Menuju konten utama

Kasus Corona DKI Tertinggi, Dinkes: Sabtu-Minggu Laboratorium Libur

Ada penambahan 164 orang, sehingga total 3.369 orang dinyatakan telah sembuh di DKI Jakarta.

Kasus Corona DKI Tertinggi, Dinkes: Sabtu-Minggu Laboratorium Libur
Sejumlah warga mengikuti rapid test Covid-19 gratis di Terowongan Kendal, Jakarta, Senin (8/6/2020). tirto.id/Andrey Gromico

tirto.id - Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 DKI Jakarta melaporkan penambahan kasus harian sebanyak 234 per 9 Juni 2020. Penambahan kasus itu paling tinggi untuk seluruh provinsi di Indonesia.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, tingginya laporan harian Corona hari ini dipicu masalah teknis.

Menurutnya, penambahan jumlah kasus positif yang dilaporkan Senin karena adanya penundaan pemeriksaan sampel.

Sabtu dan Minggu pekan lalu, katanya, sejumlah laboratorium swasta libur, sehingga pengerjaan spesimen dilakukan pada hari Senin kemarin.

"Hasil tes meningkat pesat pada pelaporan hari Selasa," kata Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan, Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Ani Ruspitawati di Gedung Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Selasa (9/6/2020).

Selain itu, terdapat penambahan jumlah orang yang sembuh secara signifikan sebanyak 164 orang, sehingga total 3.369 orang dinyatakan telah sembuh, dan 547 pasien meninggal dunia.

"Sampai dengan hari ini kami laporkan, 1.442 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.981 orang melakukan isolasi diri di rumah," ucapnya.

Sementara untuk Orang Dalam Pemantauan (OPD) sebanyak 746 orang dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yaitu 12.406 orang.

Dia juga menerangkan, Pemprov DKI telah meningkatkan kapasitas pemeriksaan metode RT-PCR, dengan membangun Laboratorium Satelit COVID-19.

Kemudian, mengelola sebagian besar lahan RSUD Pasar Minggu, Jakarta Selatan sejak 9 April 2020 dan membangun jejaring dengan 41 laboratorium pemeriksa COVID-19.

Dia mengatakan pada 7 Juni 2020 kemarin telah dilakukan tes PCR terhadap 2.343 orang, sehingga secara kumulatif terdapat 178.682 sampel yang telah diperiksa.

Dari sejumlah data tersebut, 1.762 di antaranya dilakukan tes untuk menegakkan diagnosis pada kasus baru dan ditambah 40 kasus rapelan dari beberapa laboratorium swasta.

"Sehingga asilnya 334 positif dan 1.824 negatif," ucapnya.

Lebih lanjut, Pemprov DKI juga telah melakukan rapid test di 6 wilayah kota/kabupaten Administrasi Jakarta dan Pusat Pelayanan Kesehatan Pegawai (PPKP). Totalnya, sebanyak 179.378 orang telah menyetujui tes cepat.

Dari hasil rapid tes, persentase positif COVID-19 sebesar 4 persen dengan total 6.232 orang dinyatakan reaktif COVID-19 dan 164.146 orang dinyatakan non-reaktif.

Baca juga artikel terkait KASUS CORONA DI JAKARTA atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Kesehatan
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Zakki Amali