Ikhfa Haqiqi dan Ikhfa Syafawi

Hukum Ikhfa Haqiqi & Ikhfa Syafawi Beserta Contohnya dalam Al Quran

Penulis: Abdul Hadi, tirto.id - 13 Feb 2022 09:25 WIB
Dibaca Normal 5 menit
Berikut ini hukum bacaan dan pengertian ikhfa hakiki dan ikhfa syafawi dalam ilmu tajwid beserta contoh masing-masing dalam Al-Quran.
tirto.id - Hukum bacaan ikhfa merupakan bahasan penting dalam ilmu tajwid. Secara umum, ikhfa terbagi menjadi dua yaitu ikhfa hakiki dan ikhfa syafawi. Cara membaca bacaan ikhfa adalah dengan menyamarkan huruf-hurufnya sehingga tidak tampak seperti bunyi huruf aslinya. Berikut ini contoh-contoh ikhfa hakiki dan ikhfa syafawi dalam Al-Quran.

Setiap muslim yang belajar ilmu tajwid untuk menyempurnakan bacaan Al-Qurannya harus mengetahui kedua hukum ikhfa ini. Bagaimanapun juga, ayat -Quran harus dilafalkan sesuai tajwid atau cara membacanya.

Berbeda dengan bahasa Arab pada umumnya, terdapat pedoman khusus dalam membaca Al-Quran yang tidak semuanya tunduk pada kaidah bahasa Arab.

Karena itulah, meskipun orang yang tumbuh di Arab atau orang Arab asli belum tentu bisa membaca Al-Quran dengan benar karena tidak mempelajari ilmu tajwid.

Di antara bahasan tajwid tersebut adalah hukum bacaan ikhfa hakiki dan ikhfa syafawi. Kendati sama-sama dibaca dengan samar, namun kedua jenis ikhfa ini berbeda pembahasan.

Pertama, ikhfa hakiki termasuk dalam bab hukum nun mati dan tanwin bertemu dengan huruf-huruf ikhfa.

Kedua, ikhfa syafawi termasuk dalam bab hukum mim mati bertemu dengan huruf ba (ب).

Persamaan keduanya hanyalah pada cara membacanya dengan cara ikhfa. Dalam bahasa Arab, ikhfa (ﺇﺧﻔﺎﺀ) artinya samar-samar atau tersembunyi. Dengan demikian, bacaan ikhfa, baik itu ikhfa hakiki atau ikhfa syafawi dilafalkan tidak dalam bunyi huruf hijaiyah asli.


Hukum Bacaan Ikhfa Haqiqi dan Pengertiannya dalam Ilmu Tajwid


Sebagaimana disebutkan di atas, pembahasan ikhfa hakiki termasuk dalam bab hukum nun mati atau tanwin dalam ilmu tajwid. Selain bahasan ikhfa hakiki, hukum nun mati dan tanwin juga terdapat bahasan idgham dan izhar.

Pengertian ikhfa hakiki dalam ilmu tajwid adalah bunyi samar dan dengung ketika terdapat nun mati atau tanwin bertemu dengan salah satu dari 15 huruf ikhfa.

Dalam hal ini, ikhfa dibaca dengan suara rongga hidung sampai terdengar samar. Biasanya, ia diilustrasikan dengan bacaan "NG" atau "N" sembari didengungkan sepanjang 2-3 harakat. Sesudah itu, barulah masuk ke bacaan huruf sesudah nun sukun atau tanwin tersebut.

15 Huruf Ikhfa dalam Ilmu Tajwid


Huruf-huruf ikhfa berjumlah 15 dalam ilmu tajwid. Ketika nun mati atau tanwin bertemu dengan 15 huruf ikhfa tersebut, bacaannya harus samar sembari didengungkan sepanjang 2-3 harakat.

Ahmad Marzuki dalam Al-Quran Hadis (2020) menuliskan 15 huruf ikhfa sebagai berikut.

