KKN di Desa Penari dan Manfaat Cerita Horor untuk Kesehatan

Oleh: Dipna Videlia Putsanra - 1 September 2019
Dibaca Normal 2 menit
Membaca cerita horor seperti "KKN di Desa Penari" bisa memberikan manfaat untuk kesehatan.
tirto.id - Cerita horor berjudul "KKN di Desa Penari" viral di media sosial Twitter. Kisah ini mengangkat cerita KKN di Desa Penari yang disebutkan terjadi pada pertengahan tahun 2009 di Kota B, satu nama kota di Jawa Timur yang disamarkan.

KKN di Desa Penari mengisahkan petualangan horor 6 orang yang namanya disamarkan sebagai Bima, Anton, Ayu, Widya, Nur, dan Wahyu di kota B yang penuh misteri. Mereka bertemu dengan Badarawuhi, jin yang konon merupakan penari di daerah tersebut.

Membaca atau menonton cerita horor ternyata memiliki manfaat bagi kesehatan. Davis DiSalvo menulis di Forbes, penelitian menyebutkan, mencari, menonton, atau membaca sesuatu yang menakutkan dapat memberikan penyeimbang pada tekanan hidup. Ini juga menjadi cara yang efektif untuk mengurangi kecemasan dan meningkatkan ketahanan diri.

Ketika seseorang membaca atau menonton sesuatu yang menyeramkan, hal itu akan memicu respons fight-or-flight atau pertarungan dan pelarian, terutama di lingkungan tempat tinggal. Teori ini mirip dengan pemikiran di balik terapi yang digunakan untuk mengobati fobia.

Semakin banyak seseorang mengalami atau menonton sesuatu yang memicu kecemasan secara terkontrol maka itu akan membuat seseorang semakin mampu untuk menghadapi kecemasan di dunia nyata.

Manfaat lain adalah hal-hal horor mampu menumbuhkan "stres yang baik." Meskipun stres identik dengan banyak masalah dalam hidup, penelitian menunjukkan stres yang dapat dikelola menawarkan beberapa manfaat, seperti menghasilkan respons kekebalan yang memperkuat sistem kekebalan terhadap ancaman yang lebih besar.

Bisa jadi menonton horor seperti memberi diri suntikan stres kecil yang mengkatalis ketahanan diri. Sebuah penelitian telah menemukan hubungan yang signifikan antara meningkatnya sistem kekebalan tubuh karena efek cerita horor.

DiSalvo juga menuliskan, menonton atau membaca cerita misteri juga dapat meningkatkan suasana hati. Teori ini muncul dalam sebuah buku berjudul, Scream: Chilling Adventures in the Science of Fear, yang ditulis Margee Kerr.

Inti dari teori ini adalah, ketika seseorang menonton film seram, ia membanjiri sistem saraf dengan neurotransmiter dan hormon, dari dopamin hingga adrenalin yang menghasilkan euforia ringan dan meningkatkan mood. Efek yang dicari banyak orang ketika mengendarai roller coaster.

Selain beberapa manfaat di atas, India Times menuliskan, cerita horor bisa membakar kalori. Sebuah studi yang dilakukan pada 2012 oleh University of Westminster di Inggris meminta 10 orang untuk menonton film-film menakutkan yang berbeda.

Denyut jantung, keluaran karbon dioksida dan asupan oksigen dari orang-orang ini dipantau saat mereka menonton film. Orang yang menonton film paling menakutkan panik dan melompat beberapa kali yang menyebabkan pembakaran kalori.

Studi lain yang diterbitkan dalam Journal Stress mengungkapkan, cerita menakutkan juga dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh untuk jangka pendek dengan meningkatkan sirkulasi darah dan sel darah putih (melawan infeksi). Serupa dengan yang diungkap DiSalvo di Forbes, hal ini meningkatkan respons fight-or-flight seseorang.

Naskah atau cerita menakutkan juga seringkali didasarkan pada pemikiran dan hal-hal realistis yang membuat seseorang merasa takut di kenyataan.

Subjek dan adegan dibuat dari skenario dunia nyata yang dapat membuat takut. Karena subjek, situasi dan skenario sangat dekat dengan kehidupan yang sebenarnya, ini membantu seseorang dalam untuk kebal dan menghadapi ketakutan dengan lebih baik di dunia nyata.

Namun, semua manfaat di atas belum tentu dirasakan semua orang. Orang yang tidak merasakan sensasi setelah membaca atau menonton cerita menyeramkan tidak akan merasakan manfaat yang disebutkan di atas.

Untuk menikmati manfaat dari cerita horor, seseorang perlu merasa takut saat menontonnya. Jadi, pastikan pilih film atau cerita horor yang benar-benar membuat bulu kuduk merinding.


Baca juga artikel terkait KISAH HOROR atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - Sosial Budaya)

Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH
DarkLight