Hari Pencoblosan Pemilu 2019, Tarif Go-Jek dan Grab Melambung

Oleh: Ahmad Zaenudin - 17 April 2019
Di hari pencoblosan, tarif Go-Jek dan Grab melambung.
tirto.id - Pada Pemilihan Umum 2019 hari ini, Rabu (17/4), tarif ride-sharing Go-Jek maupun Grab melambung.

Dari pantauan Tirto, untuk memesan Go-Food, misalnya, dikenakan tarif pengiriman Rp20 ribu untuk mengantarkan makanan tak lebih dari 3 kilometer. Padahal, di hari biasa, tarif hanya berkisar pada angka Rp4.000.

Untuk berkendara dengan jarak sekitar 2,5 kilometer menggunakan GrabBike, Grab mengenakan tarif Rp9.000.

Melambungnya tarif Go-Jek maupun Grab diduga terkait dengan skema penawaran-permintaan yang tidak seimbang, di mana sedikit pengemudi Go-Jek dan Grab yang beroperasi, tetapi cukup banyak pengguna yang menginginkan.

Akibatnya, sistem surge-pricing berlaku. Surge-pricing merupakan skema perubahan tarif saat terjadi peningkatan permintaan. Pengguna ride-sharing “dipaksa” membayar lebih mahal untuk memperoleh pengemudi di waktu-waktu tertentu, misalnya di saat pencoblosan.


Merujuk sejarahnya, sistem surge-pricing pertama kali diimplementasikan Uber pada 2012. Pihak Uber menjelaskan sistem ini dilakukan untuk mendorong para pengemudi Uber untuk mau online dan menjemput penumpang yang membutuhkan, dengan iming-iming pendapatan lebih tinggi.

Namun, dalam pemberlakuan skema surge-pricing, penyelenggara layanan ride-sharing tidak bisa seenaknya menaikkan tarif. Keith Chen, Head of Economic Research Uber, menjelaskan jika perusahaan menaikkan tarif dari X ke 1,2X, hal tersebut akan menurunkan permintaan hingga 27 persen dari pengguna.

Michael Say, VP Corporate Affairs Go-Jek, dan Andre Sebastian, Public Relation Manager Grab, belum menjawab ketika dimintai keterangan soal melambungnya tarif layanan ride-sharing masing-masing.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Ahmad Zaenudin
(tirto.id - Politik)


Penulis: Ahmad Zaenudin
Editor: Fahri Salam
DarkLight