ت – ث – د -- ج – ذ – ز – س – ش – ص – ض – ط – ظ – ف – ق – ك

Dalam huruf latin, 15 huruf ikhfa terdiri atas Ta', Tsa’, Jim, Dal, Dzal, Zay, Sin, Syin, Sod, Dhod, Tha', Zha, Fa', Qof, Kaf.

Hukum Bacaan Ikhfa Syafawi dan Pengertiannya dalam Ilmu Tajwid


Dalam bahasa Arab, ikhfa (ﺇﺧﻔﺎﺀ) artinya samar-samar. Sementara itu, syafawi (شفوي) artinya bibir.

Dengan demikian, pengertian ikhfa syafawi dalam ilmu tajwid adalah bacaan samar dan berdengung ketika mim sukun bertemu dengan huruf ba (ب), sebagaimana ditulis Marzuki dan Sun Choirul Ummah dalam Dasar-Dasar Ilmu Tajwid (2020).

Hukum bacaan ikhfa syafawi adalah dengan dilafalkan secara samar-samar, tidak dengan jelas, serta didengungkan. Posisi bibir ketika membaca ikhfa syafawi tidak tertutup rapat agar dapat didengungkan.

Contoh kata yang tergolong ikhfa syafawi adalah فَاحْكُم بَيْنَهُم (bacaan latinnya: Fahkum bainahum), تَرْمِيهِم بِحِجَارَةٍ (bacaan latinnya: Tarmiihim bihijaroh), وَكَلْبُهُم بَاسِطٌ (bacaan latinnya: Wakalbuhum baasitun).


Contoh Bacaan Ikhfa Haqiqi dalam Al-Quran


Berikut ini contoh-contoh bacaan ikhfa hakiki dalam Al-Quran yang harus dibaca samar dan berdengung.

1. Contoh Ikhfa Huruf ت dalam Al-Baqarah Ayat 64

ثُمَّ تَوَلَّيْتُم مِّنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ ۖ فَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ لَكُنتُم مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

Bacaan latinnya: "Tsumma tawallaitum mim ba'di żālika falau lā faḍlullāhi 'alaikum wa raḥmatuhụ lakuntum minal-khāsirīn"

Artinya: "Kemudian kamu berpaling setelah (adanya perjanjian) itu, maka kalau tidak ada karunia Allah dan rahmat-Nya atasmu, niscaya kamu tergolong orang yang rugi," (QS. Al-Baqarah [2]: 64).

2. Contoh Ikhfa Huruf ج QS. Abasa Ayat 8

وَأَمَّا مَن جَآءَكَ يَسْعَىٰ

Bacaan latinnya: "Wa ammā man jā`aka yas’ā"

Artinya: "Dan adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pengajaran)," (QS. Abasa [80]: 8).

3. Contoh Ikhfa Huruf ث dalam QS. An-Naba Ayat 13

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

Bacaan latinnya: "Wa anzalnā minal-mu’ṣirāti mā`an tṡajjājā"

Artinya: "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," (QS. An-Naba [78]: 13).

4. Contoh Ikhfa Huruf د dalam QS. An-Naba Ayat 34

وَكَأْسًا دِهَاقًا

Bacaan latinnya: "Wa ka`san dihāqā"

Artinya: "Dan gelas-gelas yang penuh (berisi minuman)," (QS. An-Naba [78]: 34).

5. Contoh Ikhfa Huruf ذ dalam QS. Al-Lahab Ayat 3

سَيَصۡلٰى نَارًا ذَاتَ لَهَبٍ

Bacaan latinnya: "Sa yas laa naran zaata lahab"

Artinya: "Kelak dia akan masuk ke dalam api yang bergejolak (neraka)," (QS. Al-Lahab [111]: 3).

6. Contoh Ikhfa Huruf ز dalam QS. An-Naba Ayat 13

وَأَنزَلْنَا مِنَ ٱلْمُعْصِرَٰتِ مَآءً ثَجَّاجًا

Bacaan latinnya: "Wa anzalnā minal-mu’ṣirāti mā`an tṡajjājā"

Artinya: "Dan Kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah," (QS. An-Naba [78]: 13).

