Ilmuwan Temukan Obat Alzheimer untuk Kurangi Degenerasi Saraf Otak

Oleh: Febriansyah - 29 Januari 2019
Dibaca Normal 1 menit
Studi menyebut terdapat hubungan signifikan antara Alzheimer dan infeksi oral.
tirto.id - Jika gusi Anda kerap sakit dan membengkak dengan warna merah tua, kemungkinan Anda gusi Anda terinfeksi. Bahaya dari Infeksi ini ditemukan oleh para ilmuwan menjadi faktor risiko potensial yang sebabkan penyakit Alzheimer

Penelitian Stephen Dominy dan Casey Lynch yang diterbitkan jurnal Science Advances ini menjelaskan bahwa bakteri Porphyromonas gingivalis, yang dikenal sebagai Pg, pada 51 dari 53 otopsi otak pasien penyakit Alzheimer.

Pg adalah bakteri sama yang menyebabkan infeksi gusi periodontitis kronis yang menyebabkan peradangan kronis dan potensi kehilangan gigi.

Stephen Dominy dan Casey Lynch, pendiri perusahaan farmasi Cortexyme yang berfokus pada penyakit Alzheimer sekaligus penulis penelitian ini mengatakan bahwa bakteri ini merupakan penyebab patologi Alzheimer yang tak terduga. Tetapi dengan mengetahui ini, untuk menyembuhkan alzeimer sudah sangat menjanjikan.

Para peneliti mencoba menyuntikkan bakteri Pg pada tikus dan menemukan bahwa itu dapat mengurangi degenerasi saraf di otak dan hal itu menunjukkan potensi cara baru untuk mengatasi penyakit Alzheimer.

Lynch mengatakan jika sebalumnya telah ada penelitian yang menetapkan hubungan antara penyakit periodontal dan Alzheimer. Tetapi penelitian yang mereka lakukan ini adalah penelitian baru yang memiliki hubungan yang sangat signifikan antara Alzheimer dan infeksi oral.


Penyakit Alzheimer adalah bentuk paling umum dari demensia, yang ditandai dengan hilangnya ingatan yang semakin buruk dari waktu ke waktu. Kondisi ini diyakini disebabkan oleh penumpukan plak amiloid beta dan kusut neurofibrillary yang disebut tau di otak. Sejauh ini, belum ada obat untuk penyakit ini.

Pada 2014, diperkirakan sebanyak 5 juta orang Amerika hidup dengan penyakit Alzheimer, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS. Di Inggris, 850.000 orang hidup dengan demensia, menurut Alzheimer's Society.

Untuk menghentikan penumpukan Pg, para peneliti merancang penghambat molekul kecil. Dengan serangkaian percobaan, para peneliti memakai satu senyawa, COR388, yang mampu mengurangi bakteri infeksi otak Pg pada tikus. Ini berarti neuron dalam hippocampus, bagian otak yang bertanggung jawab untuk memori, dapat dilindungi oleh senyawa ini.

“Eksperimen pada tikus ini menunjukkan peningkatan kecil karena pengaruh obat eksperimental, COR388," komentar Tara Spires-Jones, wakil direktur Pusat Penemuan Ilmu Otak di Universitas Edinburgh seperti dilansir CNN.

"Jadi ini adalah berita bagus bahwa percobaan baru-baru ini oleh perusahaan ini menunjukkan obat ini aman pada manusia dan penelitian ini memberikan beberapa bukti bahwa itu dapat mempengaruhi protein terkait Alzheimer," tambah Spires-Jones.

Tim dari perusahaan Cortexyme telah menyelesaikan uji coba tahap satu yang menguji keamanan senyawa COR388 pada manusia. Sembilan orang dewasa dengan Alzheimer diberi berbagai dosis senyawa selama 28 hari.

Hasilnya, sembilan pasien dengan penyakit Alzheimer menunjukkan hasil yang lebih baik, dibandingkan dengan kelompok lain yang tidak menerima pengobatan, ketika menyelesaikan beberapa tes kognitif.

Pada 2019, Cortexyme berencana untuk melakukan lebih banyak uji coba COR388 pada lebih dari 500 orang dengan penyakit Alzheimer ringan sampai sedang.


Baca juga artikel terkait ALZHEIMER atau tulisan menarik lainnya Febriansyah
(tirto.id - Kesehatan)


Penulis: Febriansyah
Editor: Yulaika Ramadhani