Insiden Penembakan di SMA Florida AS Tewaskan 17 Orang

Insiden Penembakan di SMA Florida AS Tewaskan 17 Orang
Siswa dievakuasi dari Marjory Stoneman Douglas High School saat insiden penembakan di Parkland, Florida, AS pada Rabu (14/02/2018) dalam sebuah gambar diam dari video. FOTO/Reuters
Reporter: Yuliana Ratnasari
15 Februari, 2018 dibaca normal 1:30 menit
Dua belas orang meninggal di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida. Dua lagi di luar gedung. Satu meninggal di jalan terdekat dan dua orang meninggal di rumah sakit.
tirto.id - Sebanyak 17 orang dipastikan tewas saat terjadi penembakan mengerikan di sekolah Amerika Serikat (AS) oleh seorang pria bersenjata senapan AR-15.

Dua belas orang meninggal di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida. Dua lagi meninggal di luar gedung, satu lagi meninggal di jalan terdekat dan dua korban lagi meninggal di rumah sakit, kata seorang sheriff Broward County, seperti dilansir
The Guardian.

Setelah mendapat laporan awal tentang seorang penembak, petugas kepolisian mengelilingi sekolah sambil mengarahkan evakuasi ratusan siswa dari tempat kejadian. Sementara remaja lainnya bersembunyi di dalam lemari dan di bawah meja agar tetap aman.

Siswa kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa mereka pada awalnya mengira alarm di sekolah berupa letusan, sampai mereka mendengar suara tembakan di lorong.

Saat laporan pertama muncul, deputi sheriff Broward County mengatakan bahwa sekolah menengah atas itu sedang mengalami kondisi berbahaya. Departemen tersebut mengatakan bahwa ada "setidaknya 14 korban" dibawa ke rumah sakit dan pusat kesehatan setempat, belum dipastikan ada yang terluka parah di antara mereka.

Pada pukul 18.30 waktu setempat, sheriff Scott Israel mengkonfirmasi berita nahas ini. "Hari ini sungguh mengerikan dan menyeramkan. Anak kembar tiga saya hadir di sekolah ini, dan ini sangat mengerikan, mengerikan sekali. "

Staf medis mengkonfirmasi total 17 pasien telah dibawa ke tiga rumah sakit. Dua pasien meninggal, setidaknya tiga lainnya berada dalam kondisi kritis. Tersangka dirawat dan dimasukkan ke tahanan polisi.

Sheriff Israel mengidentifikasi penembaknya sebagai Nikolas Cruz yang berusia 19 tahun. Israel mengatakan Cruz telah "dikeluarkan [dari sekolah] karena alasan kedisiplinan".

Israel berkata: "Dia memiliki banyak peluru. [Dan] Satu [senjata] AR-15. Saya tidak tahu apakah dia punya yang kedua."

Seorang siswa berusia 15 tahun yang tidak ingin menyebutkan nama mengatakan kepada
Guardian bahwa dia berada di gedung yang sama dimana orang bersenjata tersebut melepaskan tembakan.

"Saya mendengar tiga suara tembakan," kata siswa itu. "Dan kemudian lagi di koridor.

"Kami menutup pintu kelas kami dan berdiri di sampingnya sehingga kami tidak terlihat. Dua puluh menit kemudian polisi menerobos masuk melalui kaca. Aku sangat ketakutan. "

Seorang siswa yang diwawancarai
CNN mengatakan bahwa dia melihat beberapa mayat, termasuk salah satu guru. Seorang guru, Melissa Falkowski, menjelaskan bagaimana dia bersembunyi dengan 19 anak selama lebih dari 40 menit.

"Itu adalah jam pulang sekolah dan alarm kebakaran padam. Kami keluar untuk mengevakuasi seolah-olah itu adalah latihan kebakaran," kata Falkowski. "Setelah15-20 langkah keluar kelas, kami diberi tahu bahwa kami berada dalam kode merah [kode berbahaya]. Kami berlari kembali ke dalam kelas dan turun, berjongkok di dalam lemari."

Robert Runcie, pengawas sekolah Broward County, mengatakan: "Ada banyak korban jiwa. Ini adalah situasi yang mengerikan. Hari ini sangat mengerikan bagi kami."

Runcie mengatakan, penyidik yakin tersangka bertindak sendiri. "Kami tidak memiliki bukti bahwa ada lebih dari satu penembak," katanya.



Baca juga artikel terkait PENEMBAKAN atau tulisan menarik lainnya Yuliana Ratnasari
(tirto.id - rat/rat)

Keyword