7. Contoh Ikhfa Huruf س Abasa Ayat 17

قُتِلَ ٱلْإِنسَٰنُ مَآ أَكْفَرَهُۥ

Bacaan latinnya: "Qutilal-insānu mā akfarah"

Artinya: "Binasalah manusia; alangkah amat sangat kekafirannya?" (QS. Abasa [80]: 17).

8. Contoh Ikhfa Huruf ش QS. Al-Falaq Ayat 2

مِنۡ شَرِّ مَا خَلَقَۙ

Bacaan latinnya: "Min sharri ma khalaq"

Artinya: Dari kejahatan (makhluk yang) Dia ciptakan," (QS. Al-Falaq [113]: 2).

9. Contoh Ikhfa Huruf ص dalam QS. Al-Maun Ayat 5

الَّذِيْنَ هُمْ عَنْ صَلَاتِهِمْ سَاهُوْنَ

Bacaan latinnya: "Al laziina hum 'an salaatihim sahuun"

Artinya: "(Yaitu) orang-orang yang lalai terhadap salatnya," (QS. Al-Maun [107]: 5).

10. Contoh Ikhfa Huruf ض dalam QS. Al-Anbiya Ayat 84

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ فَكَشَفْنَا مَا بِهِۦ مِن ضُرٍّ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ أَهْلَهُۥ وَمِثْلَهُم مَّعَهُمْ رَحْمَةً مِّنْ عِندِنَا وَذِكْرَىٰ لِلْعَٰبِدِين

Bacaan latinnya: "Fastajabnā lahụ fa kasyafnā mā bihī min ḍurriw wa ātaināhu ahlahụ wa miṡlahum ma'ahum raḥmatam min 'indinā wa żikrā lil-'ābidīn"

Artinya: "Maka Kami pun memperkenankan seruannya itu, lalu Kami lenyapkan penyakit yang ada padanya dan Kami kembalikan keluarganya kepadanya, dan Kami lipat gandakan bilangan mereka, sebagai suatu rahmat dari sisi Kami dan untuk menjadi peringatan bagi semua yang menyembah Allah," (QS. Al-Anbiya [21]: 84).

11. Contoh Ikhfa Huruf ط dalam QS. Al-Maidah Ayat 6

فَتَيَمَّمُوا۟ صَعِيدًا طَيِّبًا فَٱمْسَحُوا۟ بِوُجُوهِكُمْ وَأَيْدِيكُم مِّنْهُ

Bacaan latinnya: "Fa tayammamụ ṣa'īdan ṭhayyiban famsaḥụ biwujụhikum wa aidīkum min-hu ... "

Artinya: "Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu," (QS. Al-Maidah [5]: 6).

12. Contoh Ikhfa Huruf ظ dalam QS. An-Naba Ayat 40

إِنَّآ أَنذَرْنَٰكُمْ عَذَابًا قَرِيبًا يَوْمَ يَنظُرُ ٱلْمَرْءُ مَا قَدَّمَتْ يَدَاهُ وَيَقُولُ ٱلْكَافِرُ يَٰلَيْتَنِى كُنتُ تُرَٰبًۢا

Bacaan latinnya: "Innā anżarnākum ‘ażābang qarībay yauma yanẓurul-mar`u mā qaddamat yadāhu wa yaqụlul-kāfiru yā laitanī kuntu turābā"

Artinya: "Sesungguhnya Kami telah memperingatkan kepadamu (hai orang kafir) siksa yang dekat, pada hari manusia melihat apa yang telah diperbuat oleh kedua tangannya; dan orang kafir berkata: “Alangkah baiknya sekiranya aku dahulu adalah tanah,” (QS. An-Naba [78]: 40).

13. Contoh Ikhfa Huruf ك dalam QS. As-Shaff Ayat 4

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِهِۦ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَٰنٌ مَّرْصُوصٌ

Bacaan latinnya: "Innallāha yuḥibbullażīna yuqātilụna fī sabīlihī ṣaffang ka`annahum bun-yānum marsuus"

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh," (QS. As-Shaff [61]: 4).

