Kenapa Idul Fitri 2023 Muhammadiyah-NU Beda Hari, Jumat & Sabtu?

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif, tirto.id - 16 Apr 2023 08:00 WIB
Dibaca Normal 2 menit
Kenapa Idul Fitri 2023 Muhammadiyah dan NU diperkirakan beda hari? Lebaran Muhammadiyah Jumat 20 April, sedangkan NU & Kemenag diperkirakan Sabtu 21 April.
tirto.id - Kenapa Idul Fitri 2023 Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) diperkirakan akan berbeda? Muhammadiyah sudah menetapkan bahwa 1 Syawal 1444 H jatuh pada Jumat Pahing, 21 April 2023. Sementara itu, Idul Fitri 2023 untuk kalangan NU diperkirakan sama dengan pemerintah (Kemenag RI) yaitu Sabtu Pon, 22 April 2023.

Kepastian Muhammadiyah merayakan Idul Fitri 2023 pada Jumat (21/4) tercantum dalam Maklumat Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2023 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1444 Hijriyah yang diterbitkan pada 28 Jumadilakhir 1444 H bertepatan 21 Januari 2023 M.

Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal dalam menentukan jatuhnya 1 Syawal 1444 H. Dalam metode tersebut, ada 3 kriteria bulan baru di kalender Hijriyah, yaitu sudah terjadi ijtimak, ijtimak terjadi sebelum matahari terbenam, dan saat terbenamnya matahari pada hari terjadinya ijtimak itu, posisi bulan berada di atas ufuk.

Situs web Suara Muhammadiyah menuliskan hasil hisab Muhammadiyah terkait penetapan 1 Syawal 1444 H dalam Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nomor 1/MLM/I.0/E/2023 sebagai berikut:
  1. Pada hari Kamis Legi, 29 Ramadan 1444 H bertepatan dengan 20 April 2023 M, ijtimak jelang Syawal 1444 H terjadi pada pukul 11:15:06 WIB.
  2. Tinggi Bulan Pada saat Matahari terbenam di Yogyakarta (f = -07° 48¢ LS dan l = 110° 21¢ BT) = +01° 47¢ 58² (hilal sudah wujud), dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat Matahari terbenam itu Bulan berada di atas ufuk.
  3. Karena ijtimak sudah terjadi pada Kamis (20/4), dengan kondisi hilal sudah wujud dan bulan di atas ufuk pada tanggal tersebut, maka Ramadhan versi kalender Muhammadiyah berlangsung 29 hari. Dengan demikian, tanggal 1 Syawal 1444 H jatuh pada keesokan harinya, pada Jumat Pahing, 21 April 2023 M.


Kapan Idul Fitri 2023 NU dan Kemenag?


Di sisi lain, NU dan Kemenag RI belum menentukan tanggal jatuhnya 1 Syawal 1444 H atau Hari Raya Idulfitri 2023. Nahdlatul Ulama masih menunggu rukyatul hilal yang akan dilakukan pada Kamis 20 April 2023 yang bertepatan dengan 29 Ramadhan 1444 H. Rukyatul hilal ini dilakukan Tim Rukyatul Hilal PBNU di bawah koordinasi Lembaga Falakiyah (LF) PBNU.


Dalam menentukan awal bulan kalender Hijriyah, LF PBNU menggunakan data hisab sebagai instrumen. Berikutnya, data tersebut akan dicocokkan dengan rukyatul hilal yang dilakukan pada tanggal yang diperkirakan jadi tanggal terakhir sebuah bulan, dalam hal ini Ramadhan.

Jika dalam rukyatul hilal dinyatakan hilal tidak tampak, maka bilangan Ramadhan 1444 H akan dibulatkan menjadi 30 hari. Artinya, jika pada Kamis (20/4) hilal tidak terlihat, maka pada Jumat, 21 April 2023, kalangan NU masih berpuasa. Otomatis, Idul Fitri akan dirayakan pada Sabtu (22/4).

Kriteria bulan baru dalam kalender NU adalah imkanur rukyah (visibilitas hilal). Dalam data hisab, imkanur rukyah akan terjadi dengan syarat tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat merujuk kriteria Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS).

Dikutip dari laman NU Online, data bulan pada 29 Ramadhan 1444 H atau 20 April 2023 berdasarkan markaz Jakarta menunjukkan ketinggian hilal berada pada 1 derajat 55 menit 43 detik dan elongasi 3 derajat 18 menit 23 detik. Waktu hilal di atas ufuk berlangsung selama 9 menit 29 detik. Ijtimak terjadi pada Kamis Legi, 20 April 2023 pukul 11.16.38 WIB.

Sementara itu, Pemerintah akan melakukan sidang isbat (penentuan) 1 Syawal 1444 H yang akan diselenggarakan pada Kamis, 20 April 2023 mendatang di Gedung PBNU Jl. Kramat Raya Jakarta Pusat.

Penetapan 1 Syawal oleh Kementerian RI diperkirakan akan menghasilkan waktu berbeda dengan Muhammadiyah. Berdasarkan informasi hilal Syawal 1444 H dari situs Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), ketinggian hilal di Indonesia saat matahari terbenam pada Kamis, 20 April 2023 berkisar antara 0,5 derajat di Merauke, Papua sampai 2,36 derajat di Sabang. Aceh.

Kemudian elongasi di Indonesia saat matahari terbenam pada 20 April 2023, berkisar 1,48 derajat di Waris, Papua sampai 3,09 derajat di Sabang, Aceh. Melihat pengamatan BMKG tersebut, hilal belum memenuhi kriteria MABIMS yang menjadi rujukan pemerntah.

Apabila dalam pengamatan rukyatul hilal pada 20 April 2023 mendatang, hilal tidak memenuhi kriteria MABIMS, Ramadan 1444 H digenapkan menjadi 30 hari. Dengan demikian, malam takbiran (malam 1 Syawal 1444 H) versi Pemerintah akan berlangsung pada Jumat malam, 21 April 2023, sedangkan hari raya Idul Fitri 1444 H pada Sabtu, 22 April 2023.

Baca juga artikel terkait RAMADHAN 2023 atau tulisan menarik lainnya Syamsul Dwi Maarif
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Syamsul Dwi Maarif
Penulis: Syamsul Dwi Maarif
Editor: Fitra Firdaus

DarkLight