Jelang Pencoblosan: Warga di Markas FPI Salat Subuh Berjamaah

Oleh: Dieqy Hasbi Widhana - 17 April 2019
Warga yang tinggal di sekitar Sekretariat DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan III, Jakarta Pusat melaksanakan salat subuh berjamaah sebelum menggunakan hak pilih masing-masing. Usai salat, jamaah yang hadir mendengarkan ceramah Muhammad Bin Hasan Bin Tahir.
tirto.id - Warga yang tinggal di sekitar Sekretariat DPP Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan III, Jakarta Pusat melaksanakan salat subuh berjamaah sebelum menggunakan hak pilih masing-masing. Usai salat, jamaah yang hadir mendengarkan ceramah Muhammad Bin Hasan Bin Tahir.

"Pemilihan jangan sampai menimbulkan keributan, memutuskan silaturahmi, dan juga persatuan," ucap Muhammad.

Muhammad juga berdoa agar Indonesia mendapatkan pemimpin yang adil dan bisa menjadikan Indonesia negara yang aman.

Terdapat enam Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di sekitar Sekretariat DPP FPI. Masing-masing adalah TPS 46, TPS 47, TPS 25, TPS 52, TPS 31, dan TPS 53.

Dalam Pilpres 2019, pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin diusung oleh koalisi PDI-P, Partai NasDem, PKB, Partai Golkar, PPP, Partai Hanura, PKPI, dan PSI.

Di antara partai-partai pengusung paslon 01 tersebut, PDI-P mendapatkan 18,95 persen suara, diikuti Partai Golkar dengan 14,75 persen suara pada Pemilu 2014.

Sementara PSI dan Partai Perindo adalah dua partai baru tampil pada Pemilu 2019.

Di kubu Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno, ada lima partai pengusung. Empat di antaranya sudah berpartisipasi pada Pemilu 2014, yaitu Gerindra, Demokrat, PAN, dan PKS. Satu partai lain adalah pendatang baru pada Pemilu 2019, yaitu Partai Berkarya.

Berdasarkan aturan pemilu dalam Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 pasal 222, pasangan capres dan cawapres dalam Pipres 2019 diusung oleh partai atau gabungan partai politik yang memiliki 20 persen jumlah kursi DPR atau mempunyai 25% suara sah nasional pada Pemilu 2014.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Dieqy Hasbi Widhana
(tirto.id - Hard News)


Penulis: Dieqy Hasbi Widhana
Editor: Gilang Ramadhan