Kemenristek Imbau Masyarakat Waspadai Ramuan Herbal Hadi Pranoto

Oleh: Mohammad Bernie - 4 Agustus 2020
Dibaca Normal 1 menit
Hadi Pranoto mengklaim ramuannya mampu mengobati COVID-19 meski belum teruji klinis.
tirto.id - Kementerian Riset dan Teknologi atau Badan Riset dan Inovasi Nasional mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan ramuan herbal yang diklaim Hadi Pranoto mampu mengobati COVID-19. Pasalnya, ramuan tersebut masih belum teruji klinis sehingga klaimnya patut diragukan.

"Saya mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati dengan isu yang menyebutkan bahwa telah ditemukan obat herbal untuk pencegahan COVID-19 apabila bukan dikeluarkan secara resmi atau dibenarkan oleh instansi terkait seperti BPOM, Kemenkes, Kemenristek/BRIN atau kementerian/lembaga pemerintah lainnya” kata Staf Ahli Menristek Bidang Infrastruktur, Ali Ghufron Mukti lewat keterangan tertulisnya, Senin (3/8/2020).

Ali memastikan ramuan yang dibuat oleh Hadi Pranoto dkk tidak ada kaitannya dengan pekerjaan Kemenristek/BRIN.

Hadi Pranoto yang mengklaim diri sebagai salah satu penemu obat itu bukanlah anggota peneliti di tim pengembangan imunomodulator yang dibentuk Kemenristek. Selain itu, Kemenristek melalui Konsorsium Riset dan Inovasi Untuk Percepatan Penanganan COVID-19 juga tidak pernah memberikan fasilitas uji klinis terhadap ramuan bikinan Hadi Pranoto dkk.

"Setiap klaim yang disebutkan harus melewati kaidah penelitian yang benar dan melakukan uji klinis sesuai protokol yang disetujui oleh BPOM," kata Ali.

Ali mengatakan Kemenristek bakal terus memasang telinga terkait kejadian ini. Meski demikian, Kemenristek mengapresiasi setiap riset dan inovasi untuk percepatan penanganan COVID-19 yang dilakukan dengan prosedur yang benar.

Hadi Pranoto yang mendaku diri sebagai peneliti mikrobiologi mengaku telah menemukan ramuan herbal penyembuh dan pencegah COVID-19. Pengakuan itu disampaikan melalui channel YouTube milik mantan vokalis band Drive, Erdian Aji Prihartanto alias Anji.

Namun ketika ditelusuri, tidak ada rekam jejak penelitian di bidang mikrobiologi atau pengobatan COVID-19 yang melibatkan Hadi Pranoto. Hadi mengklaim dirinya dan kawan-kawan bekerja secara independen, tidak terikat oleh perguruan tinggi, perusahaan, atau lembaga penelitian tertentu.

Hadi pun mengakui bahwa obatnya itu belum melalui uji klinis. Ia beralasan, jika uji klinis itu dilakukan sendiri hasilnya tidak akan dipercaya, karenanya ia berusaha meminta bantuan lembaga terkait--Hadi tidak menyebut lembaga yang dimaksud--tetapi permintaannya tidak ditanggapi.


Baca juga artikel terkait HADI PRANOTO atau tulisan menarik lainnya Mohammad Bernie
(tirto.id - Kesehatan)

Reporter: Mohammad Bernie
Penulis: Mohammad Bernie
Editor: Gilang Ramadhan
DarkLight