Kenali Kanker Payudara Her2-Positif: Gejala, Tanda, dan Penyebabnya

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno - 10 September 2019
Dibaca Normal 2 menit
Kanker payudara HER2-Positif termasuk kanker ganas dan mematikan, kenali, gejala, tanda dan penyebabnya.
tirto.id - Kanker payudara merupakan jenis kanker paling umum yang diderita kaum wanita dan termasuk salah satu kanker yanng mematikan.

Merujuk data yang dipaparkan Kemenkes per 31 Januari 2019, terdapat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk dan kanker serviks sebesar 23,4 per 100.000 penduduk dengan rata-rata kematian 13,9 per 100.000 penduduk.

Kanker payudara sendiri ternyata mempunyai banyak jenis, salah satunya adalah kanker payudara HER2-positif. Lalu, apa sebenarnya pengertian kanker payudara Her2-positif?

Kanker payudara HER2-positif adalah kanker payudara yang dites positif untuk protein yang disebut human epidermal growth factor receptor 2 (HER2), yang mempromosikan pertumbuhan sel kanker, demikian seperti yang disebutkan situs Mayo Clinic.

Sekitar 1 dari 5 pengidap kanker payudara, memiliki sel-sel kanker dengan mutasi gen yang membuat kelebihan protein HER2-nya. Kanker payudara HER2-positif cenderung lebih agresif daripada jenis kanker payudara lainnya.

Selain itu, kanker HER2-positif cenderung tidak sensitif terhadap terapi hormon, tetapi banyak orang yang terindikasi kanker payudara HER2-positif masih memperoleh manfaat dari terapi hormon.


Gejala dan Penyebab Kanker Payudara HER2-Positif


Laman WebMD menyebutkan, gejala paling umum seseorang terkena kanker payudara adalah adanya benjolan di area payudara, ini juga berlaku untuk tipe HER2-positif.

Selain itu, beberapa gejala lain dari kanker ini di antaranya:

  • Pembengkakan payudara
  • Perubahan bentuk payudara
  • Nyeri pada payudara atau putting
  • Kemerahan atau ketebalan kulit puting payudara
  • Keluar cairan dari puting susu (bukan ASI)

Penyebab dari kanker payudara sendiri sebenarnya belum bisa dipastikan, beberapa dokter menyebutkan bisa terjadi karena beberapa hal termasuk gen, lingkungan, dan gaya hidup seseorang.

Saat seseorang mengetahui menderita kanker payudara HER2-positif dan memeriksakan diri ke dokter, biasanya akan dilakukan lebih dari satu tes oleh dokter, karena jika hanya satu tes yang dilakukan hasilnya tidak begitu akurat. Tes tersebut meliputi:

  1. Tes IHC menggunakan antibodi tertentu yang mengidentifikasi protein HER2 dalam sampel jaringan kanker payudara. Jika ada banyak, maka sel-sel dalam sampel akan berubah warna.
  2. Tes FISH menggunakan potongan-potongan fluorescent DNA yang menempel pada gen HER2 dalam sel, yang kemudian dapat dihitung di bawah mikroskop untuk melihat berapa banyak sel kanker tersebut.
  3. SPOT-Light HER2 CISH dan Inform HER2 Dual ISH, tes menggunakan pewarnaan yang mewarnai gen HER2 dalam sampel jaringan sehingga bisa dihitung di bawah mikroskop.

Perawatan Kanker Payudara HER2-Positif


Karena kanker payudara HER2-positif memerlukan perawatan yang intensif, maka dokter biasanya juga akan mengobatinya dengan cara khusus. Perawatan tersebut yakni:

Kemoterapi: Cara ini umum dilakukan sebelum operasi pengecilan tumor dan setelah operasi untuk membunuh sel-sel kanker yang tersisa. Kemoterapi juga berlaku untuk sel kanker yang telah menyebar, atau dikombinasikan dengan obat lain.

Radiasi: Perawatan ini dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan kanker kembali lagi setelah operasi, atau jika kanker telah menyebar ke bagian tubuh lainnya. Jenis radiasi ini terbagi dua:

  • Radiasi sinar eksternal: Mesin mengarahkan radiasi ke area tempat kanker berada.
  • Brachytherapy: Dokter menggunakan perangkat meletakkan pelet radioaktif di dalam tubuh untuk waktu yang singkat.

Pembedahan: Untuk kanker stadium I hingga III, perawatan umumnya dimulai dengan dua jenis pembedahan:

  1. Lumpektomi atau operasi konservasi payudara: Ahli bedah hanya mengangkat tumor dan beberapa jaringan di sekitarnya.
  2. Mastektomi: Seluruh payudara Anda diangkat.

Penderita kanker payudara HER2-positif juga bisa menjalani operasi untuk memeriksa apakah kanker telah menyebar ke kelenjar getah bening di tubuhnya dengan cara:

  1. Biopsi kelenjar getah bening sentinel (SLNB): Ahli bedah hanya mengangkat sedikit kelenjar getah bening di bawah lengan, area ini biasanya awal terjadinya penyebabaran sel kanker.
  2. Diseksi kelenjar getah bening aksila (ALND): Ahli bedah mengangkat lebih banyak kelenjar getah bening dari bawah lengan.

Pembedahan juga dapat menjadi pilihan untuk kanker stadium IV, atau metastasis untuk mencegah serta mengobati gejala maupun komplikasi penyakit lain.


Baca juga artikel terkait KANKER PAYUDARA atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Agung DH
DarkLight