Menuju konten utama

Kemenkes: Penelitian Virus Corona COVID-19 Tak Mesti di Jakarta

Kemenkes menyiapkan BBTKLPP di Jakarta, Yogjakarta, Surabaya, dan Banjarbaru. Sementara untuk BTKL tersebar di Batam, Medan, Palembang, Makassar, Manado, dan Ambon.

Kemenkes: Penelitian Virus Corona COVID-19 Tak Mesti di Jakarta
Ilsutrasi corona Virus. FOTO/iStockphoto

tirto.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyiapkan Balai Besar Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BBTKLPP) dan Balai Teknik Kesehatan Lingkungan (BTKL) untuk mempercepat penanganan penelitian spesimen virus Corona COVID-19.

Terlebih lagi menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Achmad Yurianto, sudah ditemukan kasus korban positif Corona.

"Sudah ada kebijakan mulai hari ini yang ditetapkan menteri bahwa pemeriksaan spesimen dengan PCR itu tidak hanya di Litbang, tetapi ke BBTKLPP dan BTKL," ujarnya di Gedung Kemenkes, Jakarta Selatan, Selasa (3/3/2020).

Metode PCR (Polymerase Chain Reaction) merupakan teknik untuk mendeteksi mikroorganisme tertentu secara cepat di dalam tubuh.

Ia menjelaskan, apabila di kemudian hari ditemukan kasus warga terdampak Corona di suatu daerah, tidak perlu lagi spesimennya diperiksa di Jakarta. Sebab hal itu memakan waktu.

Kemenkes menyiapkan BBTKLPP di Jakarta, Yogjakarta, Surabaya, dan Banjarbaru. Kemudian untuk BTKL tersebar di Batam, Medan, Palembang, Makassar, Manado, dan Ambon.

Ia juga menjelaskan di masing-masing balai telah disediakan petugas terlatih yang tetap didampingi oleh pihak Badan Penelitian dan Pengembangan Kementrian Kesehatan.

"Tujuannya, satu, respons lebih cepat. Dan dua, saya mumet nunggu laporannya," ujar dia.

Indonesia melaporkan kasus virus Corona COVID-19 pertama pada Senin (2/3/2020). Kasus ini, kata Presiden Joko Widodo, menimpa dua orang warga negara Indonesia (WNI) yaitu seorang ibu berusia 64 tahun dan anaknya berusia 31 tahun.

"Ternyata orang yang terkena virus Corona ini berhubungan dengan dua orang. Seorang ibu yang umurnya 64 dan putrinya yang berumur 31 tahun dicek oleh tim kita ternyata pada posisi yang sakit," kata Jokowi, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (2/3/2020).

Presiden Jokowi menyampaikan hal tersebut didampingi Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Alfian Putra Abdi

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Alfian Putra Abdi
Penulis: Alfian Putra Abdi
Editor: Abdul Aziz