Jokowi Minta Parlemen Pangkas Aturan yang Hambat Dunia Usaha

Oleh: Vincent Fabian Thomas - 16 Agustus 2019
"Perda yang formalitas, berbelit-belit, dan menghambat masyarakat serta pelaku usaha harus dipangkas," kata Jokowi.
tirto.id -
Presiden Joko Widodo meminta kepada lembaga legislatif memangkas peraturan yang menyulitkan masyarakat dan dunia usaha. Permintaan itu disampaikan saat ia membacakan pidato dalam sidang tahunan Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) 2019.

"Dukungan DPD untuk memajukan daerah harus terus dilanjutkan. Peraturan Daerah (Perda) yang formalitas, berbelit-belit, dan menghambat masyarakat serta pelaku usaha harus dipangkas. Tata kelola pemerintahan dan keuangan daerah harus ditingkatkan," ucap Jokowi dalam sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2019).

Jokowi mengatakan pemangkasan aturan diperlukan untuk mendukung pembangunan yang sedianya akan mulai dilakukan dari pinggiran. Dalam pidatonya, Jokowi menegaskan daerah dan desa menjadi perhatian pemerintah sehingga sebaiknya tidak dihambat regulasi yang ada.

Permintaan yang sama ia sampaikan kepada DPR. Ia meminta dukungan DPR untuk mereformasi perundang-undangan. Terutama Undang-undang yang bertabrakan satu dengan yang lain dan menyulitkan masyarakat.

"Undang-undang yang menyulitkan rakyat harus kita bongkar. Undang-undang yang menghambat lompatan kemajuan harus kita ubah," ucap Jokowi.

Dalam pidatonya Jokowi juga mengapresiasi peran DPR dalam menjalankan sejumlah fungsinya. Seperti menyetujui UU Penerimaan Negara Bukan Pajak tahun 2018 dan alokasi Dana Desa sebesar Rp70 triliun di tahun 2019.

Jokowi juga menyebutkan DPR bersama pemerintah telah berhasil menyelesaikan pembahasan terhadap 15 Rancangan Undang-Undang (RUU). Salah satunya RUU APBN, RUU di bidang perjanjian kerja sama internasional, bidang penyelenggaraan haji, bidang kesehatan dan beberapa RUU lain yang menurut Jokowi penting untuk menghadapi dinamika pembangunan yang bergerak cepat.




Baca juga artikel terkait SIDANG TAHUNAN MPR 2019 atau tulisan menarik lainnya Vincent Fabian Thomas
(tirto.id - Ekonomi)

Reporter: Vincent Fabian Thomas
Penulis: Vincent Fabian Thomas
Editor: Mufti Sholih
DarkLight