Menuju konten utama

Kasus Ginjal Kronis Meningkat hingga 739 Ribu selama 2013-2018

Sebanyak 12 provinsi tercatat memiliki kasus ginjal kronis tertinggi.

Kasus Ginjal Kronis Meningkat hingga 739 Ribu selama 2013-2018
Ilustrasi Ginjal. foto/IStockphoto

tirto.id - Kementerian Kesehatan RI membeberkan adanya peningkatan kasus ginjal kronis di Indonesia berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 hingga 2018. Hal ini disampaikan oleh Direktur P2PTM Kemenkes RI, Eva Susanti.

"Kalau kita melihat tahun 2018 ada 3,8 persen atau 739.208 jiwa yang sebenarnya pada 2013 hanya 2 persen, jadi cukup meningkat kenaikannya," kata Eva dalam konferensi pers Hari Ginjal Sedunia 2023, Selasa (7/3/2023).

Eva juga menyoroti meningkatnya kasus ginjal kronis di beberapa provinsi. Ia menuturkan, ada 12 provinsi dengan kasus ginjal kronis tertinggi yang tengah menjadi sorotan Kemenkes RI. Provinsi tersebut meliputi Kalimantan Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, NTB, Aceh, Jawa Barat, Maluku, DKI Jakarta, Bali, dan Yogyakarta.

"Bisa jadi gaya hidup dan lain sebagainya itu berpengaruh terhadap permasalahan (ginjal kronis) yang ada di provinsi tersebut," terang Eva.

"Di samping juga mungkin ada faktor lain yang terkait dan kita perlu melakukan penyelidikan yang lebih mendalam terkait apa sih yang memengaruhi terjadinya ginjal kronis di wilayah tersebut,” sambungnya.

Eva juga menyatakan angka kematian akibat ginjal kronis di Indonesia mencapai 42 ribu lebih kasus. Ginjal kronis merupakan penyakit katastropik yang membebani anggaran kesehatan paling besar soal penanganan penyakit tidak menular.

"Gagal ginjal termasuk dalam kategori pembiayaan penyakit katastropik di Indonesia yang mencapai Rp1,93 triliun lebih berdasarkan laporan sampai dengan 30 November 2022," beber Eva.

Berdasarkan kriteria usia, ginjal kronis didominasi usia 65-74 tahun sebanyak 8,23 per mil, usia 75 tahun ke atas 7,48 per mil, 55-64 tahun 7,21 per mil, dan 45-54 tahun 5,64 per mil. Berdasarkan jenis kelamin, penyakit ini didominasi laki-laki di wilayah perkotaan.

"Indonesia saat ini menghadapi bonus demografi, justru pada umur 35 mulai menampakkan orang dengan usia produktif terjadi penyakit ginjal kronis. Ini harus kita waspadai," sambung Eva.

Faktor penyebab ginjal kronis ada yang bisa diubah dan ada yang sudah tetap.

Faktor penyebab ginjal kronis yang dapat diubah melalui kebiasaan hidup, di antaranya diabetes tipe 2, hipertensi, konsumsi pereda nyeri, narkoba, dan radang ginjal. Sedangkan yang tidak bisa diubah adalah ginjal kronis akibat riwayat keluarga, kelahiran prematur, trauma di daerah abdomen, serta jenis penyakit tertentu seperti lupus, AIDS, dan hepatitis C.

Baca juga artikel terkait PENYAKIT GINJAL KRONIS atau tulisan lainnya dari Mochammad Fajar Nur

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Mochammad Fajar Nur
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Restu Diantina Putri