STOP PRESS! Status Gunung Agung Naik Menjadi Awas

Jokowi Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya 4 TNI di Natuna

Jokowi Sampaikan Belasungkawa atas Gugurnya 4 TNI di Natuna
Sejumlah anggota TNI mengusung peti jenazah Pratu Ibnu Hidayat saat prosesi pemakaman di Tempat Pemakaman Umum Dongko di Desa Kebonbatur, Demak, Jawa Tengah, Kamis (18/5). ANTARA FOTO/Aji Styawan
19 Mei, 2017 dibaca normal 1:30 menit
Dalam kunjungannya ke Natuna, Presiden mengucapkan belasungkawa atas gugurnya empat prajurit TNI dan korban luka yang masih dirawat.
tirto.id - Presiden Joko Widodo menyampaikan ucapan belasungkawa atas gugurnya empat prajurit TNI saat gladiresik Latihan Tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dan Pertempuran Darat Tahun 2017 pada Rabu (17/5/2017) lalu.

"Saya ingin mengucapkan turut berduka cita atas gugurnya empat prajurit TNI dalam Latihan PPRC ini dan juga korban luka yang dirawat di rumah sakit," kata Jokowi di Bukit Tanjung Datuk, Kepulauan Natuna, Kepulauan Riau, pada Jumat (19/5/2017).

Seperti diberitakan sebelumnya, empat prajurit TNI dari kesatuan Yon Arhanud I Kostrad dilaporkan tewas dalam insiden kecelakaan penembakan saat latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) yang digelar TNI di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu (17/5/2017) siang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat prajurit TNI meninggal dunia di antaranya, yaitu Kapten Arh Heru, Praka Edi, Pratu Marwan, dan Pratu Ibnu Hidayat. Terkait peristiwa ini, Markas Besar TNI Angkatan Darat menyatakan tengah melakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kecelakaan mematikan tersebut.

Presiden menyampaikan belasungkawa setelah menyaksikan Latihan Tempur Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI dan Pertempuran Darat Tahun 2017 di Kepulauan Natuna sebagai bentuk kesiapan TNI mempertahankan NKRI.

"Ingin saya sampaikan bahwa latihan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat ini sangat penting sekali. Ingin kita tunjukkan betapa solidnya TNI mengadakan latihan dalam rangka pertahanan kita, dalam rangka menunjukkan kepada kita semuanya kesiapan TNI untuk mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Jokowi, sebagaimana diwartakan Antara.

Presiden telah menempuh penerbangan selama dua jam dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta menuju Bandara Raden Sadjad, Kabupaten Natuna.

Setibanya di Bandara Raden Sadjad, Presiden didampingi Panglima TNI Jenderal (TNI) Gatot Nurmantyo beserta sejumlah petinggi TNI lainnya langsung menuju Bukit Tanjung Datuk menumpang Helikopter Super Puma TNI Angkatan Udara.

Menurut siaran pers dari Biro Pers Media dan Informasi Sekretariat Presiden, sejumlah pejabat negara yang turut hadir mendampingi Presiden adalah Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

Kemudian, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono.

Presiden menyaksikan langsung latihan tempur itu di Bukit Tanjung Datuk yang bertujuan untuk menunjukkan kemampuan dan kekuatan TNI dalam menjaga keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sekitar 5.900 prajurit TNI turut serta dalam latihan yang diantaranya berasal dari Satuan Tugas Darat, Satuan Tugas Laut, Satuan Tugas Udara, Satuan Darat lanjutan, Satuan Manuver Infanteri dan Kavaleri, Satuan Bantuan Tempur, dan Satuan Bantuan Administrasi dan juga sejumlah alat utama sistem senjata milik TNI AD, AL dan AU.

Baca juga artikel terkait LATIHAN MILITER atau tulisan menarik lainnya Dipna Videlia Putsanra
(tirto.id - dip/dip)

Keyword