Menuju konten utama
1 Ramadhan 2022

Kenapa Muhammadiyah Puasa Lebih Dulu & Apa Keputusan Sidang Isbat?

Mengapa Muhammadiyah berpuasa lebih dulu didasarkan pada metode hisab atau astronomis, sedangkan Kemenag menggunakan metode hisab & rukyatul hilal sekaligus

Kenapa Muhammadiyah Puasa Lebih Dulu & Apa Keputusan Sidang Isbat?
Ilustrasi Ramadhan. foto/IStoc

tirto.id - Warga Muhammadiyah sudah dipastikan akan memulai puasa Ramadan 1443 hijriah pada Sabtu, 2 April 2022. Keputusan ini didasarkan kepada hasil hisab hakiki wujudul hilal 1 Ramadan yang telah disahkan dalam ketetapan maklumat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah. Sementara itu, hasil hisab 1 Ramadhan 2022 berdasarkan sidang isbat jatuh pada Minggu, 3 April 2022.

Bulan Syaban 1443 H telah dimulai sejak tanggal 4 Maret 2022 lalu. Melihat dari perhitungan kalender komariyah, Syaban tahun ini akan berlangsung selama 29 hari, yakni hingga 1 April 2022 berdasarkan Kalender Hijriah Global yang menjadi sumber rujukan Majelis Tarjid dan Tajdid PP Muhammadiyah.

Kalender Hijriah Global merupakan kalender yang disusun berdasarkan Kriteria Istanbul, hasil keputusan Kongres Internasional Unifikasi Kalender Hijriah Global di Istanbul, Turki pada 2016 silam.

Berdasarkan kalender ini, Syaban 1443 H akan berlangsung selama 29 hari. Dengan begitu, 29 Syaban akan jatuh pada Jumat, 1 April 2022. Menurut perhitungan ini, 1 Ramadan 1443 H akan jatuh pada hari Sabtu, 2 April 2022.

Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan berdasarkan hasil hisab hakiki wujudul hilal (perhitungan astronomis). Jatuhnya 1 Ramadan dalam Kalender Hijriah Global dan Maklumat nomor 01/MLM/1.0/E/2022 hasilnya sama, yakni Sabtu 2 April 2022.

Dilansir Suara Muhammadiyah, penetapan 1 Ramadan berdasarkan ijtimak (konjungsi) pada Jumat, 1 April pukul 13:27:13 WIB. Tinggi bulan pada saat matahari terbenam di Yogyakarta (-70° 48' LS dan = 110° 21 BT) = +04° 50’ 25” (hilal sudah wujud) dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat matahari terbenam, bulan berada di atas ufuk.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab untuk menentukan awal bulan dalam kalender Hijriyah. metode hisab adalah pengamatan dengan menggunakan hitungan secara matematis dan astronomis untuk menentukan posisi bulan yang menandai dimulainya awal bulan dalam kalender Hijriyah. Melalui hitungan ini, kemudian dapat ditentukan kapan ijtimak terjadi.

Dalam Pedoman Hisab Muhammadiyah, berdasarkan Putusan Tarjih XXVI, 2003, kriteria bulan baru dalam Kalender Kamariah menurut Majelis Tarjih dan Tajdid adalah ketika terjadi tiga hal berikut, yaitu:

  1. Telah terjadi ijtimak (konjungsi)
  2. Ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan
  3. Pada saat terbenamnya matahari, bulan berada di atas ufuk

Untuk penentuan awal bulan, harus dilakukan perhitungan terhadap saat terjadinya ijtimak, saat terbenamnya matahari, dan posisi bulan saat terbenamnya matahari.

Dengan perhitungan hisab inilah, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah kemudian melalui keputusan Maklumat nomor 01/MLM/1.0/E/2022 menetapkan bahwa 1 Ramadan akan jatuh pada hari Sabtu, 2 April 2022.

Hasil Sidang Isbat Kemenag dan Awal Ramadhan 2022 versi Pemerintah

Di sisi lain, Kementerian Agama (Kemenag) RI menetapkan awal Ramadhan berdasarkan gabungan metode hisab dan rukyatul hilal.

Sidang isbat digelar pada Jumat sore (1/4/2022) di Auditorium HM. Rasjidi, Jakarta, dilakukan secara hybrid antara luring dan daring.

Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag RI memaparkan hasil laporan rukyatul hilal dan hisab versi pemerintah. Tahun ini, Kemenag mengadopsi Rekomendasi Jakarta 2017 dan Kriteria Baru Mabims (2017) bahwa minimal ketinggian hilal adalah 3 derajat, sementara elongasi minimal 6,4 derajat.

"Hilal belum terlihat hari ini [1 April] karena ketinggiannya belum mencapai 3 derajat. Tinggi bulan hanya 1 derajat 42 menit di Jakarta," ujar Thomas Djamaluddin dari Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kemenag RI.

Demikian juga pantauan rukyatul hilal yang dilakukan BMKG pada Jumat, 1 April 2022 pada 34 tim yang tersebar di Indonesia menunjukkan bahwa ketinggian hilal berkisar antara 1,12 derajat di Jayapura, Papua sampai dengan 2,19 derajat di Tua Pejat, Sumatera Barat.

Elongasi di Indonesia saat Matahari terbenam pada 1 April 2022, berkisar antara 2,87 derajat di Merauke, Papua sampai dengan 3,46 derajat di Sabang, Aceh.

Sementara itu, umur Bulan di Indonesia saat Matahari terbenam pada 1 April 2022, berkisar antara antara 2,31 jam di Merauke, Papua sampai dengan 5,39 jam di Sabang, Aceh.

"Secara mufakat berdasarkan gabungan dua metode di atas, diputuskan bahwa 1 Ramadan jatuh pada Minggu, 3 April 2022," ujar Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dalam konferensi pers, Jumat (1/4/2022).

Berdasarkan hal itu, bisa dipastikan bahwa 1 Ramadan akan jatuh pada 3 April 2022 sehingga awal salat tarawih baru bisa dilaksanakan esok malam (Sabtu, 2/4/2022).

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2022 atau tulisan lainnya dari Syamsul Dwi Maarif

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Abdul Hadi