14. Contoh Ikhfa Huruf ف dalam Al-Baqarah Ayat 38

قُلْنَا ٱهْبِطُوا۟ مِنْهَا جَمِيعًا ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَن تَبِعَ هُدَاىَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

Bacaan latinnya: "Qulnahbiṭụ min-hā jamī'ā, fa immā ya`tiyannakum minnī hudan fa man tabi'a hudāya fa lā khaufun 'alaihim wa lā hum yaḥzanụn"

Artinya: "Kami berfirman: "Turunlah kamu semuanya dari surga itu! Kemudian jika datang petunjuk-Ku kepadamu, maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, niscaya tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati," (QS. Al-Baqarah [2]: 38).

15. Contoh Ikhfa Huruf ق dalam QS. Al-Bayyinah Ayat 3

فِيهَا كُتُبٌ قَيِّمَةٌ

Bacaan latinnya: "Fīihā kutubung qayyimah"

Artinya: "Di dalamnya terdapat (isi) Kitab-kitab yang lurus," (QS. Al-Bayyinah [98]: 3).

Contoh Bacaan Ikhfa Syafawi dalam Al-Quran


Berikut ini contoh bacaan Al-Quran yang memuat kaidah ilmu tajwid ikhfa syafawi.

1. QS. As-Shaff Ayat 4

إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلَّذِينَ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِهِۦ صَفًّا كَأَنَّهُم بُنْيَٰنٌ مَّرْصُوصٌ

Bacaan latinnya: "Innallāha yuḥibbullażīna yuqātilụna fī sabīlihī ṣaffang ka`annahum bun-yānum marsuus"

Artinya: "Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh," (QS. As-Shaff [61]: 4).

2. QS. Al-Insan Ayat 15

وَيُطَافُ عَلَيْهِم بِـَٔانِيَةٍ مِّن فِضَّةٍ وَأَكْوَابٍ كَانَتْ قَوَارِيرَا۠

Bacaan latinnya: "Wa yuṭāfu 'alaihim bi`āniyatim min fiḍḍatiw wa akwābing kānat qawārīrā"

Artinya: "Dan diedarkan kepada mereka bejana-bejana dari perak dan piala-piala yang bening laksana kaca," (QS. Al-Insan [76]: 15).

3. QS. Al-Kahfi Ayat 21

وَكَذَٰلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيهَآ إِذْ يَتَنَٰزَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ ۖ فَقَالُوا۟ ٱبْنُوا۟ عَلَيْهِم بُنْيَٰنًا ۖ رَّبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ غَلَبُوا۟ عَلَىٰٓ أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِم مَّسْجِدًا

Bacaan latinnya: "Wa każālika a'ṡarnā 'alaihim liya'lamū anna wa'dallāhi ḥaqquw wa annas-sā'ata lā raiba fīhā, iż yatanāza'ụna bainahum amrahum fa qālubnụ 'alaihim bun-yānā, rabbuhum a'lamu bihim, qālallażīna galabụ 'alā amrihim lanattakhiżanna 'alaihim masjidā"

Artinya: "Dan demikian [pula] Kami mempertemukan [manusia] dengan mereka, agar manusia itu mengetahui, bahwa janji Allah itu benar, dan bahwa kedatangan hari kiamat tidak ada keraguan padanya. Ketika orang-orang itu berselisih tentang urusan mereka, orang-orang itu berkata: 'Dirikan sebuah bangunan di atas [gua] mereka, Tuhan mereka lebih mengetahui tentang mereka'. Orang-orang yang berkuasa atas urusan mereka berkata: 'Sesungguhnya kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di atasnya'," (QS. Al-Kahfi [18]: 21).


Baca juga artikel terkait HUKUM BACAAN IKHFA atau tulisan menarik lainnya Abdul Hadi
(tirto.id - Pendidikan)

Penulis: Abdul Hadi
Editor: Addi M Idhom

DarkLight