Kapan Hari Film Nasional 2023 dan Agenda Peringatannya

Kontributor: Wulandari, tirto.id - 27 Mar 2023 12:28 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Kapan Hari Film Nasional dirayakan dan bagaimana agenda peringatannya?
tirto.id - Hari Film Nasional (HFN) diperingati pada tanggal 30 Maret setiap tahunnya. Tahun ini HFN akan mengusung tema "Bercermin Pada Masa Lalu, Merencanakan Masa Depan".

Tanggal tersebut bertepatan dengan hari pertama produksi film karya Bapak Perfilman Indonesia, Usmar Ismail pada tahun 1950 yang berjudul Darah dan Doa.

Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid membuka Peringatan Hari Film Nasional 2023 di Jakarta pada Senin, (6/3/2023). Bersama Badan Perfilman Indonesia (BPI) akan menggelar beberapa kegiatan seperti Konferensi Film Nasional, Pameran dan Workshop.

BPI mengupayakan momentum HFN 2023 dapat dijadikan ajang untuk meningkatkan rasa percaya diri atas kualitas film tanah air.

BPI akan menggelar serangkaian kegiatan yang akan dijadwalkan pada 6 - 11 Maret 2023. Kegiatan tersebut berlangsung secara Daring dan Luring serta terbuka untuk umum.

Dalam perayaannya, BPI juga akan menggandeng Direktorat Jenderal Kebudayaan, Direktorat Perfilman, Musik, dan Media Baru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Indonesia.

Ketua pelaksana HFN 2023, Vivian Idris menyatakan bahwa momen peringatan ini akan menjadi manifestasi dari fungsi Badan Perfilman Indonesia sebagai integrator dalam ekosistem perfilman di tanah air.

"Konferensi, lokakarya dan pameran menjadi ajang bagi pemangku kepentingan dan insan film di Indonesia mencari solusi dari permasalah-permasalahan yang dihadapi ekosistem perfilman demi mencapai ekosistem dan industri yang semakin sehat" tegasnya.

Isu yang Dibahas saat Hari Film Nasional 2023

Isu tersebut dibawakan oleh 50 pembicara lintas-disiplin dan pemangku kepentingan. Merujuk pada laman Antara News, berikut beberapa isu yang telah dibahas pada 6 - 11 Maret 2023 yang lalu:

1. Kebijakan dan standar pendidikan film nasional.
2. Standar kerja dan optimalisasi pelaku industri film.
3. Kode etik profesi perfilman.
4. Hubungan industri, pengembangan sumber daya manusia dan komunitas film.
5. Tata kelola penyelenggaraan festival.
6. Harmonisasi undang-undang dan peraturan terkait perfilman.
7. Pengarsipan dan akses data film.
8. Perizinan produksi-eksibisi-sensor film.
9. Pengembangan pasar serta persaingan usaha.


Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan menarik lainnya Wulandari
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Wulandari
Penulis: Wulandari
Editor: Dipna Videlia Putsanra

DarkLight