Menuju konten utama

Hilal 1 Ramadan 1443 H Tak Terlihat dari Pantauan 101 Titik Kemenag

Posisi hilal 1 Ramadan 1443 H secara umum di Indonesia pada 1 April 2022 petang ini tingginya kurang dari 2 derajat & elongasinya kurang dari 6,4 derajat.

Hilal 1 Ramadan 1443 H Tak Terlihat dari Pantauan 101 Titik Kemenag
Petugas Kementerian Agama mengoperasikan teropong digital untuk melihat posisi hilal guna menentukan awal bulan Bulan Syawal 1442 H di Pantai Anyer, Serang, Banten, Selasa (11/5/2021). ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman/foc.

tirto.id - Anggota Tim Unifikasi Kalender Hijriah Kementerian Agama (Kemenag), Thomas Djamaluddin mengatakan dari 101 titik pemantauan hilal di 34 provinsi di Indonesia, bahwa posisi hilal 1 Ramadan 1443 Hijriah belum terlihat pada Jumat (1/4/2022) petang.

Hal tersebut dipaparkan Thomas dalam seminar posisi hilal sidang Isbat yang digelar di Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Jumat (1/4/2022).

"Artinya di Indonesia hilal terlalu rendah dan tak mungkin untuk terlihatnya hilal," kata Thomas dalam acara yang digelar secara daring tersebut.

Dirinya menjelaskan posisi hilal secara umum di Indonesia pada 1 April 2022 petang ini tingginya kurang dari 2 derajat dan elongasinya kurang dari 6,4 derajat.

Kemenag, kata Thomas menggunakan kriteria MABIMS atau Menteri-menteri Agama Brunai Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura. Berdasarkan kriteria tersebut, tinggi bulan minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.

"Jadi, dengan kriteria baru MABIMS/RJ2017, yang dikaitkan dengan potensi rukyatul hilal, awal Ramadaan, 3 April 2022," ucapnya.

Berdasarkan pengamatan di Jakarta ketinggian hilal baru mencapai 1 derajat. Hanya sebagian Jawa dan Sumatera, ketinggian rata-ratanya sudah di atas 2 derajat.

"Ketinggian hilal secara umum kurang 2 derajat, hanya sebagian Sumatera dan Jawa yang 2 derajat," tuturnya.

Setelah seminar pemantauan hilal ini, Menag Yaqut Cholil Qoumas akan memimpin langsung sidang isbat penentuan 1 Ramadan 1443 Hijriah.

Sidang akan dihadiri oleh pelbagai pihak. Di antaranya Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, perwakilan ormas-ormas Islam, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), hingga para duta besar negara Islam yang ada di Indonesia.

Baca juga artikel terkait SIDANG ISBAT 1 RAMADHAN atau tulisan lainnya dari Riyan Setiawan

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Riyan Setiawan
Penulis: Riyan Setiawan
Editor: Bayu Septianto