Isra Miraj 2023 Tanggal Berapa & Apa Makna Peringatannya?

Kontributor: Nurul Azizah, tirto.id - 15 Feb 2023 20:00 WIB
Dibaca Normal 3 menit
Isra Miraj 2023 tanggal berapa, kapan sebenarnya Isra Mirah terjadi, dan apa makna peringatan Isra Miraj yang tahun ini berlangsung 18 Februari 2023?
tirto.id - Peringatan Isra Miraj 2023 pada 27 Rajab 1444 H bertepatan dengan Sabtu, 18 Februari 2023. Dalam peristiwa Isra, Allah memperjalankan Nabi Muhammad saw. dari Makkah menuju Palestina. Selanjutnya dalam peristiwa Miraj, Rasulullah berangkat dari Baitul Maqdis ke Sidratul Muntaha. Peristiwa Isra dan Miraj ini berlangsung dalam waktu semalam.

Peristiwa Isra dan Miraj terekam dalam Surah Al-Isra ayat 1. Allah berfirman sebagai berikut.

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ


Subḥānal-lażī asrā bi‘abdihī lailam minal-masjidil ḥarāmi ilal-masjidil-aqṣal-lażī bāraknā ḥaulahū linuriyahū min āyātinā, innahū huwas-samī‘ul-baṣīr(u).


Artinya, “Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”



Penjelasan tentang Isra Miraj


Frasa isra miraj terdiri dari kata isra dan miraj. Secara bahasa, isra’ berarti perjalanan seseorang pada malam hari. Menurut istilah, isra berarti perjalanan Jibril dengan Nabi Muhammad pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Baitul Maqdis di Palestina dalam waktu semalam.

Sementara itu, kata mi'raj menurut bahasa berarti alat untuk naik. Menurut istilah, miraj berarti naiknya Nabi Muhammad dari bumi menuju langit yang tujuh.

Kebenaran peristiwa Isra Miraj tidak perlu diragukan karena dalilnya bersumber dari Al-Qur’an dan hadis. Para pakar ilmu hadis sepakat menegaskan bahwa hadis tentang Isra Miraj mencapai derajat mutawatir. Jumhur ulama berpendapat bahwa Isra Miraj terjadi dengan ruh dan jasad Rasulullah saw.

Kapan Isra Miraj Terjadi?


Terdapat pendapat yang umum di masyarakat bahwa Isra Miraj berlangsung pada 27 Rajab tahun ke-10 kenabian atau selaras dengan 26 Februari 621 M. Kendati demikian, terdapat banyak pendapat tentang kapan sebenarnya peristiwa ini terjadi.

Dalam Fathul Bari, Ibnu Hajar al-Asqalani menyebutkan ada lebih dari 10 pendapat tentang waktu Isra Miraj. Di antaranya, pada Rabiul Awal setahun sebelum Nabi hijrah. Ada pula pendapat bahwa peristiwa ini berlangsung 8 bulan sebelum hijrah atau bulan Rajab tahun ke-12 kenabian.

Pendapat lain, 6 bulan sebelum hijrah tepatnya pada bulan Ramadan. Selain itu, Ibrahim bin Ibrahim bin Ishaq Al-Habi menyebutkan, Isra Miraj diperkirakan pada bulan Rabiul Akhir, 11 bulan sebelum hijrah.

Dari banyaknya pandangan ulama terkait waktu terjadinya Isra Miraj, peristiwa tersebut memang tidak diketahui secara persis kapan waktunya. Yang dapat dipastikan, malam tersebut adalah waktu yang mulia derajatnya di sisi Allah.

Kisah Isra Miraj dan Perintah Salat 5 Waktu


Peristiwa Isra dan Miraj berlangsung pada malam ketika Nabi Muhammad saw. menerima tawaran Umm Hanni, putri Abu Thalib untuk menginap. Setelah tidur sejenak, Rasulullah bangkit dan mengunjungi Ka'bah pada malam hari. Ketika di sana, rasa kantuk menghampiri dan Nabi tertidur di Hijir.

