Kemenkeu Klaim Pertumbuhan Ekonomi Sudah Lebih Baik sebelum Pandemi

Reporter: Dwi Aditya Putra - 13 Mei 2022 13:57 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Menurut Kepala BKF Kemenkeu Indonesia kini masuk dalam negara dengan pertumbuhan ekonominya sudah mencapai level di atas pra pandemi.
tirto.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,01 persen pada kuartal I-2022 atau Q1 secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini meningkat dibandingkan periode sama tahun sebelumnya terkontraksi minus 0,70 persen.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Kacaribu mengatakan capaian pertumbuhan ekonomi Q1-2022 ini menjadikan Indonesia masuk dalam beberapa negara pertumbuhan ekonominya sudah mencapai level di atas pra pandemi. Sebab, masih banyak negara ekonominya belum pulih secara maksimal seperti sebelum pandemi.

“Kuartal I kita sudah keluar dari pra pandemi, karena sudah di atas 3 persen itu di atas rata-rata PDB di tahun 2019. Ini sangat menggembirakan, ekonomi mulai pulih dan terus meningkat di atas level PDB 2019, kata Febrio dalam bincang media, Jumat (13/5/2022).

Febrio merincikan sejumlah negara pertumbuhan ekonominya masih lebih rendah pada Q1 dibandingkan Indonesia, yakni Cina sebesar 4,8 persen, Amerika Serikat 3,6 persen, Singapura 3,4 persen, Korea 3,1 persen, Taiwan 3,1 persen.

Bahkan, kata Febrio, Filipina yang mencatatkan pertumbuhan ekonomi mencapai 8,3 persen, masih berada di bawah pertumbuhan ekonominya sebelum pandemi di 2019. Hal ini dikarenakan kontraksi ekonomi baru terjadi di 2020.

Namun secara umum Febrio melihat pada tiga bulan pertama (Januari-Maret) ini, sebagian besar negara masih mempertahankan pertumbuhan ekonominya secara positif.

“Dan beberapa negara sudah tunjukan pemulihan ini hal yang baik bagi global, dan ini bagus bagi pertumbuhan ekonomi global dan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia," jelasnya.

Meski ekonomi Indonesia diklaim tumbuh lebih baik, namun masih terdapat beberapa risiko yang akan diwaspadai pemerintah mulai dari kebijakan Zero COVID-19 yang diterapkan di Cina, hingga peningkatan inflasi di berbagai negara imbas dari perang Rusia-Ukraina.

“Ini risiko masih terus dihadapi dan mitigasi konteks global,” pungkasnya.


Baca juga artikel terkait PERTUMBUHAN EKONOMI 2022 atau tulisan menarik lainnya Dwi Aditya Putra
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Dwi Aditya Putra
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Bayu Septianto

DarkLight