Mudik Lebaran 2019

KemenPUPR: Semua Proyek Tol Dihentikan H-10 Hingga H+10 Lebaran

Oleh: Maya Saputri - 7 Mei 2019
Dibaca Normal 1 menit
Kementerian PUPR akan menghentikan seluruh pekerjaan perbaikan dan pembangunan jalan baik tol maupun non tol pada H-10 Lebaran hingga H+10 Lebaran.
tirto.id - Demi kelancaran Mudik Lebaran 2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menghentikan seluruh pekerjaan perbaikan dan pembangunan jalan baik tol maupun non tol pada H-10 Lebaran hingga H+10 Lebaran.

“Termasuk pada proyek pembangunan Jalan Tol Layang Cikampek II juga akan dihentikan dan jumlah lajurnya akan difungsikan seperti semula yakni empat lajur untuk masing-masing arah,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono di Jakarta, beberapa waktu lalu.

Selain itu, pada mudik tahun ini, Jalan Tol Trans Jawa sepanjang 965 kilometer (km) ditambah ruas tol fungsional yaitu Tol Pandaan-Malang seksi 1-3 (31 km) dan Jalan Tol Trans Sumatera sepanjang 503 km.

Pada lokasi pekerjaan Jalan Tol Layang Cikampek II, menurut Menteri PUPR, akan dikembalikan empat lajur dan dibersihkan.

Selain itu, untuk antisipasi kemacetan, Kementerian PUPR juga tengah mengkaji dampak dari pemindahan Gerbang Tol Cikarang Utama ke GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama yang bertujuan memecah arus kendaraan yang ke menuju Tol Cikampek-Palimanan dan yang ke Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi.

Tempat Istirahat (TI)/Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di Jalan Tol Trans Jawa sebanyak 71 unit rest area (55 rest area operasi dan 16 rest area konstruksi) yang ada di setiap jarak 20 km.

Jalan Tol Trans Sumatera yang siap digunakan untuk Mudik Lebaran 2019 sepanjang 503 km terdiri dari Tol Operasional sepanjang 278 km yakni Tol Bakaheuni-Terbanggi Besar (140,9 km), Palembang-Indralaya (21,93 km), Medan-Binjai Seksi 2 & 3 (10,46 km), Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (62,11 km) dan Belawan-Medan-Tanjung Morawa (42,7 km).

Kementerian PUPR berencana akan membuka tol fungsional sepanjang 225 km, yaitu: Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang 189 km, Kayuagung-Palembang-Betung 33 km, dan Medan-Binjai Seksi 1 2,8 km. Pada Jalan Tol Trans Sumatera terdapat 1 Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di Ruas Bakauheni-Terbanggi Besar KM 20+700.

Untuk melihat kesiapan ruas tol yang fungsional, Kementerian PUPR melakukan pemantauan kesiapan Jalan Tol Trans Sumatera ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung sepanjang 185 km.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR, Danang Parikesit mengatakan, menjelang arus mudik lebaran 2019, terus dilakukan pemantauan secara rutin jalan tol ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung hingga H-10 perayaan Idul Fitri 1440 Hijriah.

“Kita terus lihat perkembangannya, guna memastikan kesiapan jalan tol ini dapat dilalui secara fungsional,” kata Danang saat meninjau kesiapan Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung baru-baru ini.

Danang Parikesit mengimbau pemudik untuk memperhatikan kecepatan kendaraan pada jalan tol fungsional. Pada ruas tol fungsional pemudik juga harus menyiapkan bahan bakar dan kondisi mesin dalam keadaan baik.

Pembangunan jalan tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung dilakukan dengan menggunakan biaya investasi sebesar Rp 21,95 triliun. Progresnya untuk Terbanggi Besar-Pematang Panggang (112 km) saat ini sudah 91% dan Pematang Panggang-Kayu Agung (77 km) sudah 95%.

Di samping kesiapan jalan, Kementerian PUPR juga menyiagakan 10 Mobile Toilet Unit (MTU), 11 unit Bus Toilet, 19 unit mobil tinja, dan 42 unit Mobil Tangki Air di lokasi rest area di jalan tol Trans Jawa.

Selain itu, juga disiagakan tim tanggap bencana dalam rangka mengantisipasi keadaan darurat (banjir, genangan air, dan tanah longsor) pada titik-titik rawan bencana.

Kementerian PUPR akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan, Korlantas, BMKG, dan Kementerian/Lembaga lainnya dalam penyelenggaraan mudik lebaran 2019, termasuk jadwal Buka-Tutup jalan tol fungsional.


Baca juga artikel terkait MUDIK LEBARAN 2019 atau tulisan menarik lainnya Maya Saputri
(tirto.id - Politik)

Sumber: Siaran Pers
Penulis: Maya Saputri
Editor: Dewi Adhitya S. Koesno
DarkLight