tirto.id - Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, angkat bicara terkait kasus penembakan aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Penembakan yang terjadi pada Rabu (9/9/2026) ini menewaskan tiga ASN yang merupakan pegawai di Pemkab Jayawijaya.
Pria yang akrab disapa JK ini menyarankan pemerintah tak hanya melakukan operasi militer saja dalam penegakan ketertiban di Papua. Pemerintah, sambung JK, harusnya juga melakukan pendekatan dialogis dan politis secara damai.
Pendekatan dialogis ini disebut JK untuk memberikan pengertian kepada masyarakat soal pembangunan yang sudah dilakukan bersama di Papua. Meski demikian, JK juga menyesalkan adanya peristiwa penembakan berujung tewasnya tiga ASN di Papua.
"Kami tentu menyayangkan, tentu perlu operasi kelompok itu. Tapi, juga harus ada pendekatan kepada masyarakat untuk adanya suatu pengertian politis dengan baik agar masyarakat mengerti pembangunan Papua itu dibangun secara bersama-sama,” kata JK di Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).
Ketua Umum PMI Pusat ini menilai besaran anggaran yang dikucurkan untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan masyarakat di Papua cukup besar. Bahkan, JK meyakini dengan kondisi besarnya anggaran saat ini, kondisi Papua lebih maju dibandingkan negara tetangga, yakni Papua Nugini.
"Papua itu sudah diberikan anggaran cukup besar untuk pembangunan. Kalau dibandingkan, katakanlah Papua dibandingkan dengan Papua Nugini, jauh lebih baik kita," terang JK.
Pemahaman ini disebut JK seharusnya dibicarakan kepada KKB. Kondisi ini menurut JK pernah dilakukan di Aceh maupun daerah lainnya saat konflik terjadi.
Dengan pendekatan persuasif dan damai ini, JK berharap kasus kekerasan ini tak lagi terjadi. Jika tetap terjadi maka pemerintah bisa melakukan operasi keamanan yang melibatkan TNI dan Polri.
"Perlu diberikan suatu pengertian yang betul kepada mereka yang KKB itu. Dan apabila mereka masih begitu, tentu balasan ya operasi dari para aparat kita, TNI, Polri. Tapi, perlu ada upaya persuasif secara baik secara damai," tutup JK.
Masuk tirto.id






























