Pandemi COVID-19

KAI Catat Pendapatan Turun dari Rp23 Miliar/Hari Jadi Rp300 Jutaan

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 30 Juni 2020
Akibat pandemi COVID-19, pendapatan KAI turun drastis, dari biasanya bisa mendapatkan Rp23 miliar dalam satu hari, kini per hari hanya mencapai ratusan juta rupiah.
tirto.id - PT KAI mengalami penurunan pendapatan secara signifikan akibat pandemi Corona atau COVID-19. Penurunan itu terjadi seiring anjloknya jumlah penumpang yang bisa diangkut. Dari biasanya KAI bisa mendapatkan Rp23 miliar dalam satu hari, kini per hari hanya mencapai ratusan juta rupiah.

“Sekarang ini hanya sekitar Rp300-an juta atau Rp400 juta,” ucap Direktur Utama PT KAI Didiek Hartantyo dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi VI DPR RI, Selasa (30/6/2020).

Didiek menjelaskan operasional PT KAI saat ini cukup terbatas. Tepatnya berada di kisaran 7% saja dari biasanya sejak awal Maret 2020.

Kondisi per Juni 2020, kata Didiek, sudah sedikit membaik seiring pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diberlakukan pertengahan Juni 2020. Untuk KRL misalnya dari semula anjlok di kisaran 180 ribu penumpang kini sudah menyentuh 300 ribu penumpang lagi.

PT KAI, kata dia, juga sudah mengoperasikan kembali kereta api lokal dan jarak jauh.

Hanya saja relaksasi PSBB tetap masih menimbulkan kendala. Pasalnya, jumlah penumpang yang diangkut kini hanya berkisar 60 orang per gerbong padahal kapasitasnya 200 orang per gerbong untuk KRL demi mematuhi protkol COVID-19 yang diwajibkan gugus tugas.

Selain kendala kapasitas, Didiek menyebutkan, minat masyarakat untuk berpergian juga belum pulih. Sekalipun ada relaksasi kebijakan masa berlaku tes COVID-19 jadi 14 hari dan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM), belum ada perbaikan signifikan jumlah penumpang di luar KRL.

“Belum menimbulkan minat berpergian,” ucap Didiek.


Baca juga artikel terkait VIRUS CORONA atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Abdul Aziz
DarkLight