Klub Liga Inggris Ganti Nama Jersi Pemain dengan Black Lives Matter

Oleh: Ikhsan Abdul Hakim - 12 Juni 2020
Dibaca Normal 1 menit
Klub-klub Premier League bersepakat mencantumkan tulisan "Black Lives Matter" di jersi pemain saat pertandingan pekan pertama restart Liga Inggris.
tirto.id - Klub-klub Premier League berencana menuliskan slogan "Black Lives Matter" di jersi pemain, yang menggantikan tulisan nama pemain di atas nomor punggung.

Langkah untuk mendukung gerakan antirasisme tersebut bakal didemonstrasikan pada laga pekan pertama restart Liga Inggris, yang mulai berlangsung 17 Juni mendatang.

Keputusan ini merupakan hasil rapat klub-klub Premier League pada Kamis (11/6/2020), waktu setempat. Rapat itu membahas sejumlah inisiatif terkait gerakan Black Lives Matter dan pandemi COVID-19.

Rencana mengganti nama di jersi pemain tersebut merupakan usulan sekelompok kapten klub dan Asosiasi Sepak Bola Profesional (PFA). Rapat pada hari Kamis menghasilkan kesepakatan bahwa klub akan menyediakan jersi khusus untuk pekan pertama restart Premier League.

Selain slogan di jersi, pemain juga diperbolehkan berlutut sebelum laga sebagai simbol kecaman terhadap rasialisme. Ban bertuliskan Black Lives Matter pun rencananya akan dikenakan pemain di pertandingan Liga Inggris.

Para pemain Premier League juga diperbolehkan melakukan selebrasi dengan melepas jersi untuk menunjukkan dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter. Wasit diminta tidak memberi sanksi kartu kuning terhadap pemain yang melakukan selebrasi dengan cara tersebut.

Manajer Brighton & Hove Albion, Graham Potter menyatakan, kampanye Premier League tersebut penting dilakukan untuk mendukung penolakan terhadap diskriminasi minoritas dan rasial.

Eks manajer Ostersund ini menggarisbawahi, sedikitnya manajer atau pelatih kulit hitam dan etnis minoritas lain di sepak bola.

"Anda menginginakan sepak bola yang meritokratis, Anda ingin orang terbaik yang dipekerjakan, dan kita mengira itulah yang seharusnya terjadi," kata Potter

"Tetapi realitasnya, secara historis, atas alasan apa pun, ada kelompok yang tidak bisa mendapat kesempatan dan kita harus mengerti mengapa hal itu terjadi," ucap Potter kepada The Guardian.

"Kita harus mengerti konteks historisnya dan mendidik diri kita sendiri agar mengerti apa yang terjadi hari ini dan konteks yang kita hadapi," lanjut Potter.

Gerakan antirasisme dengan slogan Black Lives Matter belakangan mendunia, serta mendapatkan dukungan dari banyak atlet dan pesohor, karena dipicu protes atas kematian George Floyd, warga kulit hitam AS yang meninggal akibat tindakan brutal polisi.

Selain dukungan terhadap gerakan Black Lives Matter, Premier League juga hendak menghormati korban pandemi COVID-19.

Sebelum pertandingan pekan pertama restart Liga Inggris dimulai, semua orang di stadion bakal mengheningkan cipta selama satu menit.

Lencana berbentuk jantung juga dipersiapkan, sebagai simbol penghormatan kepada para petugas kesehatan di Inggris yang berjuang selama pandemi.

Terkait teknis pertandingan, Premier League juga menambahkan sejumlah detail penyelenggaraan yang berbeda dari sebelumnya.

Di antaranya adalah sistem untuk mengganti bola yang dimainkan saat laga, karena tak akan ada anak gawang di pertandingan.

Para pemain juga diminta tidak meludah dan membuang ingus di lapangan, serta tetap mematuhi protokol penjarakan fisik saat melakukan selebrasi gol.

Namun, staf klub dan para pemain tidak diwajibkan memakai masker di stadion. Aturan ini sedikit berbeda dari protokol di Bundesliga Jerman, yang hanya mengizinkan pemain mencopot masker saat bertanding.

Klub-klub Premier League sudah menyetujui protokol pertandingan di Liga Inggris tersebut pada Kamis (11/6) kemarin. Dengan demikian, restart Liga Inggris semakin pasti bisa digelar mulai 17 Juni 2020 mendatang.


Baca juga artikel terkait LIGA INGGRIS atau tulisan menarik lainnya Ikhsan Abdul Hakim
(tirto.id - Olahraga)

Kontributor: Ikhsan Abdul Hakim
Penulis: Ikhsan Abdul Hakim
Editor: Addi M Idhom
DarkLight