Kereta Api Membelah Danau Merah Jambu Penghasil Garam di Siberia

Kontributor: Ali Zaenal, tirto.id - 9 Jun 2023 00:00 WIB
Dibaca Normal 4 menit
Danau Burlinskoye merupakan salah satu danau deposit garam terbesar di Siberia Barat. Menjadi andalan Kekaisaran Rusia sejak abad ke-17.
tirto.id - Pada beberapa kesempatan, Catherine Yang Agung sering menolak garam lain selain garam Siberia di jamuan makannya. "Mulai sekarang, saya perintahkan untuk membawa ke meja Tsar hanya garam Siberia," perintahnya.

Catherine Yang Agung atau Yekaterina II merupakan Permaisuri Rusia dari tahun 1762 hingga 1796. Ia meneruskan tradisi kerajaan yang mengagumi kenikmatan garam Siberia sebagaimana pendahulunya. Beberapa garam dihasilkan dari produksi kuno Danau Elton dan Danau Burlinskoye.

Pada 1720, Peter II memerintahkan pembangunan pabrik garam di kedua danau tersebut dan berhasil memproduksi garam dalam jumlah besar untuk keluarga besar kerajaan. Bertahun-tahun kemudian, tinggal Danau Burlinskoye yang menjadi sumber utama garam bagi Kekaisaran Rusia karena kandungannya yang melimpah.

Pemasok Garam Pabrik Kerajaan

Selama berabad-abad garam adalah komoditas berharga di Rusia dan sering digunakan sebagai bentuk pertukaran mata uang. Kerajaan Rusia sering memasukkan tambang garam dalam aset kekayaan mereka. Garam digunakan untuk mengawetkan makanan serta pembuatan sabun dan gelas.

Danau Burlinskoye yang terletak di Altai Krai, masuk ke dalam Distrik Krutikhinsky, tidak jauh dari kota Slavgorod, merupakan rumah bagi pabrik penambangan garam. Danau ini berada pada ketinggian 86,6 meter di atas permukaan laut, memiliki panjang sekitar 32 kilometer dan lebar 16 kilometer dengan kedalaman kedalaman maksimal rata-rata sekitar 2,5 meter pada titik tertentu.

Danau Burlinskoye juga merupakan salah satu danau deposit garam terbesar di Siberia Barat, berada di dekat perbatasan Kazakhstan dan memiliki sejarah panjang sebagai penghasil garam dan mineral sejak abad ke-17.

Penamaan Burlinskoye merujuk pada permukiman Bursol yang didirikan tahun 1768 oleh penambang Ural Prokofy Davydov, khusus untuk mengekstraksi garam dari danau.

Peter II yang berkuasa sejak 23 Oktober 1715 menjuluki Danai Burlinskoye dengan sebutan “The Royal Salt Shaker”. Ia mulai memerhatikan potensi Danau Burlinskoye sebagai penghasil garam dan memerintahkan pembangunan rumah produksi untuk kebutuhan kerajaan.

Beberapa pekerja dipaksa untuk menghasilkan garam dengan cara tradisional yang sangat berbahaya. Selain bahaya umum seperti mati lemas akibat kekurangan oksigen dan runtuhnya terowongan, paparan garam yang terus-menerus dapat membuat para pekerja mengalami dehidrasi secara ekstrem. Kondisi ini menyebabkan masalah kesehatan yang beragam bagi pekerja tambang garam.

Pada abad ke-18, sebuah pabrik garam semi modern dibangun di tepi Danau Burlinskoye. Pabrik ini menggunakan sistem kanal untuk mengangkut garam ke Moskow dan Saint Petersburg yang selanjutnya dijual ke konsumen dan relasi bisnis kerajaan. Pabrik ini menjadi sumber pendapatan utama Kekaisaran Rusia, sekaligus membantu mendorong pertumbuhan ekonomi.


Dikelola Secara Modern

Pada abad ke-19, reformasi hukum semakin meluas yang melindungi pekerja, sehingga membuat tambang garam menjadi tempat negosiasi yang rumit antara serikat pekerja dan pemilik tambang.

Peran serikat pekerja semakin kuat dalam memperjuangkan hak-hak pekerja tambang garam. Akibatnya beberapa pabrik garam ditutup.

Setelah Revolusi Industri, pabrik-pabrik modern bermunculan hingga kini, sehingga garam dari Danau Burlinskoye kembali dimanfaatkan dalam berbagai produk, termasuk kosmetik, makanan, dan obat-obatan.

Seturut laporan The Siberian Times, Rusia memiliki cadangan garam sebanyak 600 juta ton dan teknologi modern telah mengubah berbagai hal, seperti garam yang kini dapat ditambang di kedalaman sekitar 600 meter di atas permukaan laut. Teknologi ini menjadi sangat penting karena dapat menjaga kemurnian alami garam.

Pabrik mengekstraksi garam dari danau menggunakan proses yang dikenal sebagai penguapan, yang melibatkan penggunaan energi matahari untuk menguapkan air dan hanya meninggalkan kristal garam.

