Olimpiade Tokyo

Komite Olimpiade Internasional Bahas Dampak Pandemi COVID-19

Oleh: Oryza Aditama - 28 Mei 2020
Dibaca Normal 1 menit
Komite Olimpiade Internasional (IOC) mengadakan pembicaraan untuk membahas dampak pandemi virus Corona (COVID-19), termasuk Olimpiade 2021.
tirto.id - Ketua Komite Olimpiade Internasional (IOC), Thomas Bach, mengadakan rangkaian pembicaraan dengan negara-negara anggota untuk membahas dampak pandemi virus Corona (COVID-19). Pandemi telah menggeser jadwal Olimpiade Tokyo 2020 ke tahun 2021.

Melalui rapat virtual, Thomas Bach membahas persoalan tersebut bersama 100 negara anggota IOC yang terbagi dalam 3 sesi berbeda, disesuaikan dengan zona waktu setempat dan bahasa yang digunakan.

“IOC hari ini mengadakan serangkaian konsultasi internal dengan anggota IOC untuk mendengar dari mereka sebagai persiapan sidang IOC yang digelar dewan eksekutif IOC, 10 Juni 2020,” jelas IOC dalam pernyataannya, dilansir AFP dan dikutip oleh Antara, Kamis (28/5/2020).

Menurut sumber AFP, dalam pembicaraan tersebut Thomas Bach hendak mendengar langsung pendapat sejumlah negara anggota tentang penanganan serta konsekuensi pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Thomas Bach juga ingin mengetahui berbagai “pemikiran, gagasan, dan pengalaman semua anggota di seluruh dunia,” imbuh sumber AFP tersebut.

Dalam sesi pembahasan kali ini Thomas Bach disertai oleh Direktur Eksekutif Olimpiade Christophe Dubi, Direktur Olahraga IOC Kit McConnel, Direktur Jenderal IOC Christophe de Kepper, juga Chief Operating Oficer Lana Haddad.

Tak hanya itu, Direktur Medis dan Sains IOC Richard Budgett dikatakan juga turut serta untuk membahas berbagai isu yang menyangkut perkembangan vaksin COVID-19.


Olimpiade Tak Bisa Digeser Lagi

Pekan lalu, Thomas Bach sempat memberikan pernyataan yang mengindikasikan bahwa pergeseran jadwal Olimpiade Tokyo ke tahun 2021 sebagai opsi terakhir, penundaan tidak akan terus dilakukan. Olimpiade Tokyo akan dibatalkan jika pandemi Corona masih belum terkendali hingga tahun depan.

“Sejujurnya saya memiliki beberapa pemahaman untuk ini, karena Anda tidak bisa selamanya memperkerjakan 3000 atau 5000 orang di Komite Penyelenggara,” ujar Bach kepada BBC yang dikutip oleh Reuters, Kamis (21/5/2020).


“Anda tidak bisa setiap tahun mengubah seluruh jadwal olahraga di seluruh dunia dari semua federasi besar. Anda tidak bisa membuat para atlet berada dalam ketidakpastian,” imbuh Bach.

Pada akhir bulan Maret lalu, IOC merilis pengumuman resmi untuk menunda penyelenggaraan Olimpiade Tokyo sebagai imbas dari pandemi COVID-19. Ajang olahraga 4 tahunan yang sedianya dihelat mulai 24 Juli sampai 9 Agustus 2020 tersebut, digeser menjadi 23 Juli sampai 8 Agustus 2021.

Demi meringankan beban akibat penundaan Olimpiade Tokyo, IOC juga telah menyisihkan dana senilai 800 juta dolar AS untuk membantu pihak penyelenggara kejuaraan serta sejumlah federasi olahraga yang terdampak. Sejauh ini persiapan Olimpiade Tokyo telah menelan biaya hingga 12,6 miliar dolar AS.

Baca juga artikel terkait OLIMPIADE 2020 atau tulisan menarik lainnya Oryza Aditama
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Oryza Aditama
Penulis: Oryza Aditama
Editor: Iswara N Raditya
DarkLight