Saat itulah, Jibril datang membangunkan beliau lantas mengantarkan Nabi pada tunggangan yang bernama buraq. Berkaitan dengan buraq, diriwayatkan dari Anas bin Malik r.a. bahwa Rasul bercerita, “Dibawakan kepada buraq –sejenis hewan berwarna putih, tubuhnya lebih besar daripada keledai dan lebih kecil daripada bagal— yang langkah kakinya sejauh matanya memandang...”

Dari Makkah, Nabi Muhammad saw. diperjalankan hingga mencapai Baitul Maqdis di Yerusalem. Saat itulah, Nabi ditawari oleh Jibril gelas berisi susu dan anggur. Nabi memilih susu, dan Jibril berkata, "Engkau diberi petunjuk kepada jalan yang benar dan memberi petunjuk kepada umatmu, hai Muhammad!"

Dari Baitul Maqdis, Rasulullah mengalami mi'raj, melampaui ruang dan waktu. Beliau melintasi tujuh langit, dan di setiap langit bertemu dengan para nabi penghuni langit-langit tersebut, yaitu Nabi Adam di langit pertama, Nabi Isa dan Yahya di langit kedua, Nabi Yusuf di langit ketiga, Nabi Idris di langit keempat, Nabi Harun di langit kelima, Nabi Musa di langit keenam, dan Nabi Ibrahim di langit ketujuh.

Ketika miraj berlangsung, Rasulullah yang tiba di sidratul muntaha menerima perintah salat wajib dari Allah untuk umat Islam. Awalnya jumlah waktu salat yang diperintahkan sebanyak 50 kali sehari.

Kemudian Rasul turun dari sidratul muntaha dan bertemu dengan Nabi Musa. Lantas Nabi Musa mengatakan jumlah tersebut terlalu besar sehingga ia menyarankan Rasul kembali menghadap Allah.

Akhirnya tersisa lima waktu salat dalam sehari semalam. Nabi Musa juga masih meminta agar Rasul kembali ke sidratul muntaha. Namun, beliau malu untuk memohon lebih sedikit lagi.

Dalam Muhammad: Kisah Hidup Nabi Berdasarkan Sumber Klasik (2015:190), Martin Lings menyebutkan bahwa Rasulullah dilukiskan berkata, "Aku sudah berkali-kali menghadap Tuhanku, memohon hingga merasa malu".

Makna Isra Miraj


Isra Miraj merupakan peristiwa istimewa bagi umat Islam. Perjalanan Nabi Muhammad saw. dalam malam tersebut mengandung banyak makna. Disarikan dari "8 Hikmah di Balik Peristiwa Isra' Mi'raj" oleh Muhamad Abror (NU Online) hikmah-hikmah tersebut di antaranya sebagai berikut.

Pentingnya Salat 5 Waktu

Dalam Mi'raj, Nabi Muhammad saw. menerima langsung perintah salat 5 waktu dari Allah tanpa melalui perantara malaikat Jibril. Ini menunjukkan kedudukan penting salat 5 waktu tersebut bagi umat Islam.

Diriwayatkan, Rasulullah saw. bersabda, "Sesungguhnya yang pertama kali akan dihisab dari amal perbuatan manusia pada hari kiamat adalah salatnya. Allah Jalla wa 'Azza berfirman kepada Malaikat, "Periksalah salat hamba-Ku, sempurnakah atau justru kurang? Andai sempurna, maka catatlah baginya dengan sempurna".

Jika amal salat tersebut ada kekurangan, Allah berfirman agar malaikat memeriksa apakah hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah. Jika memiliki, Allah berfirman, "Cukupkanlah kekurangan yang ada pada salat wajib hamba-Ku itu dengan salat sunnahnya." (H.R. Abu Dawud).

Islam Sebagai Agama yang Suci

Sebelum berangkat ke sidratul muntaha, Rasulullah saw. ditawari cawan berisi anggur dan susu oleh Jibril. Nabi memilih susu. Setelah itu, Jibril berkata, “Engkau telah diberi hadiah kesucian.” Peristiwa Rasulullah memilih susu tersebut mengisyaratkan bahwa Islam adalah agama yang suci.

Baca juga artikel terkait EDUKASI DAN AGAMA atau tulisan menarik lainnya Nurul Azizah
(tirto.id - Sosial Budaya)

Kontributor: Nurul Azizah
Penulis: Nurul Azizah
Editor: Fitra Firdaus

DarkLight