Garam yang diekstraksi kemudian diproses dan dikemas untuk digunakan di berbagai industri, termasuk makanan dan pertanian.

Penambangan garam di Danau Burlinskoye dilakukan secara berkelanjutan dengan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak ekologis dari operasi pabrik. Misalnya, menggunakan sistem daur ulang tertutup untuk mengurangi penggunaan air berlebihan, lantas limbah brine diolah sebelum dibuang kembali ke danau.

Sampai warsa 1991, semua garam yang dijual di Siberia berasal dari Danau Burlinskoye sebelum tambang Iletsk mengambil alih sebagai sumber garam utama.


Fenonema Alam yang Unik

Kandungan garam Danau Burlinskoye diperkirakan sekitar 290 gram per liter, menjadikannya sangat pekat dan menguntungkan untuk operasi penambangan. Selain memproduksi sumber utama garam dapur, Danau Burlinskoye juga digunakan untuk menghasilkan yodium dan magnesium.

Dalam beberapa tahun terakhir, Danau Burlinskoye juga telah menjadi tujuan wisata yang populer karena fenomena alamnya yang unik. Pada hari-hari panas di bulan Juli dan Agustus, danau ini mengalami transformasi psikidelik, berubah warnanya menjadi merah muda, ungu, atau ungu cerah. Hal ini disebabkan oleh populasi alga dan bakteri hidup di dalamnya dan pigmentasi hemoglobin yang sekarat dengan air.

Pada musim panas, kondisi lingkungan di danau, seperti suhu dan cahaya matahari, menjadi lebih menguntungkan bagi pertumbuhan dan reproduksi alga dan bakteri tersebut. Meningkatnya suhu air dan tingkat sinar matahari yang lebih tinggi memicu perkembangan alga yang lebih aktif.

Beberapa jenis alga, seperti Artemia salina--udang air asin bermata tiga dengan 11 kakinya yang mampu berenang secara terbalik--mengandung pigmen ungu yang dapat memberikan warna ungu pada air danau saat jumlah mereka meningkat.

Selain itu, faktor lain yang dapat memengaruhi perubahan warna adalah interaksi antara alga dan bakteri dengan zat kimia dalam air, seperti mineral atau senyawa organik. Reaksi kimia ini juga dapat berkontribusi pada perubahan warna menjadi ungu.

Danau ini memiliki kandungan air yang sangat asin sehingga orang yang masuk ke dalamnya bisa merasa mengapung. Tepian danau dipenuhi oleh Halofita, tanaman yang tahan terhadap kondisi asam dan gersang yang sangat ekstrem, meskipun tanaman ini terlihat hampir mati dan tidak alami.

Lain itu, air di Danau Burlinskoye mengandung magnesium yang bisa membantu kesehatan. Dasar danau ditutupi oleh kristal, sehingga ketika ingin menjelajah di dalam air, dianjurkan bagi pengunjung untuk menggunakan sepatu agar kaki tidak terluka.


Infografik Mozaik Danau Burlinskoye
Infografik Mozaik Danau Burlinskoye. tirto.id/Ecun


Kereta Pengangkut Garam Melintasi Danau

Hal menarik lainnya ialah terdapat kereta api pengangkut garam yang meluncur tepat di permukaan danau dan terlihat seperti adegan dalam film Spirited Away (2001).

Kereta api ini terlihat beberapa kali setiap hari dan meluncur di atas rel yang dibangun pada era Soviet. Karena tingkat kandungan garamnya hampir setinggi Laut Mati, maka memungkinkan kereta api untuk beroperasi di atas permukaan danau dan menjadi salah satu daya tarik lain bagi para wisatawan.

Rel kereta api di Danau Burlinskoye dirancang untuk menahan korosi dari air asin. Trek terbuat dari jenis baja khusus yang tahan karat dan juga dilapisi dengan lapisan cat pelindung. Sementara rangkaian kereta terbuat dari bahan ringan yang juga tahan terhadap korosi, dan memiliki mesin yang kuat yang dapat menahan beban garam yang berat.

Proses menambang dimulai dengan kereta pengangkut dari garis pantai yang didominasi garam putih, lalu melaju ke tengah danau untuk memanen garam dari dasarnya. Sekali jalan, kereta mampu membawa muatan 18 ton garam yang dimuat ke gerbong dengan fasilitas khusus, kemudian diangkut sesuai dengan jadwal reguler.

Danau Burlinskoye dipercaya wisatawan memiliki khasiat penyembuhan. Kadar garamnya dianggap bermanfaat untuk mengobati berbagai penyakit kulit, termasuk psoriasis dan eksem.

Garam juga diyakini sebagai eksfoliasi yang baik dan dapat digunakan untuk mengangkat sel kulit mati, serta mendorong pertumbuhan sel baru.

Para pengunjung yang mendatangi danau ini dapat mengikuti tur perahu, berenang di danau, dan belajar tentang sejarah serta ekologinya yang unik.

Baca juga artikel terkait GARAM atau tulisan menarik lainnya Ali Zaenal
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Ali Zaenal
Penulis: Ali Zaenal
Editor: Irfan Teguh Pribadi

DarkLight