Menuju konten utama

Jam Berapa Gerhana Matahari 20 April 2023 & Daerah yang Dilewati

Jam berapa gerhana matahari hibrida 20 April 2023 dan daerah yang dilewati.

Jam Berapa Gerhana Matahari 20 April 2023 & Daerah yang Dilewati
Gerhana matahari cincin di langit kota Batam, Kepulauan Riau, Rabu (26/12/2019). ANTARA FOTO/M N Kanwa/nz

tirto.id - Gerhana matahari hibrida diprediksi akan terjadi pada Kamis, 20 April 2023 di sejumlah wilayah di Indonesia. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan waktu kejadian gerhana di setiap lokasi di Indonesia akan berbeda-beda.

Gerhana matahari hibrida total dapat disaksikan mulai pukul 12.20 WIT dengan puncak gerhana terjadi pada pukul 13.57 WIT di sejumlah wilayah termasuk Kabupaten Biak Numfor, Kabupaten Fakfak, Kabupaten Teluk Bintuni, Kabupaten Teluk Wondama, dan Kabupaten Kepulauan Yapen.

Sementara itu, gerhana matahari hibrida parsial bisa dilihat di wilayah lain termasuk Jakarta mulai pukul 09.29 WIB dan puncaknya pada 10.45 WIB.

Mengutip keterangan resmi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Yogyakarta akan menjadi ibukota Provinsi yang paling awal memulai gerahana matahari sebagian. Sedangkan Medan akan menjadi ibukota provinsi yang paling awal mengakhiri gerhana matahari sebagain.

Sementara itu, Jayapura akan menjadi ibukota provinsi yang paling akhir memulai dan sekaligus mengakhiri gerhana matahari sebagian.

Gerhana matahari sebagian tidak akan dialami di lima kabupaten/kota provinisi aceh termasuk Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Aceh Jaya, Kabupaten Aceh Besar, dan Kabupaten Pidide.

Masyarakat dapat mengetahui waktu dan lokasi serta detail lengkap daerah di Indonesia yang dilewati gerhana matahai hibrida dengan mencermati jadwalnya pada link berikut ini.

Jadwal Gerhana Matahari Hibrid 20 April 2023.

Gerhana matahari hibrid termasuk ke dalam fenomena alam langka. Gerhana matahari hibrida terakhir kali terjadi 10 tahun lalu yaitu pada 3 November 2013. Kala itu, gerhana matahari hibrid tidak dapat diamati dari Indonesia karena hanya dapat dilihat dari Amerika Utara bagian Timur, Amerika Selatan bagian utara, Eropa Selatan, Timur Tengah, dan Afrika.

Apa Itu Gerhana Matahari Hibrida?

Mengutip berkas press release BMKG, gerhana matahari adalah peristiwa terhalangnya cahaya matahari oleh bulan sehingga tidak semuanya sampai ke bumi. Fenomena alam ini terjadi akibat dinamisnya pegerakan posisi matahari, bumi, dan bulan.

Gerhana matahari hibrida adalah gerhana matahari yang terdiri dari dua jenis gerhanan berbeda, namun terjadi dalam satu waktu secara berurutan dalam satu fenomena. Peristiwa ini dimulai dengan gerhana matahari cincin, berubah menjadi gerhana matahari total, kemudian kembali lagi menjadi gerhana matahari cincin.

Gerhana matahari hibrida terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi tepat segaris sehingga di suatu tempat terjadi peristiwa piringan bulan yang teramati dari bumi lebih kecil daripada piringan matahari tertentu lainnya terjadi peristiwa piringan bulang yang termati dari bumi sama dengan piringan matahari.

Akibatnya, saat puncak gerhana di suatu tempat tertentu, matahari akan tampak seperti cincin, yaitu gelap di bagian tengahnya dan terang di bagian pinggirnya. Sedangkan, di tempat tertentu lainnya, matahari seakan-akan tertutupi bulan. Sehingga, terjadilah gerhana matahari cincin dan gerhana matahari total.

Daftar Fenomena Gerhana Tahun 2023

BMKG memprediksi bahwa sepanjang tahun 2023 akan terjadi empat kali peristiwa gerhana, tiga di antaranya dapat diamati di Indonesia.

  1. Gerhana Matahari Hibrid (GMH) pada 20 April 2023, dapat diamati dari Indonesia.
  2. Gerhana Bulan Penumbra (GBP) 5-6 Mei 2023, dapat diamati dari Indonesia.
  3. Gerhana Matahari Cincin (GMC) 14 Oktober 2023, tidak dapat diamati dari Indonesia.
  4. Gerhana Bulan Sebagian (GBS) 29 Oktober 2023, dapat diamati dari Indonesia.

Baca juga artikel terkait AKTUAL DAN TREN atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Sosial budaya
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Dipna Videlia Putsanra