Menuju konten utama

Mengapa Balogun Bisa Main vs Belgia Meski Kena Kartu Merah?

Mengapa Folarin Balogun tetap bisa main vs Belgia meski kena kartu merah? Simak alasan FIFA, dasar aturan, dan protes resmi Federasi Belgia.

Mengapa Balogun Bisa Main vs Belgia Meski Kena Kartu Merah?
Folarin Balogun dari Amerika Serikat merayakan setelah mencetak gol ketiga timnya selama pertandingan persahabatan internasional antara Amerika Serikat dan Senegal di Stadion Bank of America di Charlotte, Carolina Utara. (Photo by JAMIE SQUIRE / Getty Images via AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Mengapa Folarin Balogun dinyatakan FIFA boleh bermain dalam laga Amerika Serikat vs Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa (7/7)? Sang penyerang USMNT sebelumnya menerima kartu merah langsung di laga kontra Bosnia-Herzegovina pada babak 32 besar. Dalam situasi normal, Balogun otomatis harus menjalani larangan main satu pertandingan berikutnya.

Kasus ini langsung menyita perhatian karena FIFA mengambil langkah langka, yakni menangguhkan hukuman skorsing tersebut. Keputusan itu muncul hanya sehari sebelum laga penting Amerika Serikat melawan Belgia. Situasi semakin ramai setelah muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menghubungi Presiden FIFA, Gianni Infantino, untuk meminta peninjauan ulang kartu merah Balogun.

Bagi Amerika Serikat, kehadiran Balogun sangat penting karena penyerang AS Monaco itu sudah mencetak tiga gol dan menjadi top skor USMNT di Piala Dunia 2026. Di sisi lain, Belgia menilai keputusan FIFA berpotensi mencederai prinsip fair play karena hukuman kartu merah yang seharusnya berlaku justru ditangguhkan jelang pertandingan krusial.

Kenapa Balogun Bisa Main vs Belgia Meski Kena Kartu Merah?

Folarin Balogun tetap bisa bermain lawan Belgia karena FIFA menangguhkan skorsing satu pertandingan yang mestinya dijalani usai dapat kartu merah langsung saat menghadapi Bosnia-Herzegovina.

Dalam pernyataan resmi, FIFA menegaskan bahwa hukuman itu tidak dibatalkan sepenuhnya, hanya ditangguhkan selama masa percobaan satu tahun. Jika Balogun kembali melakukan pelanggaran dengan tingkat keparahan serupa dalam periode tersebut, hukuman bisa diberlakukan kembali.

"Berdasar Pasal 27 FDC, pelaksanaan larangan pertandingan terhadap pemain AS Folarin Balogun ditangguhkan untuk masa percobaan selama satu (1) tahun.” tulis FIFA di laman resminya.

FIFA menjelaskan keputusan itu mengacu pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA (FDC) yang memberi kewenangan pada badan peradilan sepak bola untuk menangguhkan sebagian atau seluruh pelaksanaan sanksi disipliner dengan masa percobaan antara satu hingga empat tahun.

Balogun sebelumnya diusir keluar lapangan karena menginjak pergelangan kaki kanan bek Bosnia, Tarik Muharemovic. Meski bermain dengan 10 orang, Amerika Serikat tetap menang 2-0 dan memastikan tiket ke babak 16 besar.

Menurut laporan Associated Press, kasus ini jadi yang pertama sejak Piala Dunia 1962 ketika seorang pemain menerima kartu merah tidak harus menjalani hukuman larangan bermain di laga berikutnya. Sebelum ini, kejadian serupa hanya pernah dialami Garrincha (Brasil) yang tetap tampil di laga puncak Piala Dunia 1962 usai dapat kartu merah di semifinal.

Tanggapan Belgia Usai Hukuman Kartu Merah Balogun Ditunda

Keputusan FIFA menangguhkan hukuman kartu merah Folarin Balogun langsung menuai protes dari Federasi Sepak Bola Kerajaan Belgia (RBFA). Dalam pernyataan resmi di Instagram, RBFA mengaku terkejut karena FIFA menyatakan Balogun tetap memenuhi syarat untuk tampil menghadapi Belgia di babak 16 besar Piala Dunia 2026.

RBFA menyebut FIFA memang mendasarkan keputusannya pada Pasal 27 Kode Disiplin FIFA. Namun, menurut RBFA, keputusan itu bertentangan dengan aturan lain dalam regulasi FIFA.

Federasi Belgia mengutip Pasal 66.4 Kode Disiplin FIFA, bahwa pemain dengan kartu merah otomatis menjalani hukuman larangan main pada pertandingan berikutnya. Aturan itu, menurut RBFA, sudah diterapkan terhadap seluruh kasus kartu merah selama Piala Dunia 2026.

Selain itu, RBFA juga menilai keputusan FIFA tidak sejalan dengan Pasal 10.5 Regulasi Kompetisi Piala Dunia FIFA 2026. Dalam aturan itu ditegaskan bahwa pemain atau ofisial tim yang menerima kartu merah langsung maupun kartu merah akibat dua kartu kuning, secara otomatis harus menjalani skorsing pada laga berikutnya, di samping kans menerima sanksi tambahan.

RBFA menambahkan bahwa ketentuan mengenai skorsing otomatis juga sudah ditegaskan kembali melalui FIFA World Cup 2026 Circular No. 16 yang dibagikan ke seluruh asosiasi peserta pada 12 Mei 2026. Aturan serupa juga disampaikan dalam setiap rapat koordinasi laga dan materi workshop resmi Piala Dunia 2026.

Atas dasar itu, RBFA menyatakan sedang mempelajari seluruh langkah yang bisa mereka tempuh untuk menanggapi keputusan FIFA.

"Untuk menjaga hak-hak seluruh tim peserta dan melindungi prinsip-prinsip fundamental fair play dalam olahraga kami, baik di Piala Dunia FIFA saat ini maupun pada edisi turnamen mendatang, RBFA sedang menyelidiki semua opsi yang memungkinkan," demikian pernyataan resmi RBFA.

Seluruh pertandingan FIFA World Cup 2026 dapat disaksikan di kanal TVRI Nasional dan TVRI Sport.

Ikuti kabar terbaru seputar Piala Dunia 2026 dari Tirto.id dengan cara klik tautan ini.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Rofi Ali Majid

tirto.id - Olahraga
Kontributor: Rofi Ali Majid
Penulis: Rofi Ali Majid
Editor: Fitra Firdaus