Menuju konten utama

Kemacetan Terjadi di Gerbang Tol Cikarang Utama KM 29

Kepadatan mulai terjadi di GT Cikarut KM 29 hingga KM 40. Contraflow pun diberlakukan dari KM 29 hingga KM 50 guna menghindari penumpukan di GT Cikarang Utama.

Kemacetan Terjadi di Gerbang Tol Cikarang Utama KM 29
(Ilustrasi) Mobil mengantre di gerbang Cikarang Utama, Bekasi, Jawa Bara. Antara Foto/Rosa Panggabean.

tirto.id - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan memantau dari CCTV terdapat titik kemacetan yang terjadi di Gerbang Tol (GT) Cikarang Utama (Cikarut). Titik awal kepadatan terjadi di jalur menuju GT Cikarut yaitu KM 29. Pantau terakhir Sabtu (23/12/2017) sekitar pukul 01.00 WIB.

"Selepas Cikarut kemacetan sampai KM 40, karena titik 41 atau KM 42 sudah lancar," ucap Kepala Humas Darat Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Pitra Setiawan kepada Tirto, Sabtu (23/12/2017).

Setelah tol Cikarut, titik kemacetan terjadi di KM 33, yang disebabkan oleh penyempitan lajur akibat pembangunan di pinggir jalan. Semula 4 lajur menjadi 3 lajur serta padatnya lintas masuk dan keluar rest area.

"Setelah itu sudah lancar kalau dilihat dari CCTVnya," kata dia.

Skenario rekayasa lalu lintas juga telah disiapkan jauh-jauh hari menjelang Natal dan Tahun Baru untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan. Pertama, pemberlakukan contraflow arah Jakarta dimulai dari GT Cikarang Utama KM 29 sampai KM 50, jika terjadi penumpukan volume sebelum GT Cikarang Utama.

“Kita perlancar arusnya setelah di GT supaya kendaraannya tetap mengalir. Penumpukan volume itu diidentifikasi jika antrean sudah mencapai 5 km dari GT Cikarang Utama KM 29,” jelasnya.

Skenario kedua, mengoptimalkan operasional gerbang tol dan penggunaan alat pembaca kartu e-Toll (mobile reader). Pitra menyebutkan bahwa Jasa Marga menyiapkan 20 gardu tol untuk kelancaran lalu lintas, dan untuk mobile reader disiapkan 10 unit.

“Jika terjadi kepadatan sebelum gerbang tol Jasa Marga akan optimalkan jumlah gardu sampai 20 plus mereka akan optimalkan mobile reader untuk membaca kartu elektronik pengemudi. Petugas nanti di jalanan untuk mendatangi pengemudi supaya rusnya lancar terurai. Kalau sampai malam tadi belum digerakkan mobile reader,” ungkapnya.

Pitra menambahkan skenario lalu lintas tersebut akan disesuaikan dengan kondisi lalu lintas secara real timenya, sehingga dapat dikatakan fleksibel.

“Jika kemacetan terus berlangsung nanti arah ke dalam kota memasuki tol Jakarta-Cikampek bisa saja skenarionya ditutup lewat koordinasi dengan kepolisian. Diarahkan ke arteri bisa, supaya orang tidak masuk ke jalan tol semua. Skema buka tutup,” paparnya.

Hal senada disampaikan pihak PT Jasa Marga (Persero) Tbk bahwa volume lalu lintas libur panjang akhir tahun 2017 terkait Natal dan Tahun Baru di jalan tol Jakarta-Cikampek arah mulai meningkat, sehingga menimbulkan kepadatan di beberapa titik.

Data PT Jasa Marga menunjukkan total volume kendaraan arah Cikampek pada 22 Desember 2017 (H-3) Natal, ada sebesar 80.827 kendaraan atau naik 3,6 persen dari normalnya 78 ribu. Sementara tol Jakarta-Cikampek dari arah Jakarta justru mengalami penurunan volume menjadi sebesar 63.175 kendaraan atau turun 14 persen dari normalya 73 ribu. Bahkan turun dari perkiraan yang sebesar 76 ribu.

Menurut PT Jasa Marga titik kepadatan yang paling utama saat ini adalah menuju akses-akses keluar masuk rest area yang terdapat di sepanjang jalan tol Jakarta-Cikampek, yaitu rest area KM 33 dan KM 39 arah Cikampek.

“Untuk mencairkan kepadatan, Jasa Marga atas diskresi dan kerja sama dengan pihak kepolisian diberlakukan rekayasa lalu lintas contraflow dari KM 35 ingga KM 47 sejak pukul 10.05,” ungkap AVP Corporate Communication PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Dwimawan Heru dalam keterangan tertulisnya pada Sabtu (23/12/2017).

Heru kemudian menerangkan bahwa informasi jalur alternatif dapat diakses meluli call center Jasa Marga 24 jam, Twitter dan Instagram PT Jasa Marga, serta aplikasi mobile JMCARe, atau pun website Jasa Marga.

“Jasa Marga menghimbau kepada seluruh pengguna jalan unutk selalu berhati-hati dalam berkendara, mematuhi rambu-rambu dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” himbaunya.

Sementara itu berdasarkan data dari Jasa Marga, Kementerian Perhubungan memprediksikan puncak arus mudik Natal melalui GT Cikarang Utama akan terjadi pada H-3 (22/12/2017) sebanyak 103.000 kendaraan, naik 32,05 persen dari lalu lintas normal (78 ribu kendaraan), naik 1,48 persen dari 2016.

Puncak arus mudik Tahun Baru melalui GT Cikarang Utama diprediksi terjadi pada H-3 (29/12/2017) sebanyak 95.500 kendaraan, naik 22,4 persen dari lalu lintas normal (78 ribu kendaraan), naik 1,3 persen dari 2016.

Sedangkan puncak arus balik Tahun Baru melalui GT Cikarang Utama diprediksi terjadi pada H1 (1/1/2018) sebanyak 104 ribu kendaraan, naik 48,57 persen dari lalu lintas normal (70 ribu kendaraan), naik 3,11 persen dari 2016. Puncak arus Balik Natal melalui GT Cikarang Utama diprediksi terjadi pada H+1 (26/12/2017) sebanyak 90.520 kendaraan, naik 27,49 persen dari lalu lintas normal (71 ribu kendaraan), naik 0,18 persen dari 2016.

Baca juga artikel terkait MUDIK NATAL 2017 atau tulisan lainnya dari Shintaloka Pradita Sicca

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Shintaloka Pradita Sicca
Penulis: Shintaloka Pradita Sicca
Editor: Yantina Debora