IHSG Hari Ini Diprediksi Melemah Akibat Kekhawatiran Virus Korona

Oleh: Dinda Silviana Dewi - 14 Februari 2020
Dibaca Normal 1 menit
IHSG dibuka melemah pada perdagangan Jumat (14/2/2020) sebesar 14,23 poin atau 0,24 persen ke posisi 5.857,72 poin
tirto.id - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Jumat (14/2/2020) sebesar 14,23 poin atau 0,24 persen ke posisi 5.857,72 poin.

Pergerakan turun indeks ini diperkirakan masih terjadi pada perdagangan hari ini terutama akibat sentimen wabah virus korona dilansir dari Antara.

Sementara, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,6 poin atau 0,48 persen menjadi 949,61 poin.

Kepala Riset Valbury Sekuritas Alfiansyah mengatakan, pelaku pasar melihat perkembangan wabah virus korona dan dikhawatirkan dapat mendatangkan dampak yang lebih besar terhadap pertumbuhan global.


Wabah virus korona dapat menggerus perekonomian Cina yang secara tidak langsung akan berdampak juga bagi perekonomian Indonesia. Apabila ekonomi Cina turun 1 persen, diperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terkoreksi sebesar 0,3 persen.

Selain itu, Alfiansyah juga mengatakan bahwa bursa saham dibayangi oleh sentimen eksternal lain seperti The Federal Reserve, bank sentral AS yang akan mengurangi suntikan likuiditasnya yang memicu saham AS Kamis (13/2/2020) lalu terkoreksi.

Sementara, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 41,13 poin atau 0,7 persen menjadi 5.871,95 poin, sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 6,77 poin atau 0,7 persen menjadi 954,21 poin pada perdagangan Kamis (13/2/2020) sore kemarin.

“Pasar masih khawatir terhadap wabah Virus Korona. Sedangkan dari domestrik belum ada katalis positif. Volume perdagangan juga relative masih sepi,” kata analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Kamis (13/2/2020), dikutip dari Antara.

Dibuka menguat, IHSG melaju di zona merah setelah 1 jam dan terus terkoreksi hingga penutupan perdagangan. Penutupan tersebut diiringi oleh aksi beli sahal oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah beli bersih asing atau ‘net foreign buy’ sebesar Rp49,43 miliar.

Saham di Negara Lain

Bursa saham Australia dibuka dengan datar pada perdagangan Jumat (14/2/2020) waktu setempat akibat dari penurunan saham energi dan teknologi. Indeks acuan S&P/ ASX 200 naik tipis 3,50 poin atau 0,049 persen menjadi 7.106,70 poin.

Sementara, indeks All Ordinaries yang lebih luas hanya bergerak naik 0,20 poin atau 0,0028 persen pada 7.204,80 poin.

Sementara, indeks acuan Nikkei 225 di Bursa Efek Tokyo (TSE) mengalami penurunan sebesar 166,49 poin atau 0,70 persen menjadi diperdagangkan pada 23.661,24 poin.

Saham-saham di Tokyo dibuka dengan lebih rendah pada perdagangan Jumat (14/2/2020) seiring dengan penurunan Wall Street pada perdagangan Kamis (13/2/2020) terutama akibat kemunduran Microsoft yang menekan sektor teknologi.

Bursa saham Hong Kong dengan indeks acuan Hang Seng dibuka melemah 31,44 poin atau 0,11 persen menjadi diperdagangkan pada 27.698,56 poin pada perdagangan Jumat (14/2/2020) pagi waktu setempat.

Indeks Komposit Shanghai juga melanjutkan tren penurunan sebesar 0,21 persen menjadi diperdagangkan pada 2.899,87 poin pada perdagangan Jumat (14/2/2020) pagi waktu setempat.


Baca juga artikel terkait IHSG atau tulisan menarik lainnya Dinda Silviana Dewi
(tirto.id - Ekonomi)

Kontributor: Dinda Silviana Dewi
Penulis: Dinda Silviana Dewi
Editor: Yulaika Ramadhani
DarkLight