yu-mi yang memerankan Kim Ji-Young bercerita bahwa karakter Kim Ji-Young membuat ia teringat akan orang-orang di sekitarnya.

“Saya belum menikah dan belum pernah memiliki anak. Alih-alih berhubungan dengan [karakter], saya diingatkan oleh orang lain di sekitar saya. Saya merasa menyesal karena saya berpikir bahwa saya mungkin berpaling [dari masalah mereka] dengan alasan sibuk, dan saya juga ingin memahami perasaan mereka," ujar Jung Yu-mi.

Jung Yu-mi mengatakan bahwa ia sadar terjadi pro dan kontra saat ia dikabarkan menerima tawaran untuk bermain dalam film tersebut. Tetapi, menurutnya tidak ada masalah saat kita membuat cerita yang ingin diceritakan dan ditunjukan kepada orang lain.

Dibintangai Gong Yoo dan Jung Yu-mi, sama dengan novel aslinya, film ini secara keseluruhan menceritakan Kim Ji-Young (Jung Yu-mi) seorang wanita biasa yang mulanya bekerja di agensi kehumasan.

Kim Ji-Young kemudian menikah dan memiliki seorang anak. Saat diketahui sedang hamil, Kim Ji-Young dipaksa berhenti dari pekerjan yang selama ini ia gandrungi dan harus menjadi ibu rumah tangga seutuhnya.

Ji-Young banyak hal di kehidupan barunya sekaligus terperangkap dalam rutinitas sehari-hari, hingga membuat ia perlahan kehilangan jati dirinya.

Lambat laun, Ji-young mulai berbicara atau berperan menjadi orang lain, ia kadang berbicara seperti ibunya, atau seperti kakak perempuannya dan orang-orang yang lain, demikian dilansir Asian Wiki.




Baca juga artikel terkait FILM KOREA atau tulisan menarik lainnya Nuraini Ika
(tirto.id - Film)

Kontributor: Nuraini Ika
Penulis: Nuraini Ika
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight