Kemarau di DKI Baru 2 Bulan, Sudah Ada Wilayah Alami Kekeringan

Oleh: Addi M Idhom - 4 Juli 2019
Meskipun musim kemarau baru berjalan dua bulan, BMKG menyatakan sudah ada wilayah di Jakarta Utara yang mengalami kekeringan.
tirto.id - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim kemarau di kawasan DKI Jakarta akan berlangsung pada September 2019.

"Kemarau di DKI Jakarta baru berjalan dua bulan [Mei-Juni], masih harus menyelesaikan sampai puncaknya di September," kata Kepala Staf Sub Bidang Analisis Informasi Iklim BMKG Pusat, Adi Ripaldi di Jakarta, Kamis (4/7/2019) seperti dilansir Antara.

Menurut Ripaldi, meskipun kemarau baru berlangsung selama 2 bulan sudah ada wilayah di Jakarta yang mengalami kekeringan. Dia mengatakan saat ini ada wilayah Jakarta Utara yang berstatus siaga kekeringan. Oleh karena itu, Pemprov DKI perlu melakukan upaya antisipasi.

Berdasarkan pantauan BMKG, terdapat dua wilayah di Jakarta Utara yang sudah mengalami Hari tanpa hujan (HTH) dalam kategori sangat panjang, yakni 30 sampai 61 hari. Selain itu, wilayah lain di Jakarta mengalami HTH kategori panjang, yakni 21-30 hari.

"HTH di wilayah Jakarta yang sudah lebih 30-61 hari terjadi di Rawa Badak dan Rorotan," ujar dia.

Ripaldi mengatakan BMKG memantau HTH di seluruh wilayah DKI Jakarta menggunakan 6.607 alat penakar hujan yang tersebar di setiap kecamatan.

Untuk menghadapi kemarau pada tahun 2019, BMKG telah memberikan peringatan dini serta melaporkan informasi cuaca kepada instansi terkait.

Sebelumnya, BMKG juga telah memprediksikan kemarau 2019 di wilayah DKI Jakarta relatif lebih kering, sehingga perlu diwaspadai.

"Antisipasi lebih dini, kemarau masih akan berlangsung sampai September-Oktober," kata Ripaldi.



Baca juga artikel terkait MUSIM KEMARAU atau tulisan menarik lainnya Addi M Idhom
(tirto.id - Sosial Budaya)

Sumber: Antara
Penulis: Addi M Idhom
Editor: Agung DH
DarkLight